Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hasil Latihan Moto3 GP Catalunya 2026: Hakim Danish Menggila, Veda Ega Pratama Terpuruk di Posisi Bawah

Ali Sodiqin • Jumat, 15 Mei 2026 | 15:47 WIB
Veda Ega Pratama (kanan) dan pembalap Malaysia Hakim Danish saat membalap di Red Bull Rookies Cup 2025. Persaingan keduanya berlanjut di Moto3. (Honda Team Asia)
Hakim Danish asal Malaysia tampil gemilang di sesi latihan Moto3 Catalunya 2026, sementara pembalap Indonesia Veda Ega Pratama (9) terdampar di posisi buncit. (Honda Team Asia)

Pembalap Malaysia Hakim Danish tampil mengejutkan di Barcelona, sementara Veda Ega Pratama menghadapi tantangan berat jelang perebutan tiket Q2 Moto3 GP Catalunya 2026

RADARBANYUWANGI.ID - Persaingan Moto3 GP Catalunya 2026 langsung memanas sejak sesi latihan pertama di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Jumat (15/5/2026). Kejutan besar datang dari pembalap Malaysia, Hakim Danish, yang tampil luar biasa dan menembus papan atas. Sebaliknya, wakil Indonesia Veda Ega Pratama justru mengalami hari sulit setelah tercecer di posisi bawah.

Hasil latihan ini menjadi alarm bagi Honda Team Asia. Pasalnya, Veda datang ke Catalunya dengan modal kepercayaan diri tinggi usai performa impresif pada seri sebelumnya. Namun, kondisi di Barcelona ternyata menghadirkan tantangan berbeda.

Di lintasan sepanjang 4,6 kilometer yang dikenal memiliki kombinasi tikungan cepat dan pengereman keras itu, Veda belum menemukan ritme terbaiknya.

Sementara itu, Hakim Danish tampil seperti pembalap yang sudah sangat mengenal karakter sirkuit Catalunya.

Pembalap MT Helmets MSI asal Malaysia tersebut menunjukkan adaptasi cepat dan konsistensi yang mengesankan sepanjang sesi. Danish sukses mencatat waktu terbaik 1 menit 47,478 detik.

Catatan itu langsung mengangkat namanya ke jajaran elite sesi latihan dan menjadikannya salah satu kandidat serius perebut pole position pada sesi kualifikasi Sabtu.

Performa Danish menjadi perhatian karena ia mampu menjaga konsistensi terutama di sektor dua dan sektor tiga, area yang cukup teknis dan sering menjadi penentu catatan waktu di Catalunya.

Di tengah ketatnya persaingan dengan rider tuan rumah seperti Adrián Fernández dan Álvaro Carpe, Danish justru mampu tampil tenang.

Kecepatan Danish juga mempertegas tren meningkatnya pembalap Asia Tenggara di ajang balap dunia. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pembalap muda Negeri Jiran tersebut akan menjadi ancaman serius sepanjang akhir pekan balapan.

Di sisi lain, situasi berbeda dialami Veda Ega Pratama.

Rider muda asal Gunungkidul yang membela Honda Team Asia justru terlihat kesulitan sejak sesi dimulai.

Veda gagal menemukan kombinasi setelan motor yang tepat. Akibatnya, ia harus mengakhiri latihan di posisi ke-22 alias posisi paling belakang dalam daftar catatan waktu.

Pembalap bernomor #9 tersebut tertinggal cukup jauh, dengan selisih +2,644 detik dari catatan terbaik Hakim Danish.

Gap waktu sebesar itu menjadi indikasi bahwa persoalan yang dihadapi Veda bukan sekadar masalah kecepatan satu lap.

Kemungkinan besar ada kombinasi faktor teknis, mulai dari pengaturan suspensi, karakter ban depan, hingga pemilihan setup motor yang belum ideal untuk melibas karakter tikungan cepat Catalunya.

Sirkuit Barcelona-Catalunya memang dikenal cukup rumit bagi pembalap Moto3.

Selain memiliki tikungan panjang dengan kecepatan tinggi, lintasan ini juga sangat menuntut kestabilan ban depan. Kesalahan kecil dalam setup bisa berdampak besar terhadap kepercayaan diri pembalap saat memasuki tikungan.

Situasi itu tampaknya menjadi tantangan besar bagi Veda.

Padahal sebelumnya Veda mencuri perhatian ketika mampu finis di posisi keempat pada GP Prancis. Hasil tersebut sempat memunculkan optimisme besar bahwa pembalap Indonesia ini dapat kembali bersaing di kelompok depan.

Kini tekanan berada di pundak Veda dan tim mekanik Honda Team Asia.

Mereka harus segera menemukan solusi sebelum sesi Practice 2 dan latihan berikutnya digelar.

Karena jika gagal memperbaiki catatan waktu, jalan Veda menuju kualifikasi kedua atau Q2 bisa menjadi jauh lebih berat.

Perubahan setup motor secara signifikan diperkirakan akan menjadi fokus utama tim pada malam hari.

Dengan persaingan Moto3 yang sangat ketat, selisih sepersekian detik saja dapat menentukan nasib pembalap.

Masih ada kesempatan bagi Veda untuk bangkit. Namun waktu yang tersedia semakin sempit.

Sesi Sabtu pagi akan menjadi penentuan apakah pembalap muda Indonesia itu mampu membalikkan keadaan atau justru harus memulai balapan dari posisi yang kurang menguntungkan di GP Catalunya 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 GP Catalunya 2026 #hasil latihan Moto3 #hakim danish #Honda Team Asia #veda ega pratama