Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama Ungkap Momen yang Mengubah Kariernya di Moto3 2026

Ali Sodiqin • Kamis, 11 Juni 2026 | 17:30 WIB
Veda Ega Pratama dan Hakim Danish punya modal besar jelang Moto3 Italia 2026 setelah pernah menguasai Sirkuit Mugello di Rookies Cup. (Honda Team Asia)
Veda Ega Pratama Bikin Geger Moto3 2026, Debutan Indonesia Tembus Peringkat 6 Dunia. (Honda Team Asia)

RADARBANYUWANGI.ID – Di saat banyak pebalap debutan masih berjuang beradaptasi dengan kerasnya persaingan Moto3, Veda Ega Pratama justru mencuri perhatian dunia. Pebalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia itu tampil melampaui ekspektasi pada musim pertamanya dan kini menempati posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026.

Memasuki pertengahan musim, Veda telah mengumpulkan 71 poin dan bersaing ketat dengan para pebalap yang lebih berpengalaman. Pencapaian tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar Moto3 musim ini sekaligus membuka harapan baru bagi Indonesia di pentas balap dunia.

Bagi pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, hasil tersebut bahkan di luar prediksi yang ia buat bersama tim sebelum musim dimulai.

Target Awalnya Hanya Mengumpulkan Poin

Siapa sangka, pebalap yang kini menjadi sorotan paddock Moto3 itu awalnya hanya memasang target sederhana.

Veda mengungkapkan bahwa dirinya dan Honda Team Asia tidak pernah membayangkan bisa langsung bersaing di papan atas klasemen dunia pada musim debut.

Fokus utama mereka saat memulai musim hanyalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin dan mempercepat proses adaptasi terhadap atmosfer kejuaraan dunia.

Namun hasil demi hasil positif yang diraih sejak seri pembuka membuat target tersebut berubah dengan sendirinya.

"Awalnya targetnya hanya bisa mendapatkan poin sebanyak-banyaknya. Saya juga tidak menyangka bisa berada di posisi sekarang," ujar Veda saat ditemui di Jakarta.

Thailand Jadi Titik Balik Kepercayaan Diri

Menurut Veda, seri Thailand menjadi momen penting yang mengubah cara pandangnya terhadap persaingan Moto3.

Pada balapan debutnya tersebut, Veda langsung tampil impresif dengan finis di posisi kelima. Hasil itu menjadi sinyal bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk bersaing dengan para pebalap terbaik dunia.

Kepercayaan dirinya semakin meningkat setelah menyadari bahwa kecepatan yang dimiliki cukup kompetitif untuk bertarung di grup depan.

Meski demikian, Veda mengaku masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sepanjang musim.

Ia menyadari bahwa level kompetisi Moto3 jauh lebih kompleks dibandingkan ajang-ajang yang pernah diikutinya sebelumnya.

Adaptasi Lintasan Jadi Tantangan Terbesar

Salah satu kendala terbesar yang dihadapi Veda musim ini adalah beradaptasi dengan sirkuit-sirkuit baru yang belum pernah ia jajal sebelumnya.

Berbeda dengan sejumlah rival yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun di berbagai lintasan Eropa dan Amerika, Veda harus memulai semuanya dari nol.

Untuk mempercepat proses adaptasi, ia memanfaatkan data historis yang disiapkan Honda Team Asia serta mempelajari rekaman video balapan dari musim-musim sebelumnya.

Strategi tersebut terbukti efektif membantu Veda memahami karakter lintasan sebelum turun langsung ke trek.

Meski mengakui prosesnya tidak mudah, pebalap berusia muda itu terus menunjukkan perkembangan signifikan dari seri ke seri.

Cetak Sejarah untuk Indonesia

Perjalanan Veda musim ini tidak hanya mengesankan secara statistik, tetapi juga bersejarah.

Setelah finis kelima pada seri pembuka di Thailand, Veda berhasil mencatatkan pencapaian yang belum pernah diraih pebalap Indonesia sebelumnya.

Pada seri Brasil, ia finis di posisi ketiga dan meraih podium perdana Moto3. Hasil tersebut sekaligus menjadi podium pertama pebalap Indonesia dalam sejarah Grand Prix World Championship.

Prestasi itu langsung mendapat perhatian luas dari pencinta balap motor nasional maupun internasional.

Veda membuktikan bahwa pebalap Indonesia mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia jika mendapatkan kesempatan dan dukungan yang tepat.

Konsistensi Jadi Kunci

Meski sempat gagal finis pada seri Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, Veda menunjukkan mentalitas kuat dengan bangkit pada balapan berikutnya.

Di Le Mans, Prancis, ia kembali tampil impresif dan finis di posisi keempat meski sempat tercecer dari rombongan terdepan.

Kemampuan mengamankan poin secara konsisten menjadi faktor utama yang mengangkat posisinya ke peringkat enam klasemen sementara.

Dengan masih banyak seri tersisa hingga akhir musim, peluang Veda untuk menembus lima besar bahkan bersaing memperebutkan posisi yang lebih tinggi masih terbuka lebar.

Harapan Baru Balap Indonesia

Penampilan Veda Ega Pratama pada Moto3 2026 menjadi angin segar bagi dunia balap Indonesia.

Di tengah dominasi pebalap Eropa dan Amerika Latin, kemunculan talenta muda asal Indonesia ini menunjukkan bahwa pembinaan balap nasional mulai menghasilkan buah.

Jika mampu mempertahankan konsistensi dan terus berkembang sepanjang musim, bukan tidak mungkin Veda akan menjadi pebalap Indonesia pertama yang mampu bersaing dalam perebutan gelar juara dunia di level Grand Prix.

Untuk saat ini, satu hal yang pasti: musim debut Veda Ega Pratama sudah melampaui ekspektasi dan menjadikannya salah satu cerita paling menarik di Moto3 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 2026 #klasemen Moto3 #Honda Team #Pebalap Indonesia #Veda Ega