MotoGP Mandalika 2026 Bidik 145 Ribu Penonton, Dampak Ekonomi dan Pariwisata NTB Diproyeksi Makin Besar

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 14:35 WIB
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan 140 ribu penonton MotoGP Mandalika. (Astra Honda Motor)
Pemerintah Provinsi NTB menargetkan 140 ribu penonton MotoGP Mandalika. (Astra Honda Motor)

RADAR BANYUWANGI - MotoGP Indonesia 2026 diproyeksikan kembali menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi di Nusa Tenggara Barat (NTB). InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menargetkan 145.000 penonton memadati Sirkuit Pertamina Mandalika pada 9-11 Oktober 2026, atau meningkat sekitar 15,7 persen dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Target tersebut mencerminkan optimisme penyelenggara terhadap meningkatnya minat masyarakat menyaksikan ajang balap motor paling bergengsi di dunia itu. Selain menjadi tontonan olahraga, MotoGP Mandalika juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, menyampaikan peningkatan target penonton dibarengi penguatan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) NTB, guna memastikan penyelenggaraan berlangsung aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Dalam audiensi bersama Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja di Mataram, ITDC memaparkan kesiapan penyelenggaraan secara menyeluruh. Mulai dari pengelolaan kawasan, pengaturan akses dan mobilitas pengunjung, kesiapan operasional lintas fungsi, hingga berbagai aktivasi kawasan yang disiapkan untuk memperkaya pengalaman wisatawan selama MotoGP berlangsung.

Menurut Troy, skala penyelenggaraan MotoGP Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun sehingga membutuhkan koordinasi yang semakin erat antarlembaga.

"Penguatan koordinasi dilakukan seiring semakin besarnya skala penyelenggaraan MotoGP Indonesia dari tahun ke tahun," ujarnya, dikutip Antara.

Target peningkatan jumlah penonton juga diharapkan berdampak langsung terhadap sektor pariwisata. Semakin banyak wisatawan yang datang diperkirakan akan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga destinasi wisata di sekitar kawasan Mandalika.

MotoGP Indonesia tidak hanya menghadirkan hiburan olahraga kelas dunia, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan data ITDC, penyelenggaraan MotoGP Indonesia menghasilkan multiplier effect terhadap ekonomi nasional sebesar Rp4,96 triliun.

Di tingkat daerah, dampaknya juga terus meningkat. Hingga 2025, ajang tersebut telah mendorong investasi baru senilai Rp713 miliar di kawasan The Mandalika.

Besarnya nilai investasi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan MotoGP bukan hanya berdampak selama akhir pekan balapan, tetapi juga menjadi katalis pengembangan kawasan wisata dan infrastruktur pendukung di Mandalika.

Efek ekonomi MotoGP juga dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, lebih dari 3.000 tenaga kerja lokal NTB terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Sekitar 67 persen di antaranya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah.

Sementara itu, 202 UMKM kuliner dan kerajinan ikut berpartisipasi secara resmi dalam penyelenggaraan. Di luar itu, lebih dari 600 UMKM lainnya menjalankan aktivitas usaha di sekitar kawasan Sirkuit Pertamina Mandalika dan kawasan wisata Kuta Mandalika.

Lonjakan wisatawan juga berdampak terhadap industri perhotelan. Tingkat hunian hotel di kawasan The Mandalika tercatat mencapai 100 persen, sedangkan okupansi hotel di Kota Mataram rata-rata menyentuh 90 persen.

Untuk mendukung tingginya mobilitas wisatawan, maskapai penerbangan sebelumnya menambah 44 penerbangan ekstra menuju NTB selama penyelenggaraan MotoGP.

Meningkatnya target penonton membuat aspek keamanan menjadi salah satu prioritas utama penyelenggara.

Dalam audiensi tersebut, Polda NTB memaparkan hasil evaluasi penyelenggaraan MotoGP Indonesia sebelumnya sebagai dasar penyempurnaan strategi pengamanan MotoGP 2026.

Evaluasi meliputi penguatan koordinasi lintas instansi, optimalisasi pengamanan kawasan, pengelolaan arus pengunjung, rekayasa lalu lintas, hingga peningkatan kesiapsiagaan operasional agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
MotoGP Mandalika 2026