RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap LCR Honda, Johann Zarco, memilih menjalani proses pemulihan cedera secara bertahap tanpa memaksakan diri untuk segera kembali ke lintasan MotoGP. Pembalap asal Prancis itu menegaskan tidak ingin mengambil risiko dengan melakukan comeback terlalu cepat meski mulai menunjukkan perkembangan positif selama masa rehabilitasi.
Berdasarkan laporan Speedweek.com edisi 31 Juli 2026, Zarco mengambil pendekatan berbeda dibandingkan sejumlah pembalap yang memilih memaksakan diri kembali berlaga usai cedera. Rider berusia 36 tahun tersebut menilai kesabaran menjadi kunci agar dapat pulih secara optimal.
Zarco mengalami cedera lutut yang cukup kompleks disertai luka bakar serius setelah terlibat kecelakaan hebat pada awal balapan Grand Prix Katalunya di Barcelona. Insiden tersebut membuatnya harus menepi dari beberapa seri MotoGP musim ini.
Meski demikian, kondisi fisiknya terus menunjukkan perkembangan. Zarco mengaku bersyukur proses rehabilitasi berjalan sesuai harapan dan memilih tidak terbebani oleh situasi bursa transfer pembalap yang kerap menjadi perhatian pada pertengahan musim.
Dalam wawancara bersama stasiun televisi Prancis, Canal+, Zarco mengungkapkan bahwa target pertamanya setelah kecelakaan bukanlah kembali membalap, melainkan mampu berjalan normal.
"Awalnya saya hanya berharap bisa berjalan kembali," ujar Zarco.
Pembalap veteran itu juga mengaku terinspirasi sekaligus menyadari beratnya perjuangan para pembalap yang memaksakan diri pulih lebih cepat. Ia secara khusus menyinggung pengalaman juara dunia Marc Marquez saat menjalani proses penyembuhan cedera.
"Saya melihat bagaimana Marc (Marquez) menderita dan meringis saat bahunya disuntik. Saat itulah saya menyadari betapa sulitnya hal tersebut. Saya tidak merasa seberani dirinya; saya tidak ingin menjadi seorang superhero," kata Zarco.
Menurutnya, keputusan untuk tidak terburu-buru juga dipengaruhi situasi kontraknya bersama LCR Honda yang masih berlaku hingga akhir musim 2027. Kepastian masa depan tersebut membuatnya tidak merasa tertekan untuk segera kembali ke lintasan.
"Namun saya bisa berpikir tenang seperti ini karena saya cukup beruntung sudah mengantongi kontrak hingga akhir 2027. Hal itu memberi saya ruang untuk bisa bersabar," lanjutnya.
Saat ini, Zarco diproyeksikan baru dapat kembali mengendarai Honda RC213V milik LCR Honda paling cepat pada September 2026 ketika rangkaian balapan Asia-Pasifik dimulai. Namun, target yang dinilai paling realistis adalah tampil pada Grand Prix Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Speedweek.com