Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banding Leopard Ditolak, Veda Ega Resmi Naik ke Peringkat 3 Dunia

Ali Sodiqin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 21:01 WIB
Peluang Veda Ega Pratama Tembus 3 Besar Klasemen Moto3 (Instagram/veda_54)
Banding Leopard Racing ditolak FIM. Veda Ega Pratama resmi naik ke peringkat tiga klasemen Moto3 2026 dengan koleksi 71 poin. (Instagram/veda_54)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar besar datang untuk dunia balap Indonesia. Pembalap muda Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, resmi melesat ke peringkat ketiga klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026 setelah Panel Juri Banding Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM) menolak gugatan Leopard Racing terkait kasus manipulasi segel mesin milik Adrian Fernandez.

Keputusan yang diumumkan Jumat malam (5/6) waktu Hungaria atau Sabtu dini hari WIB itu sekaligus mengakhiri polemik panjang yang sempat membuat status poin Fernandez menggantung selama beberapa hari terakhir.

Dengan ditolaknya banding tersebut, hukuman diskualifikasi terhadap Fernandez dari Grand Prix Prancis dan Grand Prix Catalunya dinyatakan sah dan berkekuatan tetap. Dampaknya langsung terasa pada peta persaingan klasemen Moto3 musim 2026.

Veda menjadi pihak yang paling diuntungkan. Rider asal Indonesia itu kini resmi mengoleksi 71 poin dan naik ke posisi ketiga klasemen dunia, menggeser sejumlah rival yang sebelumnya berada di atasnya.

Kasus bermula ketika dua mesin Honda NSF250RW milik Adrian Fernandez ditemukan melanggar regulasi teknis setelah segel resmi mesin diketahui rusak dan diduga telah dibuka tanpa izin.

Temuan tersebut membuat Juri FIM MotoGP menjatuhkan sanksi diskualifikasi terhadap Fernandez dari dua seri balapan, yakni Michelin Grand Prix of France dan Monster Energy Grand Prix of Catalunya.

Tidak menerima keputusan tersebut, Leopard Racing mengajukan banding resmi kepada Panel Juri Banding FIM pada 5 Juni 2026 pukul 13.25 waktu Hungaria. Tim asal Spanyol itu juga menyertakan uang jaminan banding sebesar 1.320 euro atau sekitar Rp 27,5 juta melalui jaminan IRTA.

Sidang banding berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Hungaria, selama hampir tiga jam. Panel dipimpin Stuart Higgs dan Rezso Bulcsu dengan menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari perwakilan Leopard Racing, Direktur Teknis FIM, teknisi pabrikan Honda, hingga Juri FIM MotoGP.

Dalam persidangan, Direktur Teknis FIM Danny Aldridge memaparkan hasil pemeriksaan fisik mesin yang menunjukkan adanya kerusakan pada sistem segel resmi. Selain itu ditemukan indikasi kuat bahwa mesin telah dibongkar dan dirakit ulang tanpa persetujuan resmi.

Temuan tersebut diperkuat laporan dari pihak pabrikan yang menyatakan salah satu mesin bernomor A811 sudah tidak layak digunakan untuk kompetisi karena beberapa komponennya berada dalam kondisi berpotensi membahayakan setelah proses perakitan ulang.

Berdasarkan regulasi teknis Moto3 Pasal 2.6.3.3.13 huruf (c), mesin yang segelnya rusak, hilang, atau diduga dimanipulasi dianggap telah dibangun ulang dan harus diperlakukan sebagai mesin baru dalam alokasi mesin pembalap.

Panel Juri Banding akhirnya menyimpulkan bahwa Leopard Racing gagal menghadirkan bukti yang mampu membantah temuan teknis tersebut.

Dalam putusan akhirnya, FIM memutuskan untuk menguatkan seluruh keputusan Juri MotoGP sebelumnya dan menolak banding Leopard Racing.

Meski demikian, Leopard Racing masih memiliki satu jalur hukum terakhir dengan mengajukan perkara ke Court of Appeal International (CAI) di Kanton Vaud, Swiss, dalam waktu lima hari sejak keputusan diumumkan.

Veda Panen Keuntungan

Putusan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi Veda Ega Pratama yang sedang menjalani musim terbaiknya di Moto3.

Revisi hasil balapan membuat pembalap berusia muda itu secara resmi mengoleksi dua podium ketiga sepanjang musim 2026, yakni pada GP Brasil di Goiânia dan GP Prancis di Le Mans.

Tambahan poin dari revisi klasemen membawa Veda naik ke posisi ketiga dunia dengan 71 poin.

Posisi tersebut membuat peluang Veda untuk terus bersaing dalam perebutan gelar juara dunia Moto3 semakin terbuka, terlebih musim masih menyisakan banyak seri.

Lima Besar Klasemen Moto3 2026

  1. Maximo Quiles – 145 poin

  2. Alvaro Carpe – 95 poin

  3. Veda Ega Pratama – 71 poin

  4. Marco Morelli – 68 poin

  5. Valentin Perrone – 60 poin

Kenaikan Veda ke posisi tiga dunia menjadi salah satu pencapaian terbesar pembalap Indonesia di ajang Grand Prix dalam beberapa tahun terakhir. Momentum tersebut datang di saat yang tepat, menjelang balapan Moto3 Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park.

Dengan status baru sebagai penghuni tiga besar klasemen dunia, seluruh perhatian kini tertuju pada Veda. Jika mampu mempertahankan konsistensi dan kembali meraih podium, peluang pembalap Honda Team Asia itu untuk terus menekan dua pemuncak klasemen bukan lagi sekadar mimpi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 2026 #klasemen Moto3 #fim #Adrian Fernandez #veda ega pratama