Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama Punya Modal Kuat di Moto3 Catalunya 2026, Statistik Montmelo Jadi Senjata Rahasia Rider Indonesia

Ali Sodiqin • Jumat, 15 Mei 2026 | 12:30 WIB
Veda Ega Pratama salip Alvaro Carpe di lap terakhir Moto3 Brasil 2026.
Veda Ega Pratama salip Alvaro Carpe di lap terakhir Moto3 Brasil 2026.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menjadi sorotan jelang seri keenam Moto3 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol. Rider Honda Team Asia tersebut datang dengan modal yang tidak dimiliki banyak rookie lain: pengalaman dan pemahaman karakter lintasan Montmelo.

Di tengah persaingan Moto3 yang semakin ketat musim ini, keuntungan tersebut bisa menjadi faktor penting bagi Veda untuk kembali bersaing di papan depan sekaligus membuka peluang podium di Catalunya akhir pekan ini.

Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu memang bukan nama asing di lintasan Barcelona-Catalunya. Pada musim 2025, Veda sudah merasakan atmosfer balapan di trek tersebut saat tampil di ajang FIM JuniorGP World Championship.

Pengalaman itu kini menjadi bekal penting bagi rider berusia 17 tahun tersebut dalam menghadapi Moto3 Catalunya 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Mei 2026.

Statistik Veda di Catalunya Jadi Modal Besar

Rekam jejak Veda di Sirkuit Montmelo menunjukkan performa yang cukup kompetitif sejak level junior.

Pada race pertama FIM JuniorGP Catalunya 2025, Veda sukses finis di posisi keenam dengan selisih waktu hanya 1,854 detik dari pembalap pemenang.

Catatan itu menunjukkan bahwa Veda mampu menjaga ritme balap dalam grup depan di lintasan yang terkenal teknis tersebut.

Sementara pada balapan kedua, Veda kembali tampil konsisten dengan finis di posisi kedelapan setelah mencatatkan waktu total 23 menit 39,444 detik.

Meski belum meraih podium di JuniorGP Catalunya, statistik tersebut cukup menjanjikan untuk ukuran pembalap muda Asia yang baru beradaptasi di Eropa.

Terlebih, karakter Sirkuit Barcelona-Catalunya dikenal sangat menantang karena mengombinasikan tikungan cepat, area pengereman keras, dan kebutuhan manajemen ban yang presisi.

Pengalaman membaca racing line serta memahami perubahan grip lintasan diprediksi akan menjadi keuntungan strategis bagi Veda dibanding beberapa rookie lainnya.

Veda Ega Makin Matang di Moto3 2026

Memasuki musim penuh pertamanya di Moto3, perkembangan Veda terlihat sangat signifikan.

Dari lima seri pembuka Moto3 2026, rider Honda Team Asia tersebut berhasil tampil konsisten di papan depan dan mulai diperhitungkan sebagai salah satu rookie terbaik musim ini.

Veda membuka musim dengan finis kelima di Thailand sebelum mencetak podium ketiga di GP Brasil.

Setelah sempat gagal finis di Amerika Serikat akibat crash, ia langsung bangkit dengan hasil impresif di Eropa.

Pada GP Spanyol, Veda finis kelima sebelum kembali tampil gemilang lewat posisi keempat di GP Prancis.

Rangkaian hasil tersebut membuat Veda kini menempati posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin.

Pembalap Indonesia itu memang masih tertinggal 65 poin dari pemuncak klasemen sementara, Maximo Quiles. Namun tren performanya dinilai menjadi salah satu yang paling stabil di grid Moto3 musim ini.

Catalunya Jadi Momentum Penting

Moto3 Catalunya 2026 diprediksi menjadi salah satu seri penting bagi perjalanan Veda musim ini.

Selain menjadi kesempatan memperbesar raihan poin, seri di Barcelona juga membuka peluang bagi Veda untuk mendekati posisi tiga besar klasemen dunia.

Saat ini selisih poin Veda dengan kelompok depan masih cukup terbuka untuk dikejar mengingat musim masih panjang.

Karena itu, finis di zona podium pada GP Catalunya bisa menjadi momentum krusial untuk menjaga peluang bersaing di papan atas hingga akhir musim.

Keuntungan lain yang dimiliki Veda adalah peningkatan performa saat sesi kualifikasi.

Dari lima seri sebelumnya, Veda empat kali berhasil langsung lolos ke Q2. Statistik tersebut menunjukkan bahwa kecepatan satu putaran atau one lap pace miliknya terus mengalami perkembangan signifikan.

Dalam balapan Moto3 yang terkenal ketat, posisi start menjadi salah satu faktor penentu hasil akhir.

Jika mampu kembali mengamankan posisi start di barisan depan, peluang Veda bersaing di grup podium akan semakin besar.

Honda Team Asia Andalkan Veda

Performa Veda musim ini juga menjadi angin segar bagi Honda Team Asia.

Di tengah dominasi motor KTM pada Moto3 2026, rider Indonesia tersebut justru mampu membawa Honda tetap kompetitif di papan tengah atas klasemen.

Sebagian besar poin Honda Team Asia musim ini bahkan berasal dari Veda seorang.

Fakta itu membuat namanya semakin mendapat perhatian di paddock Moto3, termasuk dari para pengamat dan media internasional.

Kemampuan adaptasi cepat, agresivitas saat overtaking, serta manajemen balapan yang matang disebut menjadi keunggulan utama Veda dibanding rookie lainnya.

Tak heran jika banyak pihak mulai melihat pembalap Indonesia itu sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Asia saat ini.

Peluang Podium Terbuka Lebar

Dengan modal pengalaman di Catalunya, tren performa yang terus meningkat, serta kepercayaan diri tinggi usai GP Prancis, peluang Veda untuk kembali finis di papan atas sangat terbuka.

Sirkuit Barcelona-Catalunya bisa menjadi panggung berikutnya bagi rider muda Indonesia itu untuk melanjutkan sensasi di Moto3 2026.

Kini publik Tanah Air menanti apakah Veda Ega Pratama mampu memanfaatkan momentum tersebut untuk mencetak hasil besar berikutnya dan semakin mendekat ke persaingan elite Moto3 dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#klasemen Moto3 2026 #Moto3 Catalunya 2026 #Sirkuit Barcelona-Catalunya #Honda Team Asia #veda ega pratama