RADAR BANYUWANGI - Persaingan Moto3 2026 memasuki babak baru. Tim IntactGP kini menghadapi situasi darurat setelah dua pembalap andalannya, David Almansa dan David Munoz, mengalami cedera. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk menembus lima besar klasemen sementara pada paruh kedua musim.
Saat ini David Almansa masih bertahan di posisi kelima klasemen dengan koleksi 109 poin. Pembalap Spanyol itu mengemas tiga podium, termasuk satu kemenangan di GP Thailand.
Namun, keunggulannya mulai terancam. Veda Ega Pratama yang menjalani musim debut bersama Honda Team Asia terus menempel di peringkat keenam dengan selisih hanya 19 poin.
Persaingan Moto3 musim ini memang berlangsung sangat ketat. Hingga paruh pertama kejuaraan, tercatat 33 podium dibagi oleh 11 pembalap berbeda. Maximo Quiles masih memimpin klasemen berkat torehan 10 podium, sementara Veda menjadi salah satu rookie paling menonjol setelah finis ketiga di GP Brasil dan GP Prancis.
Situasi IntactGP semakin pelik karena Almansa dipastikan harus melewatkan beberapa balapan setelah dibekap cedera dan sempat mengalami radang tenggorokan. Di sisi lain, David Munoz juga harus menepi untuk waktu yang belum ditentukan akibat cedera yang dialaminya setelah kecelakaan pada GP Hungaria.
Kondisi tersebut memaksa manajemen IntactGP menyusun langkah darurat demi menjaga peluang tim tetap kompetitif hingga akhir musim, sekaligus mempertahankan posisi Almansa di zona lima besar klasemen.
Manajer IntactGP, Peter Ottl, mengatakan timnya kini fokus mencari pembalap pengganti terbaik untuk mengisi kekosongan selama dua pembalap utama menjalani pemulihan.
"Kami selalu berusaha memanfaatkan situasi sebaik mungkin dan menemukan pembalap pengganti terbaik," kata Peter Ottl.
Strategi tersebut dinilai penting mengingat setiap poin pada paruh kedua musim akan sangat menentukan posisi klasemen. Jika Almansa kembali absen dalam beberapa seri, Veda Ega berpeluang besar menyalipnya apabila mampu mempertahankan konsistensi finis di zona podium maupun peraih poin.
Bagi Veda, peluang ini menjadi momentum emas untuk mencatat sejarah sebagai rookie yang mampu menembus lima besar klasemen Moto3. Performa stabil yang ditunjukkan sepanjang paruh pertama musim membuat pembalap Indonesia itu mulai diperhitungkan sebagai salah satu pesaing serius di kejuaraan dunia Moto3 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin