RADAR BANYUWANGI - Brian Uriarte menjelma menjadi fenomena baru di Moto3 2026. Meski baru menjalani musim debut, pembalap Red Bull KTM Ajo itu langsung tampil kompetitif dengan mengoleksi dua kemenangan dan kini memimpin persaingan rookie terbaik. Di balik performa impresif tersebut, Uriarte mengungkap satu faktor yang menjadi kunci keberhasilannya: tetap tenang dalam setiap balapan.
Pernyataan itu menjadi sorotan menjelang dimulainya paruh kedua Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Dengan 11 seri tersisa, persaingan perebutan gelar rookie terbaik diprediksi semakin sengit, termasuk dengan pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang masih menjadi pesaing terdekatnya.
Hingga memasuki putaran ke-12 musim ini, Brian Uriarte menjadi rookie paling bersinar di antara delapan pendatang baru yang naik ke kelas Moto3. Pembalap muda Spanyol itu tidak hanya mampu beradaptasi dengan cepat, tetapi juga konsisten bersaing di barisan depan.
Dua kemenangan yang diraihnya pada Grand Prix Italia dan Grand Prix Jerman, ditambah satu podium lainnya, mengantarkan Uriarte mengoleksi 127 poin. Raihan tersebut menempatkannya di peringkat kedua klasemen sementara Moto3 sekaligus memimpin klasemen rookie musim 2026.
Keberhasilan itu membuat anak didik Emilio Alzamora—mantan manajer Marc Marquez—disebut sebagai kandidat terkuat peraih gelar Rookie of the Year.
Ketenangan Jadi Senjata Utama
Di tengah sorotan atas performanya, Uriarte mengungkap bahwa ketenangan menjadi modal terpenting dalam menghadapi musim debut di level Grand Prix.
Menurutnya, menjaga fokus tanpa terbawa tekanan membuat dirinya mampu mengambil keputusan yang tepat saat balapan berlangsung, baik ketika menyerang maupun mempertahankan posisi.
Sikap tenang tersebut juga membantunya beradaptasi lebih cepat dengan karakter motor Moto3 dan menghadapi persaingan yang sangat ketat sejak seri pembuka musim.
Pendekatan itu terbukti efektif. Meski berstatus rookie, Uriarte mampu tampil konsisten dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengumpulkan poin maksimal.
Veda Ega Masih Pesaing Terdekat
Di sisi lain, Veda Ega Pratama tetap menjadi rival utama Uriarte dalam perebutan gelar rookie terbaik Moto3 2026.
Pembalap Honda Team Asia asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu telah mencatatkan dua podium pada musim debutnya. Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi pembalap Indonesia yang baru pertama kali menjalani satu musim penuh di Kejuaraan Dunia Moto3.
Meski demikian, Veda masih tertinggal 37 poin dari Uriarte dalam klasemen rookie. Selisih tersebut membuat paruh kedua musim menjadi momentum krusial bagi Veda untuk memangkas jarak sekaligus menjaga peluang merebut gelar pendatang baru terbaik.
Persaingan Diprediksi Makin Sengit
Dengan 11 seri yang masih tersisa, persaingan antara Brian Uriarte dan Veda Ega Pratama diperkirakan akan semakin menarik.
Uriarte datang dengan modal kepercayaan diri tinggi berkat dua kemenangan dan performa yang terus meningkat. Sementara Veda memiliki peluang untuk membalikkan keadaan apabila mampu tampil lebih konsisten dalam mengumpulkan poin pada setiap seri.
Setiap balapan pada paruh kedua musim akan menjadi penentu. Bagi Uriarte, mempertahankan konsistensi menjadi kunci menjaga posisi di puncak klasemen rookie. Sebaliknya, Veda dituntut memanfaatkan setiap kesempatan untuk memangkas selisih poin dan menjaga asa mengakhiri musim sebagai rookie terbaik Moto3 2026.
Persaingan dua pembalap muda tersebut bukan hanya menjadi perhatian pencinta Moto3, tetapi juga dinilai sebagai salah satu duel paling menarik di kelas ringan musim ini. Keduanya sama-sama menunjukkan potensi besar sebagai generasi baru yang siap bersaing di level tertinggi balap motor dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin