RADAR BANYUWANGI – Persaingan memperebutkan gelar rookie terbaik Moto3 2026 semakin menarik. Di tengah ketatnya kompetisi para pendatang baru, pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, tampil sebagai sosok paling menonjol. Tak hanya mengoleksi kemenangan, rider muda Spanyol itu juga mengungkap rahasia yang membuatnya mampu tampil kompetitif sejak musim debutnya.
Memasuki paruh musim Moto3 2026, Uriarte menjadi rookie dengan performa paling konsisten. Pembalap binaan mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora, telah mengumpulkan 127 poin, menempati peringkat kedua klasemen sementara Moto3 sekaligus memimpin klasemen khusus rookie.
Dua Kemenangan dan Tiga Podium Jadi Bukti
Kecepatan Brian Uriarte tak lagi sebatas potensi. Ia telah membuktikannya lewat torehan tiga podium, termasuk dua kemenangan yang diraih pada Moto3 GP Italia dan Moto3 GP Jerman.
Catatan tersebut membuatnya unggul jauh dibanding para rookie lain yang baru naik kelas musim ini, termasuk Veda Ega Pratama dari Honda Team Asia.
Meski sama-sama tampil menjanjikan, Veda saat ini masih terpaut 37 poin dari Uriarte dalam persaingan gelar rookie terbaik.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu sejauh ini telah mengoleksi dua podium, tetapi masih membutuhkan konsistensi lebih pada paruh kedua musim apabila ingin memangkas selisih poin.
Ketenangan Jadi Kunci Utama
Di balik performa impresifnya, Uriarte mengaku tidak memiliki rahasia khusus dalam mengarungi musim debutnya. Menurutnya, faktor terpenting yang membuat dirinya mampu tampil cepat adalah menjaga ketenangan di setiap akhir pekan balapan.
Sikap tenang tersebut membantunya memahami karakter motor, mengambil keputusan saat balapan, sekaligus meminimalkan kesalahan ketika bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman.
Pendekatan itu pula yang membuat performanya terus meningkat dari seri ke seri hingga kini menjadi kandidat terkuat peraih penghargaan Rookie of the Year Moto3 2026.
Veda Masih Punya Peluang Mengejar
Meski tertinggal cukup jauh, peluang Veda Ega Pratama belum sepenuhnya tertutup.
Pembalap muda Indonesia itu menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim dengan mampu meraih dua podium bersama Honda Team Asia.
Namun, memasuki paruh kedua kompetisi, Veda dituntut tampil lebih konsisten apabila ingin mengejar dominasi Uriarte yang kini semakin matang bersama KTM Ajo.
Setiap seri tersisa akan menjadi penentu dalam persaingan dua rookie terbaik musim ini.
Persaingan Rookie Diprediksi Makin Sengit
Dengan masih tersisanya sejumlah balapan pada Moto3 2026, duel Brian Uriarte dan Veda Ega diperkirakan akan menjadi salah satu cerita paling menarik di kelas ringan MotoGP.
Uriarte kini berada di posisi unggul berkat konsistensi dan ketenangannya di lintasan, sementara Veda memiliki kesempatan membalikkan keadaan jika mampu memaksimalkan setiap balapan pada paruh kedua musim.
Persaingan keduanya pun dipastikan menjadi sorotan, tidak hanya dalam perebutan gelar rookie terbaik, tetapi juga sebagai gambaran lahirnya generasi baru pembalap yang siap bersaing di level tertinggi balap motor dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin