Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Video Masa Kecil Veda Ega Pratama Viral, Sudah Balap Sejak Usia 4 Tahun hingga Bersinar di Moto3

Ali Sodiqin • Jumat, 29 Mei 2026 | 12:15 WIB
Video masa kecil Veda Ega Pratama. (Tangkapan Layar Youtube @Iwan Banaran)
Video masa kecil Veda Ega Pratama. (Tangkapan Layar Youtube @Iwan Banaran)

Rekaman masa kecil Veda Ega Pratama di Honda Dream Cup kembali viral di media sosial. Publik akhirnya melihat bagaimana pembalap muda Indonesia itu ditempa sejak usia dini sebelum bersinar di Moto3 dunia.

RADARBANYUWANGI.ID – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi perbincangan hangat publik otomotif nasional. Kali ini bukan karena aksinya di Moto3 atau duel sengit di lintasan internasional, melainkan sebuah video dokumenter lawas yang memperlihatkan perjalanan masa kecilnya saat masih menjadi pembalap cilik di ajang Honda Dream Cup.

Video tersebut mendadak viral di media sosial setelah banyak penggemar balap membagikan ulang potongan rekaman lama Veda ketika masih berusia sangat muda. Dalam tayangan itu, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut terlihat sudah begitu berani menaklukkan lintasan balap meski tubuhnya masih mungil.

Yang membuat publik kagum, Veda ternyata sudah turun balap sejak usia empat tahun.

Bahkan, sejak kecil ia sudah harus bersaing melawan pembalap-pembalap yang usianya lebih tua. Namun alih-alih kesulitan, Veda justru beberapa kali tampil dominan dan mampu mengacak-acak jalannya balapan junior.

Video tersebut seakan menjadi jawaban mengapa saat ini Veda mampu berkembang menjadi salah satu talenta muda Indonesia paling menjanjikan di pentas dunia.

Kesuksesan yang diraih sekarang ternyata bukan hasil instan.

Ada proses panjang, latihan keras, disiplin ketat, dan pembinaan sistematis yang sudah dijalani sejak usia dini.

Tampil Berani di Honda Dream Cup Saat Masih Bocah

Dalam rekaman dokumenter itu, Veda terlihat mengikuti balapan Honda Dream Cup di Sirkuit Bung Tomo, Surabaya. Saat pembalap lain seusianya masih belajar mengendalikan motor dasar, Veda justru sudah berani memacu motor balap mini di lintasan resmi.

Ia tampak menggunakan motor Honda Sonic dan NSF100 yang memang dipakai dalam kelas junior pembinaan.

Meski posturnya jauh lebih kecil dibanding rival-rivalnya, gaya balap Veda sudah terlihat agresif dan penuh keberanian. Cara mengambil racing line, late braking, hingga keberaniannya membuka gas di tikungan membuat banyak orang mulai menyadari bahwa bocah kecil itu memiliki bakat spesial.

Pihak penyelenggara Honda Dream Cup kala itu memang menjadikan ajang tersebut sebagai wadah pencarian bibit pembalap masa depan Indonesia.

Ada kelas khusus pembalap di bawah usia 12 tahun yang dirancang untuk membentuk dasar teknik balap sejak dini. Dari sinilah nama Veda mulai muncul dan perlahan mencuri perhatian.

Sudah Mengenal Dunia Balap Sejak Umur 4 Tahun

Dalam wawancara lama yang ikut ditampilkan di video tersebut, Veda mengungkap bahwa dirinya mulai mengenal dunia balap sejak usia empat tahun.

Kecintaannya terhadap motor tidak lepas dari pengaruh keluarga, terutama sang ayah yang juga memiliki latar belakang dunia balap.

Sejak kecil, Veda sudah terbiasa berada di paddock, melihat atmosfer balapan, hingga belajar memahami teknik dasar berkendara.

Tidak heran jika perkembangan skill-nya berjalan sangat cepat dibanding anak seusianya.

Ia diketahui sudah menjajal berbagai jenis motor sejak dini, mulai dari NSF100, Honda Sonic, hingga motor sport CBR series.

Proses latihan yang dijalani juga tidak main-main. Selain mengasah teknik balap, Veda muda sudah dibiasakan menjalani latihan fisik, pembentukan mental, hingga pola disiplin ala atlet profesional.

Mental kompetitif inilah yang kemudian menjadi salah satu kekuatan terbesar Veda saat naik level ke kompetisi internasional.

Peran Besar Astra Honda Racing Team

Perjalanan Veda menuju panggung dunia tidak bisa dilepaskan dari peran besar Astra Honda Racing Team (AHRT).

Tim balap binaan Astra Honda Motor tersebut memang dikenal memiliki sistem pembinaan berjenjang yang cukup serius dalam membentuk pembalap muda Indonesia.

Bukan hanya fokus pada kecepatan di lintasan, AHRT juga membangun karakter, disiplin, pola hidup sehat, hingga kesiapan mental pembalap.

Veda menjadi salah satu contoh sukses dari sistem pembinaan tersebut.

Sejak usia sangat muda, ia sudah mendapatkan pengawasan ketat dalam berbagai aspek. Mulai dari program latihan, nutrisi, hingga cara menghadapi tekanan kompetisi.

Pendekatan inilah yang membuat perkembangan Veda berjalan stabil dan terarah.

AHRT sendiri selama bertahun-tahun memang aktif mencari talenta muda melalui Honda Dream Cup dan Honda Racing School.

Dari program tersebut lahir banyak pembalap potensial Indonesia yang kemudian menembus level Asia dan dunia.

Kini, Veda menjadi wajah baru generasi pembalap Indonesia yang diyakini punya peluang besar menuju MotoGP.

Dari Pembalap Cilik ke Moto3 Dunia

Perjalanan Veda saat ini mulai memasuki fase penting.

Setelah sukses menunjukkan performa impresif di berbagai ajang junior seperti Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup, hingga JuniorGP, kini namanya mulai diperhitungkan di level Moto3 dunia.

Kecepatannya saat bertarung di grup depan membuat banyak pengamat menilai Veda bukan sekadar pembalap pelengkap.

Ia dianggap memiliki racing instinct alami yang sulit dimiliki banyak rider muda.

Bahkan, beberapa performanya musim ini mulai memperlihatkan peningkatan signifikan, terutama dalam kemampuan recovery race dan konsistensi pace sepanjang balapan.

Video masa kecil yang kembali viral ini pun menjadi pengingat bagi publik bahwa perjalanan menuju level dunia membutuhkan proses yang panjang.

Di balik sorotan podium dan popularitas saat ini, ada bertahun-tahun kerja keras yang telah dijalani Veda sejak masih anak-anak.

Mulai dari latihan di sirkuit lokal, jatuh bangun di kompetisi junior, hingga disiplin tinggi dalam menjalani pembinaan.

Kini, publik Indonesia berharap kisah Veda Ega Pratama tidak berhenti hanya di Moto3.

Banyak yang mulai percaya bahwa pembalap muda asal Gunungkidul tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi rider Indonesia pertama yang benar-benar kompetitif di MotoGP masa depan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Video masa kecil Veda #Honda Dream Cup #Astra Honda Racing Team #Veda Ega Moto3 #veda ega pratama