Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 4 Moto3 2026 Tanpa Balapan, Rival Kena Diskualifikasi karena Oli Ilegal

Ali Sodiqin • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:14 WIB
Peluang Veda Ega Pratama Tembus 3 Besar Klasemen Moto3 (Instagram/veda_54)
Veda Ega Pratama naik ke posisi empat klasemen Moto3 2026 setelah Brian Uriarte didiskualifikasi akibat pelanggaran teknis penggunaan oli. (Instagram/veda_54)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar menggembirakan datang dari ajang Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, berhasil naik ke posisi empat klasemen sementara tanpa harus memutar gas di lintasan. Perubahan posisi itu terjadi setelah rival utamanya, Brian Uriarte, dijatuhi hukuman diskualifikasi akibat pelanggaran teknis yang terungkap dalam pemeriksaan pascabalapan.

Keputusan tersebut langsung mengubah peta persaingan Moto3 musim ini. Veda yang sebelumnya berada di peringkat kelima kini melesat satu tingkat ke posisi empat klasemen sementara dan kembali memimpin perburuan gelar rookie terbaik musim 2026.

Drama tersebut bermula dari hasil investigasi Steward FIM MotoGP terhadap motor milik Brian Uriarte dari tim Red Bull KTM Ajo.

Pembalap muda Spanyol yang baru saja mencuri perhatian usai memenangi GP Italia di Sirkuit Mugello itu dinyatakan melanggar regulasi teknis terkait penggunaan oli mesin yang tidak sesuai spesifikasi resmi kejuaraan.

Meski kemenangan Uriarte pada GP Italia tetap dinyatakan sah, hukuman justru dijatuhkan terhadap hasil balapan Moto3 Catalunya yang digelar pada 17 Mei 2026.

Pelanggaran Teknis Terungkap Setelah Pemeriksaan FIM

Dalam laporan resmi steward, ditemukan adanya penggunaan oli yang tidak sesuai dengan regulasi teknis yang berlaku di Moto3.

Aturan kejuaraan mengharuskan seluruh tim menggunakan oli resmi tanpa tambahan maupun modifikasi tertentu.

Steward FIM MotoGP menegaskan bahwa setiap tim wajib mematuhi spesifikasi yang telah ditentukan dan sewaktu-waktu dapat diminta menyerahkan sampel oli untuk pemeriksaan teknis.

Pelanggaran tersebut membuat hasil finis Uriarte di GP Catalunya dibatalkan.

Padahal pada seri tersebut, pembalap berusia 17 tahun itu tampil impresif dengan mengamankan posisi start terdepan sebelum akhirnya finis di posisi keempat.

Akibat diskualifikasi tersebut, seluruh poin yang diperolehnya di Catalunya dicabut.

Kehilangan 13 Poin, Uriarte Terjun Bebas

Sanksi yang dijatuhkan berdampak besar terhadap klasemen sementara Moto3 2026.

Uriarte kehilangan 13 poin dari hasil finis keempatnya di Catalunya.

Total poin yang sebelumnya mencapai 67 kini menyusut menjadi 54 poin.

Dampaknya langsung terasa dalam klasemen pembalap. Uriarte yang sebelumnya menempati posisi keempat harus turun drastis ke peringkat kedelapan.

Penurunan itu membuka jalan bagi sejumlah rivalnya untuk naik peringkat, termasuk Veda Ega Pratama.

Pembalap Honda Team Asia tersebut sebelumnya hanya terpaut satu poin dari Uriarte.

Setelah revisi klasemen diumumkan, Veda langsung melonjak ke posisi empat dengan koleksi 67 poin.

Veda Dapat Tambahan Poin

Tak hanya mendapat keuntungan dari berkurangnya poin Uriarte, Veda juga memperoleh tambahan satu angka dari revisi hasil GP Catalunya.

Dalam klasifikasi terbaru, posisi finis Veda pada seri tersebut meningkat dari urutan kedelapan menjadi ketujuh.

