Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hakim Danish Menggila Jelang Moto3 Italia 2026, Veda Ega Terancam Kalah di Mugello?

Ali Sodiqin • Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:00 WIB
Hakim Danish percaya diri jelang Moto3 Italia di Sirkuit Mugello. (Instagram/@hakimdanish_13)
Hakim Danish percaya diri jelang Moto3 Italia di Sirkuit Mugello. (Instagram/@hakimdanish_13)

RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan pembalap Asia Tenggara di Moto3 2026 mulai memanas. Pembalap muda Malaysia, Hakim Danish Ramli, datang ke Moto3 Italia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi dan sinyal ancaman serius untuk rival-rivalnya, termasuk rider Indonesia Veda Ega Pratama.

Momentum kebangkitan Hakim Danish tak bisa lagi dianggap sebelah mata.

Setelah tampil impresif pada Moto3 Catalunya 2026 dua pekan lalu, pembalap asal Terengganu itu kini membidik hasil lebih besar di Sirkuit Mugello, Italia, yang terkenal sebagai salah satu trek favoritnya.

Dan bagi Veda Ega Pratama, alarm bahaya mulai berbunyi.

Finis Ketujuh di Catalunya Jadi Titik Balik Hakim Danish

Moto3 Catalunya 2026 menjadi balapan yang mengubah atmosfer persaingan rookie Asia musim ini.

Hakim Danish sukses finis ketujuh — pencapaian terbaiknya sepanjang Moto3 2026 — sekaligus untuk pertama kalinya mampu finis di depan Veda Ega.

Hasil itu langsung mendongkrak rasa percaya diri rider berusia 18 tahun tersebut.

“Aksi di Catalunya memberi saya kepercayaan diri karena saya mampu bersaing di kelompok depan,” ujar Hakim Danish dikutip dari media Malaysia, Kosmo.

Meski gagal naik podium akibat kesalahan kecil pada lap terakhir, Hakim justru menganggap pengalaman itu sebagai modal penting untuk berkembang.

“Tentu saja saya kecewa karena kehilangan kesempatan podium di Catalunya setelah kesalahan kecil di lap terakhir, tetapi saya menganggapnya sebagai pengalaman berharga,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan mentalitas baru Hakim Danish: lebih matang, lebih agresif, dan mulai nyaman bertarung di rombongan depan Moto3.

Mugello Bisa Jadi Arena Kebangkitan Besar Hakim Danish

Kepercayaan diri Hakim Danish bukan tanpa alasan.

Mugello adalah salah satu sirkuit yang paling dikenalnya sepanjang karier junior.

Pembalap Malaysia itu pernah finis podium kedua di Mugello saat tampil pada Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Bahkan, selama tiga musim tampil di ajang tersebut, Hakim sudah enam kali balapan di Mugello.

Jam terbang itu menjadi modal yang sangat penting.

“Saya senang kembali ke Mugello karena saya memiliki kenangan indah di sana sebelumnya,” ujar Hakim.

“Saya berharap pengalaman itu dapat membantu saya mendapatkan ritme sejak awal dan terus bersaing di grup depan,” lanjutnya.

Pengalaman menjadi faktor krusial di Mugello karena karakter sirkuit ini sangat teknis, cepat, dan menuntut keberanian tinggi saat melakukan pengereman maupun slipstream di trek lurus panjang.

Dengan pengalaman tersebut, Hakim Danish diprediksi bisa langsung kompetitif sejak sesi latihan bebas.

Veda Ega Wajib Waspada

Di sisi lain, tekanan kini mulai mengarah ke kubu Indonesia.

Veda Ega Pratama yang membela Honda Team Asia masih menjadi salah satu rider muda paling menjanjikan Asia, tetapi performanya mulai mendapat ancaman serius dari kebangkitan Hakim Danish.

Catalunya menjadi sinyal pertama.

Untuk pertama kalinya musim ini, Veda kalah finis dari rival Malaysia tersebut.

Jika tidak segera bangkit, posisi Veda sebagai salah satu rookie Asia terbaik musim ini bisa mulai tergeser.

Terlebih Mugello bukan trek yang mudah.

Posisi start bakal sangat menentukan karena grup depan Moto3 biasanya sangat rapat dan penuh slipstream.

Artinya, Veda wajib memperbaiki performa kualifikasi agar tidak terjebak di rombongan tengah.

Duel Asia Tenggara Makin Panas di Moto3 2026

Persaingan antara Veda Ega dan Hakim Danish kini mulai berkembang menjadi duel panas Asia Tenggara.

Keduanya sama-sama datang dari jalur Red Bull Rookies Cup dan memiliki karakter balap agresif.

Namun dalam beberapa seri terakhir, Hakim Danish terlihat mengalami peningkatan signifikan dalam aspek race pace dan keberanian bertarung di lap-lap akhir.

Jika tren ini berlanjut, duel keduanya di Mugello diprediksi menjadi salah satu cerita menarik Moto3 Italia 2026.

Apalagi keduanya sama-sama tengah memburu posisi terbaik demi membuka jalan menuju level yang lebih tinggi di masa depan.

Hakim Danish Bidik Front Row dan Poin Besar

Hakim Danish juga tidak menutupi target ambisiusnya di Mugello.

Rider Malaysia itu ingin memulai balapan dari barisan depan agar peluang podium semakin terbuka.

“Saya ingin bekerja keras untuk meraih hasil bagus dan mengumpulkan poin penting untuk tim,” kata Hakim.

“Impian saya adalah memulai dari barisan depan,” tegasnya.

Target tersebut sangat realistis melihat performanya di Catalunya.

Jika mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan pengalaman panjang di Mugello, Hakim Danish berpeluang mencetak hasil terbaik sepanjang karier Moto3-nya akhir pekan ini.

Mugello Jadi Pembuktian Siapa Rookie Asia Terkuat

Moto3 Italia 2026 bukan hanya soal perebutan poin klasemen.

Balapan ini juga menjadi panggung pembuktian siapa rider Asia Tenggara paling siap bersaing di level dunia.

Apakah Veda Ega mampu membalas tekanan dan kembali menjadi pembalap Asia terbaik?

Atau justru Hakim Danish yang akan melanjutkan momentum kebangkitan dan mengguncang persaingan Moto3 musim ini?

Jawabannya akan tersaji di Mugello akhir pekan ini. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 Italia 2026 #Moto3 Mugello #hakim danish #red bull rookies cup #veda ega pratama