RADAR BANYUWANGI – Seri ke-12 Moto3 2026 di Sirkuit Silverstone, Inggris, menjadi salah satu balapan paling krusial bagi pembalap Indonesia Veda Ega Pratama. Akhir pekan ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga menjadi kesempatan penting bagi rider Honda Team Asia untuk mempertahankan posisi enam besar klasemen sekaligus menjaga asa meraih gelar Rookie of the Year musim ini.
Persaingan akan dimulai pada Sabtu (8/8/2026) melalui sesi latihan bebas kedua (FP2), sebelum berlanjut ke sesi kualifikasi yang menentukan posisi start balapan utama.
Bagi Veda, hasil kualifikasi memiliki arti strategis. Karakter cepat Sirkuit Silverstone membuat posisi di grid menjadi salah satu faktor penting untuk menghindari persaingan ketat sejak tikungan pertama dan membuka peluang finis di barisan depan.
Jadwal Moto3 Inggris 2026
Rangkaian Moto3 Inggris 2026 diawali dengan Free Practice 2 (FP2) pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 15.40–16.10 WIB.
Setelah itu, pembalap menjalani sesi Qualifying 1 (Q1) dan Qualifying 2 (Q2) yang berlangsung mulai pukul 19.45–20.25 WIB untuk menentukan urutan start.
Balapan utama akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, pukul 20.30 WIB, dengan total 15 lap.
Veda Ega Berburu Poin Penting
Veda datang ke Silverstone dengan bekal 90 poin, yang menempatkannya di peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026.
Posisi tersebut belum sepenuhnya aman. Pembalap Malaysia Hakim Danish terus membayangi di posisi ketujuh dengan 86 poin, atau hanya terpaut empat angka.
Selisih tipis itu membuat setiap poin di Silverstone menjadi sangat berharga.
Apabila mampu finis di depan para pesaingnya, Veda berpeluang memperkuat posisinya di enam besar sekaligus memangkas jarak dengan kelompok lima besar klasemen.
Sebaliknya, hasil kurang maksimal bisa membuat posisinya tergeser pada seri berikutnya.
Silverstone Uji Kecepatan dan Strategi
Silverstone dikenal sebagai salah satu lintasan tercepat dalam kalender Moto3.
Sirkuit ini memiliki kombinasi tikungan cepat dan lintasan lurus panjang yang menuntut keseimbangan antara kecepatan motor, strategi slipstream, serta kemampuan pembalap menjaga ritme hingga lap terakhir.
Di kelas Moto3, kemenangan maupun posisi finis sering ditentukan oleh duel ketat pada beberapa tikungan terakhir.
Karena itu, posisi start hasil kualifikasi diperkirakan menjadi modal penting bagi Veda untuk menghindari kemacetan di kelompok tengah dan menjaga peluang bersaing di rombongan depan.
Persaingan Juara Masih Dipimpin Máximo Quiles
Di papan atas klasemen, Máximo Quiles masih tampil dominan.
Pembalap tersebut memimpin klasemen sementara dengan 231 poin, unggul jauh atas Brian Uriarte yang mengoleksi 127 poin.
Posisi ketiga ditempati Álvaro Carpe dengan 126 poin, disusul Marco Morelli (115 poin) dan David Almansa (109 poin).
Veda berada di posisi keenam dengan 90 poin, terpaut 19 angka dari Almansa.
Meski jaraknya cukup jauh, peluang memperbaiki posisi masih terbuka mengingat musim masih menyisakan sejumlah seri.
Peluang Rookie of the Year Masih Terbuka
Selain klasemen utama, Veda juga masih bersaing dalam perebutan gelar Rookie of the Year Moto3 2026.
Saat ini ia berada di peringkat kedua klasemen rookie dengan 90 poin.
Posisi pertama masih ditempati Brian Uriarte dengan 127 poin, sedangkan Hakim Danish membuntuti di urutan ketiga dengan 86 poin.
Selisih empat poin dengan Danish membuat Veda wajib tampil konsisten agar tetap mempertahankan posisi sebagai rookie terbaik kedua musim ini.
Di sisi lain, hasil positif di Silverstone juga dapat memperkecil jaraknya dengan Uriarte dalam persaingan penghargaan pembalap debutan terbaik.
Momentum Penting Menuju Paruh Kedua Musim
Seri Silverstone menjadi salah satu momentum penentu bagi perjalanan Veda pada musim debutnya di Moto3.
Konsistensi meraih poin dalam setiap balapan akan menjadi kunci menjaga peluang finis di papan atas klasemen sekaligus mempertahankan asa membawa pulang gelar Rookie of the Year.
Apabila mampu memaksimalkan sesi kualifikasi dan mengubahnya menjadi hasil positif pada balapan Minggu malam, Veda berpeluang memperkokoh posisinya di enam besar serta menjaga momentum menghadapi seri-seri berikutnya dalam perebutan gelar Moto3 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin