RADARBANYUWANGI.ID - Persaingan Veda Ega Pratama dan Hakim Danish mulai menjadi sorotan besar di Moto3 2026. Duel dua pembalap muda Asia Tenggara tersebut kini berkembang menjadi salah satu rivalitas paling menarik musim ini, terutama setelah performa Veda melesat jauh meninggalkan rivalnya asal Malaysia itu.
Jelang Moto3 Catalunya 2026, statistik menunjukkan dominasi cukup jelas berada di pihak rider Honda Team Asia asal Indonesia tersebut. Bukan hanya unggul di klasemen umum, Veda juga tampil jauh lebih konsisten dalam perebutan Rookie of The Year.
Di usia yang sama-sama 17 tahun dan sama-sama menjalani musim debut Moto3, perkembangan keduanya justru berjalan sangat berbeda.
Jika Hakim Danish masih berjuang mencari konsistensi di papan tengah, Veda Ega justru sudah berubah menjadi ancaman nyata di barisan depan Moto3 dunia.
Veda Unggul Telak di Klasemen Moto3 2026
Hingga lima seri pertama Moto3 2026, Veda tampil sebagai rookie paling sukses musim ini.
Rider asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu sukses mengumpulkan 50 poin dan kini bertengger di posisi kelima klasemen umum dunia.
Sebaliknya, Hakim Danish yang membela tim MT Helmets MSI masih tertahan di posisi ke-15 klasemen sementara dengan raihan 18 poin.
Perbedaan 32 poin tersebut memperlihatkan gap performa yang cukup besar di antara dua talenta muda Asia Tenggara tersebut.
Tak hanya unggul di klasemen umum, Veda juga memimpin perebutan gelar Rookie of The Year Moto3 2026.
Pembalap Indonesia itu berada di posisi pertama rookie standings, sedangkan Hakim Danish masih berada di urutan keempat.
Podium dan Konsistensi Jadi Pembeda
Salah satu faktor terbesar yang membuat Veda unggul jauh adalah konsistensi hasil balapan.
Musim ini, Veda sudah mencetak podium ketiga di GP Brasil 2026 dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang mampu naik podium Moto3.
Selain podium tersebut, Veda juga sudah tiga kali finis di posisi enam besar sepanjang musim berjalan.
Sementara itu, Hakim Danish masih belum mampu meraih podium dan performanya cenderung naik turun.
Hasil terbaik Danish sejauh ini hanya finis di posisi kedelapan.
Dalam lima seri pertama, Veda hanya satu kali gagal finis saat crash di GP Amerika Serikat. Selebihnya, ia selalu mampu membawa pulang poin penting bagi Honda Team Asia.
Bahkan pada GP Le Mans 2026, Veda tampil luar biasa dengan finis di posisi keempat setelah sempat tercecer hingga posisi ke-14 di awal lomba.
Comeback agresif tersebut membuatnya mendapat julukan “Boeing 954” dari internal Honda Team Asia karena kemampuannya melesat melewati banyak pembalap dalam waktu singkat.
Head to Head Catalunya: Veda Masih Unggul
Persaingan Veda dan Hakim Danish juga sudah berlangsung sebelum keduanya naik ke Moto3.
Mereka pernah bertarung di:
-
Asia Talent Cup
-
Red Bull MotoGP Rookies Cup
-
FIM JuniorGP World Championship
Di Sirkuit Catalunya sendiri, Veda dan Danish pernah bertemu dalam FIM JuniorGP Catalunya 2025.
Hasilnya, Veda sukses mengumpulkan total 18 poin melalui finis keenam dan kedelapan.
Sementara Hakim Danish memperoleh 17 poin dari finis kesembilan dan keenam.
Meski hanya unggul satu poin, hasil tersebut cukup menarik karena Danish sebenarnya memiliki pengalaman lebih panjang di Catalunya dibanding Veda.
Pembalap Malaysia itu sudah beberapa kali tampil di trek Montmelo sejak European Talent Cup 2021.
Namun pengalaman lebih banyak ternyata belum mampu membuat Danish unggul secara hasil.
Adaptasi Veda Dinilai Lebih Cepat
Banyak pengamat MotoGP menilai Veda memiliki kemampuan adaptasi yang jauh lebih cepat dibanding rookie lain musim ini.
Sejak seri awal Thailand dan Brasil, Veda langsung mampu bersaing di grup depan meski menggunakan motor Honda NSF250RW yang musim ini dianggap kalah kompetitif dibanding KTM.
Sebaliknya, Hakim Danish justru belum mampu memaksimalkan paket KTM yang secara teknis dinilai lebih kuat di Moto3 2026.
Komunitas MotoGP internasional bahkan mulai memberi perhatian besar kepada Veda.
Di media sosial dan forum MotoGP Reddit, rider Indonesia tersebut sempat disebut sebagai “rookie paling mengejutkan musim ini” karena performanya yang langsung kompetitif.
Keunggulan Veda Dibanding Danish
Jika dibandingkan secara menyeluruh, Veda saat ini dinilai unggul dalam beberapa aspek penting:
1. Race Management
Veda mampu mengatur ritme balapan dan penggunaan ban dengan sangat matang meski masih rookie.
2. Overtaking
Keberanian melakukan late braking dan overtake agresif menjadi salah satu kekuatan utama rider Indonesia tersebut.
3. Pace Balapan
Veda memiliki pace lebih stabil, terutama saat bertarung dalam pack racing Moto3.
4. Konsistensi Finis
Hampir di setiap seri, Veda mampu menjaga hasil finis di zona poin.
5. Adaptasi Motor
Meski Honda musim ini tidak sekuat KTM, Veda tetap mampu membawa motornya bersaing di papan depan.
Sementara itu, Hakim Danish masih terlihat kesulitan menjaga konsistensi performa dari satu seri ke seri berikutnya.
Catalunya Jadi Panggung Rivalitas ASEAN
Moto3 Catalunya 2026 akhir pekan ini diprediksi kembali menjadi panggung duel Veda dan Hakim Danish.
Namun berdasarkan statistik sejauh ini, Veda jelas lebih diunggulkan untuk kembali finis di papan depan bahkan membuka peluang podium.
Keunggulan pengalaman positif di Catalunya, performa stabil, hingga momentum kuat usai GP Le Mans menjadi modal besar bagi rider Indonesia tersebut.
Kini perhatian publik Asia Tenggara tertuju pada apakah Hakim Danish mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan, atau justru Veda Ega Pratama semakin mempertegas dirinya sebagai pembalap ASEAN terbaik di Moto3 2026. (*)
Editor : Ali Sodiqin