Honda Racing Corporation dikabarkan mulai memberi upgrade penting untuk Veda Ega Pratama jelang Moto3 Italia 2026 di Mugello. Trek super cepat ini akan jadi ujian sesungguhnya apakah Honda mampu menantang dominasi KTM di kelas ringan.
RADARBANYUWANGI.ID – Kabar menggembirakan datang untuk penggemar balap Indonesia. Pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama, disebut mulai mendapatkan dukungan teknis tambahan dari Honda Racing Corporation (HRC) Jepang jelang Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello.
Isu upgrade mesin dan pembaruan komponen motor Honda ini langsung memantik perhatian publik. Sebab, Mugello dikenal sebagai salah satu sirkuit paling brutal untuk menguji performa motor Moto3, terutama dalam hal top speed, akselerasi, dan stabilitas chassis di kecepatan tinggi.
Dalam ulasannya di kanal YouTube, pengamat MotoGP nasional Iwan Banaran menyoroti bahwa Mugello akan menjadi medan perang penting bagi Honda untuk membuktikan perkembangan motor mereka musim ini.
Menurutnya, karakter Mugello yang memiliki lintasan lurus sangat panjang membuat keunggulan power mesin menjadi faktor vital.
Situasi ini selama beberapa musim terakhir sering menjadi titik lemah motor Honda dibanding KTM yang dikenal dominan dalam urusan top speed dan akselerasi keluar tikungan.
Namun kini, ada sinyal positif.
Honda disebut mulai melakukan pembaruan teknis demi meningkatkan daya saing rider-rider mudanya, termasuk Veda Ega Pratama yang tampil menjanjikan sepanjang awal musim 2026.
Mugello Jadi Arena Pembuktian Honda
Sirkuit Mugello bukan trek biasa.
Lintasan sepanjang 5,2 kilometer di Italia tersebut terkenal memiliki kombinasi tikungan cepat, perubahan elevasi ekstrem, dan straight panjang yang membuat motor bisa melaju di atas 240 km/jam untuk kelas Moto3.
Karakter trek seperti ini sangat menguras performa mesin sekaligus menuntut kestabilan sasis yang sempurna.
Kesalahan kecil dalam setup motor bisa langsung berdampak besar terhadap performa lap time.
Iwan Banaran dalam analisanya menyebut bahwa Honda tampaknya mulai menyadari kebutuhan mendesak untuk memperbaiki performa motor mereka, khususnya saat melawan dominasi KTM dan GASGAS di trek cepat.
Upgrade yang dibawa HRC dipercaya tidak hanya menyentuh sektor mesin, tetapi juga pengembangan setup aerodinamika serta manajemen ban.
“Di Mugello, power sangat penting. Kalau motor kalah top speed, rider bakal kesulitan bertahan di slipstream grup depan,” ulas Iwan Banaran.
Analisis tersebut cukup masuk akal mengingat Moto3 modern sangat bergantung pada kemampuan menjaga momentum dan memanfaatkan slipstream di lintasan lurus.
Sedikit kekurangan tenaga saja bisa membuat pembalap kehilangan banyak posisi.
Veda Ega Dinilai Mulai Dapat Kepercayaan HRC
Munculnya kabar upgrade teknis untuk Veda Ega menjadi sinyal penting bahwa Honda mulai serius melihat potensinya.
Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut memang terus menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim 2026.
Meski masih berstatus rookie di level dunia, Veda beberapa kali tampil impresif saat bertarung di grup depan.
Kecepatannya dalam late braking, kemampuan menjaga racing pace, serta mental agresif saat duel wheel to wheel mulai menarik perhatian paddock Moto3.
Apalagi, Mugello bukan trek asing bagi Veda.
Sirkuit ini menyimpan memori manis setelah dirinya sukses meraih double winner saat tampil di Red Bull Rookies Cup musim 2025 lalu.
Saat itu, Veda bahkan mampu mengalahkan rival-rival kuat seperti Brian Uriarte dan pembalap Malaysia, Hakim Danish Ramli.
Catatan tersebut membuat optimisme publik Indonesia meningkat tajam menjelang Moto3 Italia 2026.
Jika upgrade dari HRC benar-benar efektif, peluang Veda untuk bertarung di grup podium akan semakin terbuka.
Honda Mulai Bangun Perlawanan terhadap KTM
Dalam beberapa tahun terakhir, KTM memang menjadi kekuatan dominan di kelas Moto3.
Motor mereka dikenal memiliki akselerasi agresif, handling stabil, dan performa mesin sangat kompetitif di trek cepat.
Situasi itu membuat banyak rider Honda kesulitan saat duel slipstream di lintasan lurus.
Karena itu, Mugello akan menjadi tes penting apakah pengembangan terbaru Honda mampu memangkas gap performa tersebut.
HRC Jepang sendiri diyakini tidak ingin terus tertinggal dalam persaingan kelas ringan, terutama karena Moto3 merupakan fondasi penting pembinaan pembalap masa depan MotoGP.
Performa rider muda seperti Veda Ega menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang Honda.
Jika pembalap Indonesia itu mampu tampil kompetitif di Mugello, bukan tidak mungkin dukungan teknis lebih besar akan terus mengalir sepanjang musim.
Tantangan Berat Menanti Veda
Meski kabar upgrade membawa optimisme, tantangan Veda tetap tidak mudah.
Moto3 dikenal sebagai kelas paling ketat dengan persaingan waktu sangat tipis antar pembalap.
Selain harus menghadapi dominasi KTM, Veda juga wajib memperbaiki performa kualifikasi agar tidak terlalu sering start dari posisi belakang.
Faktor manajemen ban juga akan menjadi penentu.
Temperatur aspal Mugello yang panas bisa membuat degradasi ban meningkat drastis, terutama di lap-lap akhir.
Di sisi lain, pengalaman Veda dalam menjaga ritme balapan mulai menunjukkan peningkatan.
Kemampuan recovery race yang ia tampilkan dalam beberapa seri terakhir menjadi modal penting menghadapi balapan penuh tekanan di Italia.
Kini, publik Indonesia menunggu apakah upgrade dari HRC benar-benar mampu mengangkat performa Veda Ega Pratama.
Jika semuanya berjalan sesuai harapan, Mugello bisa menjadi panggung besar lahirnya kejutan baru dari rider muda Indonesia di level dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin