Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Terbanyak Putaran, Masih Terbawah FP1

Ali Sodiqin • Sabtu, 6 Juni 2026 | 12:30 WIB
Veda Ega Pratama saat menjalani sesi practice Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello dan berhasil mengamankan tiket langsung ke Q2. (Honda Team Asia)
Veda Ega Pratama saat menjalani sesi practice Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello dan berhasil mengamankan tiket langsung ke Q2. (Honda Team Asia)

RADARBANYUWANGI.ID – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, memaksimalkan sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Hungaria 2026 dengan fokus mengumpulkan data dan beradaptasi dengan karakter Sirkuit Balaton Park, Jumat (5/6). Meski menjadi rider dengan jumlah putaran terbanyak, pembalap Honda Team Asia itu masih menempati posisi paling bawah dalam daftar waktu lap.

Pada sesi yang berlangsung di lintasan baru Balaton Park, Hungaria, Veda mencatat total 19 putaran, terbanyak dibanding seluruh pembalap yang turun pada FP1. Strategi tersebut menunjukkan fokus tim untuk memaksimalkan waktu latihan demi memahami karakter trek serta mencari setelan motor yang ideal sebelum memasuki sesi-sesi yang lebih menentukan.

Namun, banyaknya putaran yang dilahap belum berbanding lurus dengan catatan waktu. Veda mengakhiri FP1 di posisi ke-26 atau terakhir dengan torehan 1 menit 49,169 detik.

Meski demikian, hasil FP1 belum menjadi gambaran sesungguhnya kekuatan para pembalap. Sesi latihan bebas pertama hanya digunakan untuk adaptasi lintasan, pengumpulan data, dan evaluasi set-up motor. Hasilnya juga tidak memengaruhi posisi start maupun penentuan kualifikasi.

Sejak awal sesi, seluruh pembalap langsung turun ke lintasan untuk mengenal karakter Balaton Park yang kembali masuk kalender MotoGP dan menjadi tantangan tersendiri bagi banyak rider muda Moto3.

Veda memulai sesi dengan catatan waktu 1 menit 53,349 detik pada run pertamanya. Seiring bertambahnya jumlah putaran, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu terus memperbaiki waktunya sambil mengevaluasi performa motor Honda yang digunakan.

Persaingan di papan atas berlangsung cukup dinamis. Pembalap Spanyol David Munoz sempat menjadi rider pertama yang mencatatkan waktu tercepat dengan torehan 1 menit 49,628 detik. Munoz datang ke Hungaria dengan modal positif setelah meraih podium ketiga pada balapan di sirkuit yang sama musim lalu.

Tak lama kemudian, posisi puncak direbut oleh Maximo Quiles. Pembalap yang berstatus pemenang GP Hungaria musim lalu itu langsung menunjukkan kecepatan sejak awal akhir pekan dengan catatan 1 menit 48,504 detik.

Dominasi Quiles pada fase awal FP1 memperlihatkan bahwa pengalaman di Balaton Park menjadi salah satu faktor penting untuk meraih kecepatan maksimal. Sementara itu, para rookie dan pembalap yang baru pertama kali menjajal lintasan tersebut masih membutuhkan waktu lebih banyak untuk menemukan ritme terbaik.

Bagi Veda, fokus utama pada FP1 tampaknya bukan mengejar posisi, melainkan membangun fondasi yang kuat untuk menghadapi sesi latihan berikutnya. Keputusan menjalani 19 putaran menunjukkan pendekatan strategis Honda Team Asia dalam mengumpulkan sebanyak mungkin data demi meningkatkan performa pada Practice dan kualifikasi.

Dengan masih tersisa sejumlah sesi penting sepanjang akhir pekan, peluang Veda untuk memperbaiki catatan waktunya tetap terbuka. Adaptasi yang semakin baik terhadap karakter Balaton Park akan menjadi kunci bagi pembalap Indonesia tersebut untuk bersaing lebih kompetitif pada Moto3 Hungaria 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 Hungaria 2026 #FP1 Moto3 #balaton park #Honda Team Asia #veda ega pratama