Jorge Martin Tak Terbebani Jadi Pemuncak MotoGP 2026, Fokus Jadi Versi Lebih Baik Usai GP Inggris

Khanza Tania Amelia Setiawan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Jorge Martin memacu Aprilia dalam MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (8/8).
Jorge Martin memacu Aprilia dalam MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, Sabtu (8/8).

RADAR BANYUWANGI - Jorge Martin sedang berada dalam posisi ideal untuk menjaga asa merebut gelar juara dunia MotoGP 2026. Namun, pembalap Aprilia tersebut memilih tidak larut dalam tekanan sebagai pemuncak klasemen.

Selepas MotoGP Inggris di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8), Martin semakin kokoh di posisi teratas klasemen sementara. Rentetan hasil positif sepanjang akhir pekan membuat koleksi poinnya kini berjarak 31 angka dari Marco Bezzecchi yang berada di posisi kedua.

Martin mengawali rangkaian balapan dengan performa impresif. Pembalap asal Spanyol itu merebut pole position, kemudian mengamankan kemenangan pada Sprint Race. Dalam balapan utama, Martin kembali tampil kompetitif dan finis di posisi kedua.

Meski demikian, posisi puncak klasemen tidak membuat Martin mengubah pendekatannya. Ia mengaku tidak ingin terlalu memikirkan posisi yang ditempatinya dalam persaingan kejuaraan.

"Saya tidak terlalu memedulikan apakah saya berada di posisi pertama, kedua, atau posisi lainnya. Saya hanya berusaha untuk terus berkembang," ujar Martin seusai balapan.

Menurut Martin, pola pikirnya kini berbeda dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Jika sebelumnya persaingan gelar sempat membuatnya terlalu terobsesi, kini ia berusaha lebih fokus pada peningkatan kemampuan pribadi.

"Dua tahun lalu saya sangat terobsesi. Sekarang saya hanya fokus menjadi sosok Jorge yang lebih baik," lanjutnya.

Peluang Martin untuk membukukan kemenangan ganda di Silverstone sebenarnya sempat terbuka lebar. Namun, sebuah persoalan teknis pada perangkat ride-height bagian depan mengganggu jalannya balapan utama.

Perangkat tersebut tidak kembali ke posisi semula ketika Martin memasuki Tikungan 1. Kondisi itu membuatnya melebar dan kehilangan momentum pada fase awal balapan.

"Balapan yang bagus, tapi menurut saya hasilnya sangat terpengaruh oleh momen start. Perangkat ride-height saya tidak kembali ke posisi semula. Lalu saya melebar," jelas Martin.

Gangguan tersebut membuat Martin harus puas finis di belakang Raul Fernandez. Meski gagal menyempurnakan akhir pekan dengan kemenangan di balapan utama, hasil di Silverstone tetap menjadi modal penting bagi Aprilia.

Bagi Martin, hal terpenting bukan sekadar tambahan poin atau posisi di klasemen. Ia lebih menyoroti kembali kompetitifnya Aprilia setelah melalui persaingan ketat di lintasan.

"Yang terpenting bagi saya adalah kami kembali kompetitif. Itu hal yang paling utama," pungkasnya.

Dengan keunggulan 31 poin di klasemen sementara, Martin kini memiliki ruang untuk menjaga konsistensi pada seri-seri berikutnya. Namun, ia memilih tidak menjadikan keunggulan tersebut sebagai beban tambahan.

Bagi sang pemuncak klasemen, perjalanan menuju akhir musim masih panjang. Fokusnya tetap sama: meningkatkan performa, menjaga konsistensi, dan menjadi pembalap yang lebih baik dari balapan ke balapan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
MotoGP Inggris Marco Bezzecchi aprilia racing MotoGP 2026 Jorge Martin