Jack Miller Blak-blakan soal Yamaha: Masih Tertinggal dari Barisan Depan MotoGP

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26 WIB
Jack Miller memacu Yamaha Pramac dalam MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone. Miller mengakui performa Yamaha masih tertinggal dari barisan depan. (Yamaha MotoGP)
Jack Miller memacu Yamaha Pramac dalam MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone. Miller mengakui performa Yamaha masih tertinggal dari barisan depan. (Yamaha MotoGP)

RADAR BANYUWANGI - Pebalap Pramac Yamaha Jack Miller tak menutupi kondisi Yamaha yang masih kesulitan mengejar level performa para penghuni barisan depan MotoGP. Balapan MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8), kembali memperlihatkan jarak tersebut.

Miller mengakhiri balapan di posisi ke-13 setelah melewati garis finis. Namun, hasil klasifikasinya kemudian berubah menjadi peringkat ke-12 setelah Fabio Quartararo mendapat penalti pasca-balapan akibat pelanggaran regulasi sensor tekanan ban.

Hasil itu sekaligus mempertegas kesenjangan performa Yamaha dengan para pebalap terdepan. Miller finis dengan selisih waktu hingga 30 detik dari pemenang balapan.

Berbicara kepada awak media dalam sesi wawancara resmi setelah balapan, Miller mengakui dirinya sudah mengeluarkan kemampuan maksimal. Namun, performa motor yang dimilikinya belum cukup untuk membawa Yamaha bersaing lebih jauh.

“Saya sudah mengerahkan segalanya hari ini, dan sayangnya, hasil maksimal yang bisa saya capai adalah posisi ke-13. Ya, begitulah kenyataannya,” kata Miller.

Pebalap asal Australia itu juga menyebut bahwa dirinya cukup lama berduel bersama Quartararo. Situasi tersebut, menurut Miller, menjadi gambaran nyata mengenai posisi Yamaha saat ini di tengah persaingan MotoGP.

“Fabio dan saya membalap beriringan di sebagian besar jalannya balapan, dan menurut saya itu menunjukkan level performa kami saat ini,” ujarnya.

Miller menjelaskan, Yamaha sebenarnya berupaya menutup jarak dengan pebalap lain. Namun, strategi tersebut memiliki batas. Memaksa pengereman lebih dalam atau menggeber motor lebih agresif ketika memasuki tikungan justru meningkatkan risiko dan berdampak pada kondisi ban.

Persoalan tersebut semakin terasa ketika balapan memasuki fase akhir. Daya cengkeram ban belakang Yamaha menurun drastis dalam tujuh lap terakhir. Kondisi itu membuat Miller kesulitan mempertahankan kecepatan sekaligus menjaga posisi di lintasan.

Bagi Miller, persoalan degradasi ban menjadi salah satu pekerjaan rumah utama yang harus segera dievaluasi oleh Yamaha. Sebab, ketika grip ban mulai hilang, upaya untuk mempertahankan kecepatan justru berpotensi memperburuk kondisi ban dan membuat performa motor semakin menurun.

Pengakuan Miller di Silverstone menunjukkan tantangan Yamaha bukan hanya soal kecepatan satu lap atau kemampuan menempel para pebalap terdepan. Daya tahan performa sepanjang balapan juga masih menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

Yamaha kini memiliki bahan evaluasi penting dari balapan Inggris. Selain jarak waktu yang cukup besar dari pemenang, degradasi ban belakang pada fase akhir balapan menjadi catatan yang tak bisa diabaikan untuk menghadapi seri-seri berikutnya.

Miller dan Yamaha dituntut untuk menemukan solusi agar motor tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan, tetapi juga memiliki konsistensi performa yang lebih baik sejak awal hingga akhir balapan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
MotoGP Inggris Sirkuit Silverstone jack miller MotoGP 2026 Pramac Yamaha