Marc Marquez Akui Lengan Kanan Tak Terkendali di Silverstone

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 15:40 WIB
Marc Marquez mengaku sempat kehilangan kendali atas lengan kanannya saat balapan utama. (MotoGP)
Marc Marquez mengaku sempat kehilangan kendali atas lengan kanannya saat balapan utama. (MotoGP)

RADAR BANYUWANGI - Marc Marquez menghadapi salah satu balapan paling sulit dalam MotoGP Inggris 2026. Pembalap Ducati Lenovo Team itu mengungkap kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih, terutama pada lengan kanan, hingga sempat kehilangan kendali saat melaju dalam kecepatan tinggi di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8).

Pengakuan tersebut disampaikan Marquez dalam evaluasi bersama tim seusai balapan utama. Ia menyebut kondisi fisiknya jauh dari ideal, meski performa ban pada balapan kali ini dinilai lebih baik.

“Ban hari ini lebih baik. Namun secara fisik saya tidak berada dalam kondisi terbaik,” ujar Marquez.

Pernyataan berikutnya terdengar jauh lebih mengkhawatirkan.

“Saya berada dalam risiko mengalami kecelakaan. Saya tidak memiliki kendali atas lengan kanan saya,” sambung pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.

Marquez bahkan mengaku merasakan gangguan berbeda dibandingkan ketika menjalani sesi latihan. Kehilangan kendali terhadap bagian depan motor terjadi di beberapa titik lintasan yang membutuhkan konsentrasi dan kontrol fisik tinggi.

“Dibandingkan saat latihan, saya kehilangan kendali bagian depan di Tikungan 1 dan 9. Saya tidak menyukainya,” kata Marquez.

Kondisi itu menjadi alarm serius bagi juara dunia bertahan tersebut. Silverstone memiliki sejumlah tikungan berkecepatan tinggi yang menuntut kemampuan pembalap menjaga motor tetap presisi. Gangguan pada lengan kanan tentu dapat memperbesar risiko ketika motor memasuki fase pengereman, perubahan arah, maupun saat pembalap harus mempertahankan keseimbangan.

Masalah fisik Marquez juga bukan persoalan baru. Pada pertengahan musim 2026, pembalap Spanyol itu kembali menjalani operasi pada bahu kanan yang mengalami cedera. MotoGP mencatat Marquez harus menjalani operasi tersebut setelah masalah cedera berlanjut sepanjang musim.

Sebelum berlaga di Silverstone, Marquez sebenarnya berharap jeda musim panas memberi kesempatan untuk memulihkan kondisi tubuh. Namun, penampilannya pada balapan utama menunjukkan proses pemulihan belum berjalan sesuai harapan.

Secara hasil, Marquez hanya mampu finis ketujuh. Hasil tersebut membuat akhir pekannya di Inggris menjadi kekecewaan tersendiri, terlebih ia datang dengan ambisi memperkecil jarak di klasemen.

Laporan setelah Grand Prix Inggris menyebut Marquez kini berada 40 poin di belakang Jorge Martin dalam persaingan menuju gelar juara dunia. Artinya, perjuangan Marquez pada paruh kedua musim bukan hanya soal kecepatan motor, tetapi juga bagaimana kondisi fisiknya mampu bertahan hingga seri-seri berikutnya.

Situasi tersebut menempatkan Marquez pada tantangan ganda. Di satu sisi, ia perlu memastikan lengan kanannya benar-benar kembali mampu bekerja maksimal. Di sisi lain, pembalap Ducati itu harus menjaga konsistensi perolehan poin agar peluang mempertahankan gelar tidak semakin menjauh.

Finis ketujuh di Silverstone memang belum menutup peluang Marquez. Namun, pengakuannya soal kehilangan kendali pada lengan kanan menunjukkan persoalan fisik kini menjadi salah satu faktor penting dalam perburuan gelar MotoGP 2026.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Ducati Lenovo Team MotoGP Inggris 2026 marc marquez Jorge Martin silverstone