Jelang GP Indonesia 2026, Mario Aji dan Veda Ega Asah Racing Line di Sirkuit Mandalika

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:34 WIB
Pembalap Moto2 Mario Suryo Aji (kanan) dan pembalap Moto3 Veda Ega Pratama (tengah) berfoto saat Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di kawasan wisata The Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (18/7/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/sgd)
Pembalap Moto2 Mario Suryo Aji (kanan) dan pembalap Moto3 Veda Ega Pratama (tengah) berfoto saat Homecoming Tour Local Heroes Indonesia di kawasan wisata The Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (18/7/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/sgd)

RADAR BANYUWANGI – Dua pembalap andalan Indonesia, Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama, mulai menjalani program latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (28/7). Sesi latihan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi paruh kedua musim balap sekaligus menyongsong MotoGP Indonesia 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang.

Latihan di Sirkuit Mandalika dilakukan untuk memaksimalkan adaptasi kedua pembalap terhadap karakter lintasan sekaligus meningkatkan catatan waktu. Selain mencari racing line terbaik, Mario dan Veda juga berupaya membangun muscle memory agar semakin siap menghadapi kompetisi internasional.

Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Andhi Satria mengatakan, latihan tersebut difokuskan untuk memperbanyak jam berkendara di lintasan agar kedua pembalap memiliki pemahaman lebih baik terhadap karakter sirkuit.

"Latihan yang dilakukan Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji bertujuan mencari waktu dan jarak tempuh kilometer sebanyak-banyaknya di Sirkuit Mandalika untuk mencari berbagai alternatif mencatatkan waktu terbaik, dan juga membangun muscle memory atau refleks otot," ujar Andhi.

Ia menjelaskan, motor latihan yang digunakan berbeda dengan motor balap yang biasa dipakai Mario di Moto2 maupun Veda di Moto3. Karena itu, fokus utama latihan bukan semata-mata mengejar kecepatan, melainkan membangun insting berkendara di lintasan.

"Karena motor yang dipakai jauh berbeda dengan yang mereka gunakan di balapan, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji mencari racing line atau instinct feeling yang bagus," tambahnya.

Mario Aji Pulihkan Performa, Veda Tambah Jam Terbang

Bagi Mario Aji, latihan ini menjadi momentum penting setelah proses pemulihan cedera yang sempat mengganggu performanya musim ini. Pembalap yang tampil di kelas Moto2 tersebut kini berfokus mengembalikan kondisi fisik agar siap menghadapi rangkaian balapan setelah jeda paruh musim.

Sementara itu, Veda Ega Pratama yang menjalani musim debutnya di Moto3 memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak pengalaman di lintasan. Sebagai rookie, tambahan jam terbang dinilai sangat penting untuk meningkatkan konsistensi performa menghadapi persaingan di level dunia.

Adaptasi Karakter Mandalika Jadi Prioritas

Menurut Andhi, Mario dan Veda sudah cukup lama tidak mengaspal di Mandalika. Karena itu, latihan lebih awal menjadi langkah strategis agar keduanya kembali memahami karakter unik sirkuit yang berada di kawasan pesisir tersebut.

Ia menyoroti tantangan berupa hembusan angin kencang di beberapa sektor lintasan, terutama mulai tikungan enam hingga tikungan sepuluh, yang kerap memengaruhi performa pembalap.

"Dengan latihan lebih awal di Mandalika, perasaan terhadap aspal, tikungan, dan hambatan angin yang sangat besar dari tikungan enam hingga tikungan sepuluh, karena sirkuit ini berada di tepi laut, bisa diantisipasi lebih awal sebelum tampil di hadapan pendukung pada 9–11 Oktober 2026 mendatang," jelasnya.

Target Tampil Maksimal di Hadapan Publik Indonesia

Persiapan lebih awal di Mandalika diharapkan menjadi modal berharga bagi Mario Aji maupun Veda Ega Pratama untuk tampil kompetitif saat GP Indonesia digelar. Dukungan penuh publik tuan rumah juga menjadi motivasi tambahan bagi dua pembalap muda Indonesia tersebut untuk mencatatkan hasil terbaik di lintasan kebanggaan Tanah Air.

Dengan waktu persiapan yang masih tersisa sebelum balapan Oktober mendatang, latihan intensif di Mandalika menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pentas balap motor dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
GP Indonesia Moto2 2026 sirkuit mandalika Mario Aji Veda Ega