Perubahan posisi itu membuat pembalap asal Indonesia tersebut memperoleh tambahan satu poin yang semakin memperkokoh posisinya di papan atas klasemen.

Kenaikan ini menjadi bukti konsistensi Veda sepanjang musim.

Meski berstatus rookie, performanya mampu bersaing dengan para pembalap yang lebih berpengalaman di kelas Moto3.

Kembali Pimpin Perebutan Gelar Rookie Terbaik

Keuntungan terbesar bagi Veda tidak hanya datang dari peningkatan posisi klasemen umum.

Diskualifikasi Uriarte juga membuat pembalap berjuluk The Rocket Boy kembali memimpin klasemen rookie terbaik Moto3 2026.

Kini Veda unggul 13 poin atas Uriarte yang selama beberapa seri terakhir menjadi pesaing terdekatnya dalam kategori pembalap debutan.

Persaingan kedua talenta muda tersebut memang menjadi salah satu cerita menarik Moto3 musim ini.

Keduanya sama-sama tampil impresif dan beberapa kali mampu mengganggu dominasi para pembalap senior di papan atas.

Dengan tersisanya banyak seri balapan, duel Veda dan Uriarte diprediksi masih akan menjadi salah satu sorotan utama hingga akhir musim.

Peluang Banding Masih Terbuka

Meski telah dijatuhi hukuman, Uriarte masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Namun hingga kini belum ada kepastian apakah tim Red Bull KTM Ajo akan menggunakan hak tersebut atau menerima hasil investigasi steward.

Jika banding ditolak atau tidak diajukan, maka perubahan klasemen yang saat ini berlaku akan menjadi hasil resmi kejuaraan.

Situasi itu tentu menguntungkan Veda yang sedang berupaya mengamankan posisi terbaik dalam musim debutnya di Moto3.

Fokus ke Moto3 Hungaria

Sementara drama diskualifikasi masih menjadi perbincangan di paddock, seluruh tim kini mulai mengalihkan fokus menuju seri berikutnya.

Kejuaraan Moto3 2026 akan berlanjut pada putaran kedelapan yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park, Balatonfokajar, Hungaria, pada 5-7 Juni 2026.

Seri ini menjadi tantangan baru bagi para pembalap karena karakter lintasan yang belum terlalu familiar bagi sebagian besar peserta.

Menariknya, baik Veda maupun Uriarte sama-sama belum memiliki banyak pengalaman di sirkuit tersebut.

Persaingan dipastikan semakin sengit karena setiap poin akan sangat berharga dalam perebutan posisi klasemen.

Klasemen Moto3 2026 Makin Ketat

Meski masih tertinggal cukup jauh dari pemuncak klasemen, peluang Veda untuk terus memperbaiki posisi masih terbuka lebar.

Saat ini puncak klasemen ditempati Maximo Quiles dengan 145 poin.

Posisi kedua dihuni Alvaro Carpe dengan 93 poin, disusul Adrian Fernandez dengan 90 poin.

Veda kini menempati posisi keempat dengan 67 poin, unggul atas Marco Morelli yang mengoleksi 62 poin.

Sementara Brian Uriarte harus puas turun ke posisi kedelapan dengan 54 poin setelah kehilangan 13 angka akibat diskualifikasi.

Bagi Indonesia, pencapaian Veda menjadi kabar yang sangat menggembirakan.

Di usia muda, pembalap Honda Team Asia itu tidak hanya mampu bersaing di level dunia, tetapi juga menunjukkan mentalitas kuat untuk terus berkembang di tengah ketatnya persaingan Moto3.

Kini perhatian publik Tanah Air akan tertuju ke Hungaria. Jika mampu mempertahankan konsistensinya, bukan tidak mungkin Veda kembali menciptakan kejutan dan semakin mendekati kelompok terdepan klasemen Moto3 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#klasemen Moto3 2026 #Moto3 Hungaria 2026 #Honda Team Asia #veda ega pratama #Brian Uriarte