Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Honda Terpuruk di MotoGP 2026, Hiroshi Aoyama Ungkap Penyebab Ducati Sulit Dikejar Pabrikan Jepang

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 29 Mei 2026 | 09:23 WIB
Hiroshi Aoyama mengakui Honda tengah mengalami masa sulit di MotoGP 2026. (MotoGP)
Hiroshi Aoyama mengakui Honda tengah mengalami masa sulit di MotoGP 2026. (MotoGP)

RADARBANYUWANGI.ID - Mantan pembalap Jepang, Hiroshi Aoyama, mengakui Honda tengah menghadapi situasi sulit pada musim MotoGP 2026. Performa yang belum konsisten dalam beberapa seri awal membuat tim pabrikan Jepang itu dinilai masih tertinggal cukup jauh dari rival-rival Eropa, terutama Ducati.

Komentar Aoyama langsung menjadi perhatian publik karena Honda selama ini dikenal sebagai salah satu tim paling sukses dalam sejarah MotoGP. Namun dalam beberapa musim terakhir, performa tim mengalami penurunan signifikan dan kesulitan bersaing di papan atas.

Musim 2026 bahkan disebut menjadi salah satu periode paling berat bagi Honda. Sejumlah pembalap mereka masih kesulitan menembus persaingan podium, sementara Ducati terus memperlihatkan dominasi lewat performa motor yang stabil dan agresif di berbagai lintasan.

Aoyama menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Menurutnya, Honda membutuhkan pembenahan besar agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan teknologi MotoGP modern.

“Ducati sekarang memiliki paket yang sangat lengkap. Mereka cepat di lintasan lurus dan tetap stabil saat menikung,” ujar Aoyama, dikutip Blitar Kawentar.

Ia menjelaskan, perbedaan paling mencolok antara Ducati dan Honda terlihat pada kestabilan motor selama balapan berlangsung. Ducati dinilai mampu menjaga performa sejak awal hingga akhir lomba, sedangkan Honda masih sering kehilangan ritme ketika memasuki fase-fase krusial balapan.

Selain itu, data balapan menunjukkan pembalap Honda masih mengalami kendala pada sektor akselerasi dan grip ban belakang. Situasi tersebut membuat rider kehilangan waktu saat keluar tikungan dan sulit menjaga kecepatan secara konsisten.

Aoyama juga menyoroti perkembangan teknologi MotoGP yang kini semakin kompleks. Menurutnya, aspek aerodinamika dan sistem elektronik menjadi faktor utama dalam menentukan performa motor di lintasan.

Honda disebut terus membawa pembaruan teknis di setiap seri balapan. Namun hingga kini, hasil pengembangan tersebut belum cukup signifikan untuk memangkas jarak dari Ducati yang terus tampil dominan.

Tak hanya soal performa, Aoyama menilai Honda mulai kehilangan identitas karakter motor balapnya. Ia mengatakan motor Honda saat ini terlalu sulit dipahami oleh pembalap sehingga performa menjadi tidak stabil dari satu seri ke seri lainnya.

Masalah tersebut membuat para rider harus terus menyesuaikan gaya balap hampir di setiap balapan. Padahal, pembalap membutuhkan motor yang mudah diprediksi agar mampu tampil maksimal sepanjang musim.

Menurut Aoyama, salah satu kekuatan utama Honda pada masa lalu adalah karakter motor yang agresif tetapi tetap mudah dikendalikan. Keunggulan tersebut kini dianggap mulai memudar.

“Pembalap membutuhkan rasa percaya diri penuh. Kalau motor sulit diprediksi, hasilnya pasti tidak maksimal,” katanya.

Tekanan terhadap Honda Racing Corporation pun semakin besar pada musim ini. Publik mulai mempertanyakan kemampuan tim Jepang tersebut dalam mengejar perkembangan teknologi para rival Eropa seperti Ducati, KTM, dan Aprilia.

Meski demikian, Aoyama tetap optimistis Honda masih memiliki peluang untuk bangkit. Ia percaya pengalaman panjang Honda di dunia balap motor dapat menjadi modal penting untuk kembali kompetitif.

Menurutnya, proses kebangkitan tidak akan terjadi secara instan. Honda membutuhkan waktu untuk menyempurnakan pengembangan mesin, aerodinamika, hingga sistem elektronik agar mampu bersaing di level tertinggi.

Aoyama juga meminta para pembalap Honda tetap menjaga mental bertanding di tengah tekanan besar musim ini. Ia menilai kerja sama antara rider dan teknisi akan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses perbaikan performa motor.

Persaingan MotoGP musim 2026 diperkirakan semakin ketat karena Ducati, KTM, dan Aprilia terus menunjukkan peningkatan signifikan. Situasi itu membuat Honda harus bergerak lebih cepat agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan era modern.

Di tengah tantangan besar tersebut, Aoyama menegaskan Honda masih memiliki potensi untuk kembali ke papan atas. Namun seluruh elemen tim diminta tetap solid dan fokus menghadapi tekanan besar sepanjang musim.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Honda MotoGP #Ducati MotoGP #HRC #hiroshi aoyama #MotoGP 2026