RADAR BANYUWANGI - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney terus mengoptimalkan penyelenggaraan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, sebagai pengungkit sektor pariwisata sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ajang balap motor kelas dunia tersebut diposisikan tidak hanya sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga sebagai katalis yang mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung.
Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi antarentitas di lingkungan InJourney, optimalisasi infrastruktur kawasan Mandalika, serta pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar manfaat ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Laporan CNBC Indonesia Pariwisata yang terbit pada Jumat (31/7/2026) mengungkapkan komitmen InJourney dalam mentransformasi kawasan Mandalika menjadi destinasi wisata berkelas dunia yang memiliki dampak ekonomi luas.
"Event MotoGP ini bukan hanya tentang balapan tiga hari di lintasan, tetapi bagaimana kita menjadikannya sebagai catalyst untuk menggerakkan seluruh ekosistem pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat setempat," ujar perwakilan InJourney.
Menurut InJourney, sinergi antarsektor menjadi faktor penting agar manfaat penyelenggaraan ajang internasional tidak berhenti pada penyelenggaraan balapan semata. Konektivitas transportasi udara, pengelolaan kawasan wisata, hingga pemberdayaan produk-produk lokal terus diperkuat sehingga nilai ekonomi yang tercipta dapat berputar di dalam negeri.
"Kami terus mendorong sinergi antara konektivitas udara, pengelolaan kawasan, hingga pemberdayaan produk-produk lokal agar nilai tambah dari ajang internasional ini benar-benar berputar di dalam negeri," tegas pihak InJourney.
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika selama beberapa tahun terakhir dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Selama periode balapan, tingkat okupansi hotel dan jumlah penumpang penerbangan mengalami peningkatan yang cukup tinggi seiring melonjaknya kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain sektor akomodasi dan transportasi, dampak ekonomi juga dirasakan oleh pelaku usaha kuliner, jasa transportasi lokal, hingga UMKM yang memasarkan berbagai produk khas daerah. Aktivitas tersebut turut membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan mendorong perputaran ekonomi hingga mencapai triliunan rupiah.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : CNBC Indonesia