RADAR BANYUWANGI – Kejuaraan Dunia Moto3 2026 kembali bergulir akhir pekan ini setelah jeda libur musim panas selama tiga pekan. Memasuki seri ke-12 di Sirkuit Silverstone, Inggris, perhatian tidak hanya tertuju pada sengitnya persaingan perebutan poin, tetapi juga perubahan komposisi pembalap di Honda Team Asia. Tim pabrikan Asia itu resmi mempercayakan Kiattisak Singhapong menjalani debut Moto3 World Championship menggantikan Zen Mitani yang masih menjalani pemulihan cedera tangan akibat kecelakaan di Assen, Belanda.
Balapan di Silverstone menjadi titik awal paruh kedua musim yang krusial. Bagi Honda Team Asia, akhir pekan ini menghadirkan dua misi sekaligus, yakni menjaga tren positif Veda Ega Pratama dan mempercepat adaptasi Singhapong di level Grand Prix.
Pembalap muda Thailand tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu talenta yang ditempa melalui FIM MotoJunior World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup. Kini, ia mendapat kesempatan terbesar dalam kariernya dengan mengendarai Honda NSF250RW spesifikasi Moto3 bersama Honda Team Asia.
Veda Ega Ingin Melanjutkan Performa Menanjak
Di sisi lain garasi, Veda Ega Pratama datang ke Inggris dengan modal kepercayaan diri tinggi. Rider Indonesia bernomor #9 itu menutup paruh pertama musim dengan finis kedelapan di Sachsenring, hasil yang menjadi salah satu pencapaian terbaiknya sebagai rookie Moto3 musim ini.
Pembalap asal Gunungkidul tersebut menilai jeda musim panas dimanfaatkannya untuk memulihkan kondisi fisik dan mental sebelum kembali menghadapi rangkaian balapan yang lebih menantang.
"Saya sangat senang bisa kembali balapan setelah libur musim panas. Penting bagi saya untuk melepaskan penat, mengisi ulang energi, dan bersiap menghadapi paruh kedua musim. Balapan terakhir di Jerman memberi saya kepercayaan diri lebih karena kami menunjukkan kecepatan yang bagus dan mencetak poin penting," ujar Veda.
Menurutnya, Silverstone merupakan salah satu lintasan paling unik dalam kalender Moto3.
"Silverstone adalah sirkuit yang sangat spesial—panjang, cepat, dan selalu penuh tantangan. Bersama tim, kami akan terus bekerja keras sejak sesi pertama untuk memperbutkan hasil terbaik. Target saya adalah terus berkembang, tampil kompetitif sepanjang akhir pekan, dan bertarung lebih dekat di barisan depan," tambahnya.
Momentum positif yang dibawa Veda menjadi modal penting untuk kembali menambah poin sekaligus memperbaiki posisinya pada klasemen pembalap.
Debut Berat Kiattisak Singhapong
Sementara itu, seluruh sorotan juga mengarah kepada Kiattisak Singhapong. Pembalap bernomor #85 tersebut akan menjalani debut di Moto3 World Championship dengan tantangan yang tidak ringan.
Selain harus beradaptasi dengan motor Honda NSF250RW, Singhapong juga harus mengenal tim baru sekaligus menaklukkan karakter Silverstone yang memiliki panjang hampir enam kilometer dan terkenal sangat cepat.
"Saya ingin berterima kasih kepada Honda Team Asia atas kesempatan luar biasa ini untuk debut di Moto3 World Championship. Saya tahu ini tidak akan mudah karena semuanya baru bagi saya: balapan pertama di World Championship, akhir pekan pertama bersama tim, dan pertama kali menjajal Silverstone," kata Singhapong.
Ia mengaku tidak memasang target muluk pada penampilan perdananya.
"Ekspektasi saya adalah berkembang selangkah demi selangkah di setiap sesi, belajar sebanyak mungkin, dan memberikan usaha maksimal. Saya akan berusaha menikmati pengalaman ini dan meraih hasil terbaik," ungkapnya.
Hiroshi Aoyama Optimistis Veda Terus Berkembang
Team Manager Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyebut Silverstone selalu menghadirkan tantangan berbeda dibanding seri lainnya. Layout yang panjang, lintasan lebar, serta banyaknya pilihan racing line membuat balapan Moto3 kerap berlangsung sangat ketat.
"Setelah libur musim panas, kami siap memulai paruh kedua musim di Silverstone. Dengan panjang hampir enam kilometer, ini adalah salah satu sirkuit terpanjang di kalender dan menghadirkan tantangan unik. Karena karakternya yang lebar, ada banyak pilihan racing line dan peluang overtaking, terutama di Moto3," jelas Aoyama.
Ia juga memastikan absennya Zen Mitani membuka kesempatan berharga bagi Singhapong untuk merasakan atmosfer balap dunia.
"Sayangnya, Zen Mitani masih recovery sehingga harus absen. Kami menyambut Kiattisak Singhapong untuk balapan pertamanya di Moto3. Ini bukan tugas mudah karena semuanya baru baginya, tetapi ini kesempatan bagus untuk menimba pengalaman," katanya.
Secara khusus, Aoyama berharap Veda mampu mempertahankan performa yang mulai meningkat sejak beberapa seri terakhir.
"Untuk Veda, dia menyelesaikan paruh pertama dengan momentum baik. Kami berharap dia bisa terus menunjukkan kemajuan dan meraih hasil positif di hari Minggu," tuturnya.
Paruh kedua Moto3 2026 pun menjadi panggung penting bagi Honda Team Asia. Veda Ega Pratama berpeluang melanjutkan tren positifnya sebagai rookie yang terus berkembang, sementara Kiattisak Singhapong akan menjalani ujian sesungguhnya dalam debutnya di kejuaraan dunia. Kombinasi keduanya akan menjadi salah satu cerita menarik yang layak dinantikan di Sirkuit Silverstone akhir pekan ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin