RADARBANYUWANGI.ID – Harapan besar Veda Ega Pratama membawa pulang poin dari Moto3 Belanda 2026 harus pupus setelah pembalap muda Indonesia itu mengalami kecelakaan tunggal pada lap ketujuh di Sirkuit Assen, Minggu waktu setempat. Insiden di Tikungan 4 memaksa rider Honda Team Asia gagal menyelesaikan balapan sekaligus kehilangan peluang mempertahankan posisinya di papan atas klasemen sementara.
Kegagalan tersebut terasa semakin menyakitkan karena sepanjang akhir pekan Veda tampil menjanjikan. Pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul itu sukses menembus sesi Q2 dan mengamankan posisi start ketujuh, salah satu pencapaian terbaiknya musim ini.
Akhir Pekan Menjanjikan Berakhir Antiklimaks
Sejak sesi latihan hingga kualifikasi, Veda menunjukkan perkembangan signifikan. Kecepatan motornya mampu bersaing dengan para pembalap papan atas Moto3.
Namun, momentum positif itu sirna ketika dirinya kehilangan kendali di lap ketujuh dan terjatuh di Tikungan 4. Balapan pun berakhir lebih cepat bagi pembalap andalan Honda Team Asia tersebut.
Veda mengaku sangat kecewa karena hasil balapan tidak mencerminkan performa yang telah dibangunnya sepanjang akhir pekan.
Menurutnya, kesempatan untuk meraih poin besar sebenarnya terbuka lebar mengingat dirinya memulai balapan dari barisan depan.
Akui Kesalahan dan Ambil Pelajaran
Meski kecewa, Veda memilih tidak larut dalam penyesalan. Ia mengakui kecelakaan yang dialaminya terjadi akibat kesalahannya sendiri.
Pengalaman di Assen justru dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas balap, terutama dalam menyusun strategi saat berada di rombongan terdepan.
Pembalap yang digadang-gadang menjadi salah satu talenta Asia paling menjanjikan itu menilai dirinya kini semakin percaya diri karena mampu bersaing dengan para rider elite Moto3.
Ia bertekad tampil lebih tenang dan cermat agar kesalahan serupa tidak kembali terulang pada seri-seri berikutnya.
Posisi Klasemen Turun
Gagal meraih poin membuat posisi Veda di klasemen sementara Moto3 2026 turun satu peringkat.
Kini ia berada di urutan ketujuh dengan koleksi 82 poin, setelah disalip pembalap Malaysia Hakim Danish yang berhasil finis di posisi ke-10 pada balapan Assen dan menyamai perolehan poinnya.
Sementara itu, puncak klasemen masih dikuasai secara dominan oleh Maximo Quiles dengan raihan 211 poin, memperlebar jarak dari para pesaingnya.
Bidik Kebangkitan di Moto3 Jerman
Usai hasil mengecewakan di Belanda, fokus Veda kini sepenuhnya tertuju pada Moto3 Jerman di Sirkuit Sachsenring yang akan berlangsung pada 10–12 Juli 2026.
Seri ke-11 tersebut memiliki arti penting karena menjadi balapan terakhir sebelum kompetisi memasuki jeda musim panas selama sekitar empat pekan.
Veda berharap dapat memanfaatkan karakteristik Sachsenring untuk kembali mengumpulkan poin dan memperbaiki posisinya di klasemen.
Dengan modal kecepatan yang telah ditunjukkan di Assen, pembalap muda Indonesia itu optimistis mampu bangkit dan kembali bersaing di barisan depan.
Kebangkitan di Sachsenring juga akan menjadi momentum penting bagi Veda untuk menjaga peluang finis di papan atas klasemen Moto3 musim 2026 sekaligus melanjutkan perkembangan kariernya di level Grand Prix. (*)
Editor : Ali Sodiqin