RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap senior MotoGP Marc Marquez kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya mengenai narasi "karma" yang ramai diperbincangkan di media sosial menyusul insiden kecelakaan yang menimpa sejumlah pembalap di lintasan.
Rider asal Spanyol itu menegaskan bahwa tidak ada istilah karma dalam dunia balap profesional.
Menurutnya, setiap pembalap memahami risiko besar yang harus dihadapi ketika memacu motor di level tertinggi demi meraih kemenangan.
Marquez mengatakan kecelakaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari olahraga balap motor.
Karena itu, insiden di lintasan tidak seharusnya dikaitkan dengan takhayul maupun anggapan sebagai bentuk pembalasan atas peristiwa yang pernah terjadi sebelumnya.
Ia bahkan mencontohkan perjalanan kariernya untuk membantah anggapan tersebut.
"Karma itu tidak ada. Saya sudah sering membaca kata 'karma' sejak tahun 2015 silam. Namun faktanya, setelah tahun itu, saya justru berhasil memenangkan enam gelar juara dunia lagi. Jadi, jika itu yang mereka sebut sebagai karma, maka saya akan menyambutnya dengan senang hati," ujar Marquez sambil berseloroh, dalam sebuah wawancara yang diunggah melalui media sosial resmi MotoGP.
Pernyataan tersebut menjadi respons atas berbagai komentar warganet yang mengaitkan sejumlah insiden balapan dengan istilah karma.
Marquez menilai pandangan semacam itu tidak mencerminkan realitas yang dihadapi para pembalap di lintasan.
Menurutnya, seluruh rider memasuki setiap seri dengan kesadaran penuh bahwa balapan berkecepatan tinggi selalu mengandung risiko benturan maupun kecelakaan.
Hal itu merupakan konsekuensi dari kompetisi, bukan akibat faktor di luar aspek teknis dan olahraga.
Selain membahas soal narasi karma, Marquez juga menunjukkan solidaritas kepada pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang mengalami insiden di lintasan, termasuk terlibat kecelakaan dengan Marquez yang sempat terjadi di Sirkuit Mandalika, Indonesia.
Juara dunia MotoGP itu mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menggunakan media sosial untuk meredam reaksi negatif publik agar tidak melayangkan hujatan kepada Bezzecchi.
Marquez menilai tidak bijak menyalahkan ataupun menekan seorang pembalap yang sedang mengalami musibah saat bertanding.
Ia mengingatkan bahwa kecelakaan merupakan bagian dari dinamika balapan yang dapat menimpa siapa saja.
"Hal-hal seperti ini (kecelakaan) biasa terjadi dalam balapan. Jangan menekan atau menyudutkan Marco (Bezzecchi)," tegasnya.
Melalui pernyataan tersebut, Marquez berharap para penggemar dapat memahami karakter olahraga balap motor yang sarat risiko sekaligus tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Ia juga menyampaikan doa agar Marco Bezzecchi segera pulih sepenuhnya sehingga dapat kembali bersaing pada seri-seri MotoGP berikutnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi