RADAR BANYUWANGI — Debut di Kejuaraan Dunia Grand Prix biasanya identik dengan tekanan besar. Namun, Kiattisak Singhapong dan David Gonzalez justru mampu melewati ujian pertama dengan hasil yang cukup menjanjikan pada Moto3 Inggris 2026.
Keduanya tampil sebagai pembalap pengganti di Sirkuit Silverstone, Inggris, dan sama-sama berhasil membawa pulang poin dari balapan pertama mereka di kelas Moto3.
Singhapong menggantikan Zen Mitani di Honda Team Asia, sedangkan Gonzalez masuk ke Liqui Moly Dynavolt Intact GP untuk menggantikan David Munoz yang masih menjalani proses pemulihan cedera.
Hasil akhirnya memang belum masuk jajaran 10 besar. Namun, finis di posisi ke-14 dan ke-15 menjadi awal yang cukup positif bagi dua pembalap muda yang sebelumnya lebih banyak berkompetisi di level pembinaan.
Gonzalez menjadi pembalap yang finis lebih tinggi dengan menempati posisi ke-14 dan mengamankan dua poin. Singhapong menyusul satu tingkat di belakangnya.
Gonzalez Lebih Cepat, Debut Langsung Berbuah Poin
Gonzalez menjalani balapan pertamanya di Kejuaraan Dunia bersama Liqui Moly Dynavolt Intact GP.
Pembalap tersebut mampu menyelesaikan balapan di posisi ke-14. Ia finis 12,444 detik lebih cepat dibandingkan Singhapong yang mengakhiri lomba di posisi ke-15.
Bagi Gonzalez, dua poin yang diraih memiliki arti lebih dari sekadar tambahan angka dalam klasemen.
Ia berhasil menyelesaikan balapan Grand Prix pertamanya tanpa harus menunggu kesempatan berikutnya untuk merasakan poin Kejuaraan Dunia.
“Saya sangat senang karena berhasil menyelesaikan balapan Kejuaraan Dunia pertama saya dengan meraih dua poin,” kata Gonzalez, dilansir dari laman resmi tim Intact GP.
Pernyataan tersebut menggambarkan betapa pentingnya hasil di Silverstone bagi pembalap yang datang sebagai pengganti.
Singhapong Juga Tak Pulang dengan Tangan Kosong
Di sisi lain, Singhapong juga memberikan respons positif dalam kesempatan pertamanya di Moto3.
Pembalap Thailand tersebut dipercaya Honda Team Asia untuk menggantikan Zen Mitani. Meski baru pertama kali tampil dalam balapan Kejuaraan Dunia, ia mampu menyelesaikan lomba di posisi ke-15.
Hasil tersebut membuat Singhapong juga mendapatkan poin.
Perbedaan satu posisi dengan Gonzalez menunjukkan betapa ketat persaingan keduanya sepanjang balapan. Lebih menarik lagi, kedua pembalap tersebut sebenarnya masih berada dalam fase pengembangan karier menuju level Grand Prix.
Sama-Sama Masih Berjuang di Jalur Junior
Singhapong dan Gonzalez bukan nama asing dalam kompetisi pembinaan pembalap muda.
Keduanya masih berkompetisi di Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior pada musim ini.
Keduanya juga berada dalam generasi yang sama dengan pembalap Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa, yang turut menjadi salah satu talenta muda Indonesia dalam jalur menuju Kejuaraan Dunia.
Bahkan, Singhapong memiliki hubungan langsung dengan Ramadhipa di lintasan.
Pembalap Thailand itu menjadi rekan setim Ramadhipa di Moto3 Junior bersama Honda Asia Dream Racing Junior Team.
Artinya, Silverstone bukan sekadar panggung debut bagi Singhapong.
Ia juga mendapatkan kesempatan merasakan langsung level kompetisi Grand Prix setelah berkompetisi di ajang junior bersama salah satu pembalap muda Indonesia yang tengah diproyeksikan menuju level lebih tinggi.
Dari Rookies Cup ke Panggung Grand Prix
Perjalanan Singhapong dan Gonzalez menunjukkan betapa pentingnya kompetisi junior dalam membentuk pembalap sebelum masuk ke Kejuaraan Dunia.
Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior menjadi arena untuk membangun pengalaman balap, memahami persaingan ketat, sekaligus mematangkan kemampuan sebelum menghadapi tuntutan Grand Prix.
Silverstone kemudian memberikan keduanya pengalaman yang jauh berbeda.
Sirkuit legendaris tersebut bukan hanya menuntut kecepatan, tetapi juga konsistensi dan kemampuan mengelola tekanan ketika menghadapi pembalap-pembalap yang sudah berpengalaman di Kejuaraan Dunia.
Keduanya mampu melewati ujian tersebut dengan finis di zona poin.
Debut Pengganti yang Berbuah Harapan
Status sebagai pembalap pengganti membuat kesempatan Singhapong dan Gonzalez di Silverstone datang secara tidak biasa.
Mereka tidak memasuki musim sebagai pembalap reguler Moto3, melainkan mendapat panggilan untuk mengisi posisi yang kosong.
Singhapong menggantikan Zen Mitani di Honda Team Asia. Sementara Gonzalez dipercaya menggantikan David Munoz di Liqui Moly Dynavolt Intact GP karena Munoz masih dalam proses pemulihan cedera.
Tekanan tentu berbeda.
Mereka harus beradaptasi dengan motor, tim, prosedur kerja, serta atmosfer Kejuaraan Dunia dalam waktu yang relatif singkat.
Namun, hasil akhir menunjukkan keduanya mampu memanfaatkan peluang tersebut.
Gonzalez bahkan langsung mengantongi dua poin.
Singhapong juga pulang dengan satu poin setelah finis ke-15.
Silverstone Jadi Panggung Awal Generasi Baru
Hasil Moto3 Inggris 2026 mungkin belum menjadi pencapaian terbesar dalam karier keduanya.
Namun, bagi Singhapong dan Gonzalez, Silverstone bisa menjadi titik penting dalam perjalanan menuju level Grand Prix secara penuh.
Keduanya telah merasakan bagaimana rasanya berada di grid Kejuaraan Dunia, bertarung dalam balapan Moto3, dan membawa pulang poin.
Bagi publik Indonesia, nama Singhapong juga patut diperhatikan karena ia masih satu ekosistem kompetisi junior dengan Kiandra Ramadhipa.
Persaingan mereka di ajang junior kini memiliki cerita tambahan: dua pembalap yang sama-sama berlomba menuju level tertinggi justru sudah lebih dahulu mencicipi panggung Grand Prix.
Dan Silverstone menjadi saksi awalnya.
Jika kesempatan serupa kembali datang, pengalaman dari Moto3 Inggris 2026 akan menjadi modal berharga bagi Singhapong dan Gonzalez. (*)
Editor : Ali Sodiqin