RADARBANYUWANGI.ID – Setelah berbulan-bulan bertarung melawan para pebalap terbaik dunia di Moto3 2026, Veda Ega Pratama akhirnya kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Namun bukan podium, trofi, atau urusan balap yang pertama kali dicari pembalap muda asal Yogyakarta tersebut. Veda justru langsung berburu makanan khas Nusantara yang selama ini dirindukannya.
Di tengah jadwal kompetisi yang padat dan tekanan tinggi sepanjang musim debutnya di Moto3, kepulangan ke Tanah Air menjadi momen yang sangat berharga bagi pebalap Honda Team Asia tersebut. Selain bisa bertemu keluarga dan sahabat, Veda mengaku rindu suasana Indonesia yang tidak bisa ia temukan saat menjalani balapan di berbagai negara.
Salah satu yang paling dirindukan adalah kuliner khas Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Coto Makassar menjadi menu pertama yang langsung disantapnya sesaat setelah kembali ke Tanah Air.
"Saya senang bisa kembali ke Indonesia dan kembali merasakan kuliner khas negara kita. Saya bisa langsung makan Coto Makassar dan kulineran lainnya. Bertemu teman-teman dan juga merasakan kehidupan lagi di negara sendiri," ujar Veda saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta.
Di Balik Senyum Veda, Ada Perjuangan Berat di Moto3
Kepulangan Veda ke Indonesia datang di tengah performa impresifnya pada musim debut Moto3 2026.
Pebalap berusia muda itu saat ini menjadi salah satu pembalap paling diperhitungkan di kelas Moto3 setelah beberapa kali tampil kompetitif melawan rider-rider yang lebih berpengalaman.
Namun di balik hasil positif tersebut, Veda mengaku perjuangannya tidak mudah.
Moto3 menjadi tantangan besar karena hampir seluruh sirkuit yang digunakan merupakan trek baru yang belum pernah ia jajal sebelumnya. Kondisi itu memaksanya bekerja lebih keras dibanding sebagian rivalnya yang sudah mengenal karakter lintasan sejak lama.
Menurut Veda, persiapan menghadapi balapan tidak hanya dilakukan di atas motor.
Ia harus mempelajari data balapan musim-musim sebelumnya, memahami karakter lintasan melalui video, menganalisis setup motor, hingga menjalani simulasi secara detail sebelum turun ke trek.
"Bertarung di Moto3 bukan sesuatu yang mudah. Saya melakukan banyak cara agar bisa tampil kompetitif, terutama di sirkuit-sirkuit baru. Belajar dari data pembalap sebelumnya, setup hingga simulasi harus dilakukan secara konsisten," katanya.
Tak Menyangka Bisa Bersaing di Papan Atas
Salah satu pengakuan menarik dari Veda adalah rasa terkejutnya melihat perkembangan performa yang ditunjukkan sepanjang musim ini.
Meski datang sebagai rookie atau pendatang baru, ia mampu bersaing dengan pebalap yang telah lebih lama tampil di level dunia.
Hasil-hasil positif yang diraih membuat namanya mulai diperhitungkan dalam persaingan Moto3 musim ini.
Meski demikian, Veda memilih tetap rendah hati dan tidak ingin terlena dengan pencapaian sementara.
Menurutnya, proses belajar masih jauh dari selesai dan masih banyak aspek yang harus diperbaiki agar mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi.
"Saya juga kaget bisa kompetitif di Moto3 karena persaingannya sangat ketat. Tapi saya tetap harus belajar dan beradaptasi lebih cepat agar bisa lebih baik lagi," ungkapnya.
Balaton Park Jadi Ujian Baru
Dari sekian banyak lintasan yang dihadapi musim ini, Veda mengakui setiap sirkuit memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
Salah satu tantangan terbaru datang dari Sirkuit Balaton Park di Hungaria yang menjadi bagian kalender Moto3 musim 2026.
Lintasan tersebut menghadirkan karakter yang berbeda dibanding trek-trek sebelumnya sehingga membutuhkan proses adaptasi yang tidak mudah.
Karena itu, Veda menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah terus mempelajari data dan memahami karakter setiap sirkuit secara maksimal.
"Semua sirkuit punya tantangan berbeda-beda. Yang penting terus belajar, memahami data, dan berusaha tampil kompetitif," ujarnya.
Manfaatkan Libur untuk Isi Ulang Energi
Meski masih menyisakan beberapa seri balapan sebelum jeda pertengahan musim, Veda sudah menyiapkan rencana untuk masa rehat nanti.
Alih-alih berlibur panjang, pebalap kebanggaan Indonesia itu akan memanfaatkan waktu tersebut untuk tetap berlatih sekaligus memulihkan kondisi fisik dan mental.
Menurutnya, menjaga kebugaran dan pikiran tetap segar sangat penting sebelum memasuki paruh kedua musim yang biasanya berlangsung lebih ketat.
Dengan performa yang terus meningkat dan dukungan besar dari publik Indonesia, Veda kini membawa harapan baru bagi dunia balap nasional.
Di usianya yang masih muda, ia tidak hanya sedang mengejar prestasi pribadi, tetapi juga membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk percaya bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di panggung balap motor dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin