RADAR BANYUWANGI - Persaingan MotoGP 2026 semakin sulit ditebak. Jarak performa antarpabrikan yang kian rapat membuat hasil balapan bisa berubah drastis hanya karena detail teknis. Kondisi tersebut turut dirasakan pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo.
Pembalap asal Prancis itu menilai persoalan suhu dan tekanan ban menjadi salah satu faktor penting yang membuat persaingan musim ini berlangsung sangat ketat. Terlebih ketika pembalap berada dalam rombongan dan harus mengikuti ritme motor di depannya.
Quartararo menyampaikan pandangannya seusai menjalani Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026). Juara dunia MotoGP 2021 tersebut menyebut perbedaan kecil dalam performa maupun pengaturan motor kini dapat memberikan dampak besar terhadap hasil akhir balapan.
"Persaingan di MotoGP musim ini benar-benar sangat ketat dan sulit diprediksi dari satu seri ke seri lainnya," ujar Quartararo dalam sesi jumpa pers di paddock Silverstone.
Menurutnya, kondisi ban depan dapat berubah dengan cepat ketika seorang pembalap berada di belakang motor lain. Peningkatan suhu dan tekanan ban membuat karakter motor ikut berubah, sehingga pembalap harus melakukan penyesuaian dalam mengendalikan tunggangannya.
"Ketika Anda berada di belakang motor lain, suhu dan tekanan ban depan melonjak sangat cepat. Hal itu secara otomatis mengubah rasa percaya diri serta cara Anda mengendalikan motor secara keseluruhan," jelasnya.
Situasi tersebut membuat posisi start semakin penting. Quartararo menilai perkembangan perangkat aerodinamika MotoGP membuat pembalap yang memulai balapan dari posisi kurang ideal harus menghadapi tantangan lebih berat untuk memperbaiki posisi.
Dengan selisih waktu yang sangat tipis antarpembalap, kesalahan kecil dalam menentukan tekanan ban maupun strategi balapan dapat berdampak besar. Pembalap yang kehilangan momentum pada awal lomba berpotensi tertinggal dari rombongan terdepan.
"Jika Anda memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan, balapan akan menjadi sangat rumit. Jarak antar-pembalap sangat tipis, sehingga kesalahan kecil dalam pengaturan tekanan ban atau strategi bisa membuat Anda terlempar jauh ke belakang," kata Quartararo.
Bagi Monster Energy Yamaha, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Tim perlu terus meningkatkan performa motor sekaligus mengoptimalkan strategi kualifikasi agar Quartararo mendapatkan posisi start yang lebih kompetitif.
Memasuki paruh kedua musim MotoGP 2026, kemampuan memaksimalkan sesi kualifikasi dan menjaga performa ban sepanjang balapan bakal menjadi faktor penting. Dalam kompetisi yang semakin rapat, selisih kecil bisa menentukan apakah seorang pembalap bertahan di papan atas atau justru melorot dalam persaingan.
Editor : Lugas Rumpakaadi