Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hakim Danish Ukir Sejarah di Moto3 Italia 2026, Podium Perdana yang Ditunggu Malaysia Selama 10 Tahun

Ali Sodiqin • Senin, 1 Juni 2026 | 10:21 WIB
Hakim Danish percaya diri jelang Moto3 Italia di Sirkuit Mugello. (Instagram/@hakimdanish_13)
Hakim Danish finis ketiga di Moto3 Italia 2026. Pembalap Malaysia itu mencetak sejarah dan mengakhiri penantian podium GP selama 10 tahun. (Instagram/@hakimdanish_13)

RADARBANYUWANGI.ID - Penantian panjang Malaysia untuk kembali melihat pembalapnya berdiri di podium grand prix akhirnya berakhir. Hakim Danish Ramli mencetak sejarah baru setelah finis ketiga dalam balapan Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello, Minggu (31/5), sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Asia Tenggara.

Bukan sekadar podium biasa. Hasil di Mugello menjadi tonggak penting bagi karier pembalap berusia 18 tahun tersebut karena merupakan podium perdana dalam musim debutnya di ajang Moto3. Lebih dari itu, pencapaian tersebut mengakhiri puasa podium Malaysia di level grand prix yang sudah berlangsung selama satu dekade.

Di tengah persaingan ketat dan pertarungan sengit sepanjang balapan, pembalap tim MSi itu menunjukkan kematangan, keberanian, dan mentalitas yang jarang dimiliki rider muda seusianya.

Ketika bendera finis dikibarkan, Hakim Danish berhasil mengamankan posisi ketiga di belakang duo KTM, Brian Uriarte dan Alvaro Carpe yang finis sebagai juara dan runner-up.

Mimpi yang Akhirnya Menjadi Kenyataan

Usai balapan, ekspresi bahagia tidak bisa disembunyikan dari wajah Hakim Danish. Ia mengaku podium tersebut merupakan impian yang telah lama dikejarnya sejak mulai meniti karier di lintasan balap.

Pembalap asal Malaysia itu menyebut pencapaian di Mugello sebagai salah satu momen paling berharga dalam hidupnya.

"Saya sangat senang bisa naik podium tahun ini di musim pertama saya di Moto3. Itu adalah mimpi dan saya sudah menunggunya sejak lama. Setelah mencoba berkali-kali, akhirnya saya berhasil," ujar Hakim.

Pernyataan tersebut menggambarkan betapa besar arti podium Mugello bagi dirinya. Sejak awal musim, Hakim memang beberapa kali menunjukkan kecepatan kompetitif, tetapi selalu gagal mengonversinya menjadi hasil maksimal.

Di Italia, semuanya berubah.

Tampil Konsisten di Tengah Balapan yang Brutal

Balapan Moto3 di Mugello dikenal sebagai salah satu seri paling sulit dalam kalender kejuaraan dunia. Karakter sirkuit yang cepat dan panjang membuat persaingan berlangsung sangat rapat hingga tikungan terakhir.

Hakim Danish sempat mengalami naik turun posisi sepanjang lomba.

Pada beberapa lap, ia mampu berada di kelompok terdepan dan bersaing memperebutkan kemenangan. Namun tekanan dari para rival membuatnya sempat melorot hingga posisi ketujuh.

Situasi tersebut tidak membuatnya kehilangan fokus.

Pembalap kelahiran 2008 itu mampu menjaga ritme dan kembali merangsek ke depan saat balapan memasuki fase krusial. Keputusan-keputusan yang tepat dalam menentukan racing line membuatnya tetap berada dalam rombongan pemburu podium hingga lap terakhir.

Ketika banyak pembalap melakukan kesalahan, Hakim justru tampil tenang dan berhasil mengamankan posisi ketiga.

"Balapan ini sangat intens, namun saya berhasil melewatinya dengan baik," katanya.

Kalimat singkat itu menggambarkan bagaimana kerasnya pertarungan yang harus dihadapi sepanjang balapan.

Akhiri Puasa Podium Malaysia Selama Satu Dekade

Keberhasilan Hakim Danish ternyata memiliki makna jauh lebih besar dibanding sekadar podium pertama dalam kariernya.

Ia resmi menjadi pembalap Malaysia pertama yang mampu meraih podium grand prix sejak tahun 2016.

Artinya, selama 10 tahun terakhir tidak ada pembalap Negeri Jiran yang berhasil menembus tiga besar pada balapan kejuaraan dunia.

Fakta tersebut membuat pencapaian Hakim mendapatkan perhatian besar dari publik Malaysia.

Keberhasilannya dianggap sebagai sinyal kebangkitan balap motor Malaysia di level internasional setelah beberapa tahun mengalami stagnasi.

Masuk Daftar Elite Pembalap Malaysia

Podium Mugello juga membuat nama Hakim Danish masuk dalam daftar eksklusif pembalap Malaysia yang pernah meraih podium di grand prix.

Sebelumnya, hanya ada dua nama yang berhasil mencatatkan prestasi serupa, yakni Zulfahmi Khairuddin dan Khairul Idham Pawi.

Kini Hakim menjadi pembalap Malaysia ketiga yang berhasil menorehkan pencapaian tersebut.

Masuk ke daftar tersebut pada usia 18 tahun menjadi bukti bahwa kariernya masih memiliki ruang berkembang sangat besar.

Jika mampu menjaga konsistensi performa, bukan tidak mungkin Hakim akan menjadi pembalap Malaysia berikutnya yang naik kelas ke Moto2 bahkan MotoGP di masa depan.

Modal Besar untuk Sisa Musim 2026

Selain nilai historis, podium di Italia juga sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri Hakim Danish dalam menghadapi seri-seri berikutnya.

Moto3 merupakan kelas yang sangat kompetitif dengan selisih performa antar pembalap yang sangat tipis. Karena itu, faktor mental sering kali menjadi pembeda antara pembalap yang mampu bersaing di papan atas dan mereka yang tertinggal.

Hasil di Mugello menunjukkan Hakim telah memiliki fondasi tersebut.

Ia mampu mengelola tekanan, menjaga fokus, dan tetap kompetitif di tengah pertarungan yang berlangsung ketat hingga garis finis.

Keberhasilan ini diperkirakan akan menjadi titik balik dalam musim debutnya.

Dengan masih banyak seri tersisa, peluang untuk kembali meraih podium bahkan kemenangan pertama di Moto3 terbuka lebar.

Bintang Baru Asia Tenggara Mulai Bersinar

Dalam beberapa tahun terakhir, Asia Tenggara terus berusaha melahirkan pembalap yang mampu bersaing di pentas dunia.

Kemunculan Hakim Danish menjadi kabar baik bagi kawasan tersebut. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah menunjukkan kemampuan bertarung dengan para pembalap terbaik dunia di kelas Moto3.

Podium ketiga di Mugello bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tantangan yang lebih besar.

Namun satu hal sudah pasti. Pada 31 Mei 2026, nama Hakim Danish resmi tercatat dalam sejarah balap motor Malaysia.

Dari Sirkuit Mugello, lahir sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan seorang pembalap muda, tetapi juga menghidupkan kembali harapan Malaysia untuk kembali berbicara banyak di panggung balap dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 Italia 2026 #MotoGP Mugello #Pembalap Malaysia #hakim danish #podium Moto3