Veda Ega Pratama Bikin Geger Silverstone, Sektor 4 Jadi Senjata Rahasia Menuju Q2

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama Punya Kans Besar Kembali Naik Podium. (Foto: Instagram/@veda_54)
Veda Ega Pratama finis ketiga di Silverstone dan lolos Q2 Moto3 Inggris 2026. Sektor 4 menjadi senjata, tetapi tiga sektor lain masih bisa dipangkas. (Foto: Instagram/@veda_54)

RADAR BANYUWANGI – Veda Ega Pratama tak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan taringnya di Silverstone. Baru pertama kali memacu motor di sirkuit sepanjang 5,9 kilometer itu, pebalap Honda Team Asia langsung menembus tiga besar sesi latihan Moto3 Inggris 2026.

Veda mencatat waktu 2 menit 9,639 detik pada sesi latihan Jumat (7/8/2026). Catatan tersebut hanya terpaut 0,071 detik dari Valentin Perrone yang menjadi pebalap tercepat dan 0,061 detik dari Scott Ogden di posisi kedua.

Lebih penting lagi, hasil itu membuat Veda langsung lolos ke Q2.

Awal tersebut menjadi sinyal kuat. Sebab, Silverstone bukan lintasan yang mudah ditaklukkan. Karakternya mengalir, panjang, dan menuntut pebalap mampu mempertahankan momentum dalam satu putaran penuh.

Veda justru menemukan kekuatan terbesar di bagian lintasan yang paling menantang.

Sektor 4 Jadi Senjata Veda

Data sektor menunjukkan Veda memiliki keunggulan paling besar di sektor empat. Ia membukukan waktu 44,695 detik, sekaligus menjadi satu-satunya pebalap yang mampu menembus rentang 44 detik di sektor tersebut.

Veda bahkan unggul 0,072 detik atas Perrone di sektor empat.

Sektor ini mencakup rangkaian tikungan cepat Becketts dan Chapel yang membutuhkan perubahan arah secara presisi. Momentum dari rangkaian tersebut kemudian menjadi kunci untuk mendapatkan akselerasi optimal menuju Hangar Straight.

Setelah itu, pebalap harus menghadapi pengereman keras menuju Vale sebelum memasuki tikungan Club dan kembali ke lintasan utama.

Di sinilah Veda mampu memangkas waktu para rival.

Keunggulan itu menjadi semakin penting karena selisih di sektor lain sebenarnya masih menjadi pekerjaan rumah.

Masih Ada 0,5 Detik yang Bisa Dipangkas

Veda belum menjadi yang terbaik di sektor satu, dua, dan tiga.

Berdasarkan best partial time, waktu Veda masih tertinggal 0,152 detik dari pebalap tercepat di sektor satu. Di sektor dua, defisitnya mencapai 0,224 detik, sedangkan di sektor tiga masih terpaut 0,221 detik.

Namun, angka tersebut justru membuka peluang besar.

Jika Veda mampu menyatukan catatan terbaiknya di seluruh sektor, secara teoritis ia bisa mencatat waktu putaran 2 menit 9,543 detik.

Artinya, masih ada potensi sekitar 0,096 detik dari catatan aktualnya yang bisa dipangkas.

Dalam persaingan Moto3, sepersepuluh detik bukan angka kecil.

Di Silverstone, perbedaan sekecil itu bisa menentukan apakah seorang pebalap berada di barisan depan atau justru harus memulai balapan dari posisi yang lebih jauh.

"Saya sangat senang dengan hari ini. Ini pertama kali saya memacu motor di Silverstone, dan finis di posisi ketiga pada hari pertama memberikan perasaan yang luar biasa," ujar Veda.

Sejak sesi pertama, Veda mengaku sudah merasa kompetitif. Namun, pebalap 17 tahun itu sadar pekerjaan belum selesai.

"Sejak sesi pertama, saya merasa kompetitif, namun kami juga sadar masih ada beberapa aspek yang bisa ditingkatkan," katanya.

Perrone Tunjukkan Cara Menyatukan Sektor

Valentin Perrone menjadi contoh bagaimana konsistensi satu putaran dapat menghasilkan keuntungan besar di Silverstone.

Perrone mencatat waktu terbaik 2 menit 9,568 detik dan menjadi pebalap tercepat. Selisihnya dengan Veda hanya 0,071 detik.

Menariknya, keunggulan Perrone bukan karena ia mendominasi semua sektor.

Ia justru mampu menyatukan waktu terbaik di setiap sektor menjadi satu putaran yang sangat solid.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi Veda. Sebab, sejumlah pebalap yang berada di luar tiga besar sebenarnya menyimpan potensi waktu yang lebih cepat.

Alvaro Carpe, misalnya, secara perhitungan best partial time memiliki potensi waktu ideal 2 menit 9,358 detik. Itu bahkan lebih cepat daripada catatan Perrone.

Namun, Carpe gagal menyatukan seluruh waktu terbaiknya dan akhirnya hanya berada di posisi kedelapan dengan 2 menit 9,929 detik.

Hal serupa terjadi pada pemuncak klasemen Moto3, Maximo Quiles. Waktu idealnya mencapai 2 menit 9,389 detik, tetapi catatan aktualnya hanya 2 menit 9,838 detik dan menempatkannya di posisi ketujuh.

Dua pebalap tersebut menjadi ancaman nyata bagi Veda di Q2.

Veda Tak Mau Terlena

Veda menyadari persaingan akan semakin ketat ketika kualifikasi berlangsung.

Semua pebalap tentu akan mencari tambahan kecepatan. Karena itu, posisi ketiga pada sesi latihan belum menjadi alasan untuk berpuas diri.

"Saya merasa percaya diri, tetapi kami harus tetap fokus karena semua pebalap pasti akan meningkatkan performa mereka di sesi kualifikasi," ujar Veda.

Tim Honda Team Asia juga telah mengidentifikasi sejumlah area yang perlu diperbaiki.

"Tim telah bekerja dengan sangat baik, dan bersama-sama kami sudah mengidentifikasi beberapa hal yang bisa membuat kami tampil lebih kuat besok," kata Veda.

Targetnya sederhana: mempertahankan kekuatan di sektor empat sekaligus memangkas waktu di sektor satu, dua, dan tiga.

Jika dua target tersebut berhasil dilakukan bersamaan, peluang Veda mengamankan posisi start di barisan depan semakin terbuka.

Honda Team Asia Puas, Tapi Belum Puas

Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama menilai hasil Veda merupakan awal positif.

Cuaca cerah membantu proses adaptasi, meskipun kondisi lintasan masih cukup licin terutama pada sesi awal.

"Kedua pebalap sempat sedikit kesulitan dengan daya cengkeram ban di awal, tetapi mereka terus menunjukkan peningkatan setiap kali turun ke lintasan," ujar Aoyama.

Menurut dia, Veda masih memiliki ruang untuk berkembang.

"Finis di posisi ketiga adalah hasil yang sangat positif, namun kami tahu masih ada ruang untuk perbaikan," tegasnya.

Pada seri Inggris ini, Honda Team Asia juga harus bekerja dengan komposisi berbeda. Zen Mitani masih absen karena menjalani pemulihan cedera.

Posisinya ditempati pebalap Thailand Kiattisak Singhapong. Berbeda dengan Veda, Kiattisak masih dalam tahap adaptasi karena baru pertama kali membalap di Kejuaraan Dunia Moto3.

Q2 Jadi Ujian Sesungguhnya

Kini perhatian Veda tertuju pada Q2 yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (8/8/2026) pukul 20.10–20.25 WIB.

Modalnya sudah cukup kuat: posisi ketiga, pemahaman sektor empat, serta potensi waktu yang masih bisa dipangkas.

Namun, tantangan sebenarnya adalah menyatukan semua kekuatan tersebut dalam satu putaran sempurna.

Silverstone telah memberi Veda sinyal bahwa ia mampu bersaing meski baru mengenal lintasan.

Kini tinggal satu pertanyaan: seberapa jauh Veda Ega Pratama mampu memanfaatkan senjata sektor empat dan memangkas waktu di tiga sektor lainnya?

Jawabannya akan menentukan posisi start pebalap Indonesia tersebut dalam Moto3 Inggris 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Moto3 Inggris Silverstone 2026 Honda Team Asia Q2 Moto3 veda ega pratama