RADAR BANYUWANGI – Di tengah performa impresifnya sebagai debutan terbaik sementara Moto3 2026, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama justru memilih bersikap realistis. Alih-alih membidik podium atau gelar juara, rider Honda Team Asia itu mengaku lebih ingin menikmati musim pertamanya sambil mengumpulkan pengalaman sebanyak mungkin di Kejuaraan Dunia Moto3.
Pernyataan tersebut disampaikan Veda saat berada di Jakarta, Kamis (16/7/2026). Pembalap berusia 17 tahun itu menegaskan tidak ingin memasang target terlalu tinggi karena khawatir justru menambah tekanan dalam menjalani musim debutnya.
"Untuk tahun ini karena jadi tahun pertama, saya enggak pasang target yang harus tinggi begitu. Karena saya enggak mau kasih pressure ke diri saya," ujar Veda.
Finis 10 Besar Sudah Jadi Hasil Positif
Bagi Veda, target paling realistis pada musim pertamanya bukanlah mengejar kemenangan di setiap seri.
Ia justru ingin tampil konsisten dengan finis di zona poin atau masuk 10 besar setiap balapan. Menurutnya, hasil tersebut sudah menjadi pencapaian yang sangat baik bagi seorang rookie yang baru pertama kali bersaing di level Moto3.
"Jadi memang enggak ada target. Yang penting bisa finis di 10 besar atau di zona poin, itu sudah bagus. Karena ini tahun pertama saya, saya mau dapat pengalaman sebanyak-banyaknya di sini," katanya.
Pendekatan tersebut menunjukkan kedewasaan Veda dalam membangun karier jangka panjang di ajang balap motor paling bergengsi dunia.
Debut Menjanjikan Bersama Honda Team Asia
Musim 2026 menjadi langkah baru bagi Veda setelah sebelumnya menimba pengalaman di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP.
Bersama Honda Team Asia, Veda langsung mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.
Dari 11 seri Grand Prix yang telah dijalani musim ini, hasil terbaik Veda adalah finis di posisi ketiga, sekaligus membuktikan dirinya mampu bersaing di kelompok depan.
Penampilan konsisten tersebut mengantarkannya ke peringkat keenam klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 90 poin.
Rookie Terbaik Moto3 2026
Meski berada di posisi keenam klasemen keseluruhan, pencapaian Veda memiliki nilai lebih.
Lima pembalap yang berada di atasnya merupakan rider yang sudah memiliki pengalaman tampil di Moto3 pada musim sebelumnya.
Sebaliknya, Veda menjalani musim debut sehingga performanya dinilai sangat menjanjikan.
Dalam kategori Rookie of the Year, pembalap asal Indonesia itu bahkan menjadi salah satu kandidat terkuat berkat konsistensinya sepanjang paruh pertama musim.
Keberhasilannya mengoleksi poin secara rutin membuat namanya semakin diperhitungkan di paddock Moto3.
Silverstone Jadi Tantangan Berikutnya
Usai jeda kompetisi, Veda akan kembali turun pada Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, yang berlangsung 7-9 Agustus 2026.
Lintasan Silverstone dikenal sebagai salah satu sirkuit paling cepat dalam kalender Moto3 dengan karakter tikungan mengalir yang menuntut keberanian sekaligus ketepatan dalam memilih racing line.
Hasil positif di Silverstone berpeluang memperkuat posisi Veda di papan atas klasemen sekaligus menjaga persaingan dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Fokus pada Proses, Bukan Tekanan
Di usianya yang baru 17 tahun, Veda memilih menikmati setiap proses yang dijalani di Moto3 dibanding membebani diri dengan target besar.
Strategi tersebut terbukti mampu membuatnya tampil konsisten sepanjang musim. Dengan masih banyak seri tersisa, peluang menambah poin bahkan kembali naik podium tetap terbuka.
Bila mampu mempertahankan performa tersebut, bukan tidak mungkin pembalap muda Indonesia itu akan menutup musim debutnya sebagai salah satu rookie paling sukses di Moto3 2026 sekaligus membuka jalan menuju target yang lebih besar pada musim-musim berikutnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin