RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menjadi pusat perhatian jelang Moto3 Catalunya 2026. Rider Honda Team Asia itu datang ke Barcelona dengan modal statistik impresif yang membuat namanya kini mulai diperhitungkan sebagai salah satu ancaman serius di kelas Moto3 musim ini.
Sorotan tidak hanya tertuju pada peluang podium Veda di Sirkuit Catalunya, tetapi juga duel panas sesama rookie Asia Tenggara melawan pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Namun jika melihat data performa sepanjang musim hingga rekam jejak di Catalunya, Veda terlihat jauh lebih unggul dibanding rival ASEAN-nya tersebut.
Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu bukan hanya memimpin klasemen rookie Moto3 2026, tetapi juga berhasil menembus lima besar klasemen umum dunia—sesuatu yang sangat langka bagi seorang debutan.
Statistik Catalunya: Veda Ega Unggul dari Hakim Danish
Sirkuit Catalunya bukan lintasan asing bagi Veda maupun Hakim Danish. Keduanya pernah bertarung di trek tersebut dalam ajang FIM JuniorGP World Championship 2025.
Dalam dua race yang digelar saat itu, Veda sukses mengoleksi total 18 poin hasil finis keenam dan kedelapan.
Sementara Hakim Danish meraih 17 poin dari hasil finis kesembilan dan keenam.
Selisih satu poin memang terlihat tipis. Namun catatan itu menjadi menarik karena Hakim Danish sebenarnya memiliki pengalaman jauh lebih banyak di Catalunya.
Pembalap Malaysia tersebut pernah tampil di lintasan yang sama sejak European Talent Cup 2021 hingga FIM JuniorGP 2024. Dengan kata lain, jam terbang Danish di Catalunya lebih panjang dibanding Veda.
Meski demikian, pengalaman lebih banyak ternyata tidak otomatis menghasilkan performa lebih baik.
Veda justru mampu tampil lebih efektif dan konsisten meski baru pertama kali beradaptasi di level kompetitif Catalunya dalam JuniorGP.
Fakta itu kini menjadi salah satu alasan mengapa banyak pengamat menilai peluang Veda tampil kompetitif di Moto3 Catalunya 2026 sangat terbuka.
Veda Tembus Lima Besar Klasemen Moto3 2026
Performa Veda sepanjang musim ini memang menjadi salah satu kejutan terbesar di Moto3 2026.
Hingga lima seri berjalan, rider Honda Team Asia tersebut telah mengumpulkan 50 poin dan menempati posisi kelima klasemen sementara dunia.
Pencapaian itu membuat Veda hanya terpaut dua poin dari Valentin Perrone di posisi kedua serta berjarak tiga angka dari Alvaro Carpe yang menghuni posisi ketiga.
Sementara itu, Hakim Danish masih tertahan di posisi ke-15 klasemen umum dengan raihan 18 poin.
Perbedaan cukup jauh tersebut memperlihatkan betapa konsistennya performa Veda sejak awal musim.
Rider Indonesia itu sudah mencatatkan satu podium serta beberapa kali finis di posisi enam besar. Bahkan saat gagal finis di Austin, Veda mampu langsung bangkit dan tampil kuat pada seri berikutnya.
Di GP Le Mans 2026, Veda kembali menunjukkan kualitasnya dengan finis di posisi keempat setelah memulai balapan dari barisan depan.
Tren positif inilah yang membuat namanya semakin diperhitungkan di paddock Moto3.
Veda Ega Dominasi Rookie of The Year 2026
Tak hanya bersinar di klasemen umum, Veda juga tampil dominan dalam perebutan gelar Rookie of The Year Moto3 2026.
Dari delapan pembalap debutan musim ini, Veda menjadi rookie paling konsisten dan paling produktif dalam mengumpulkan poin.
Saat ini, ia unggul 21 poin atas Brian Uriarte yang berada di posisi kedua klasemen rookie.
Sementara Hakim Danish tertinggal hingga 32 poin dari Veda di posisi keempat.
Dominasi tersebut menjadi bukti bahwa Veda bukan sekadar sensasi sesaat, melainkan benar-benar memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi Moto3.
Banyak pengamat menilai kemampuan race management, pace balapan stabil, hingga keberanian overtaking menjadi faktor utama yang membedakan Veda dibanding rookie lainnya.
Modal Besar Menuju Moto3 Catalunya 2026
Moto3 Catalunya 2026 akan menjadi seri penting bagi perjalanan Veda musim ini.
Balapan di Circuit de Barcelona-Catalunya diprediksi sangat menentukan untuk menjaga momentum sekaligus memperkuat posisi di papan atas klasemen.
Agenda Veda dimulai pada Jumat, 15 Mei 2026, melalui sesi Free Practice 1.
Menariknya, dari lima seri sebelumnya musim ini, Veda empat kali berhasil langsung lolos ke sesi Q2 tanpa harus melewati Q1.
Statistik tersebut memperlihatkan bahwa kecepatan satu putaran atau one lap pace milik Veda terus mengalami peningkatan signifikan.
Hal ini sangat penting di Moto3 karena posisi start kerap menjadi penentu dalam persaingan pack racing yang sangat ketat.
Jika mampu mempertahankan performa seperti di Le Mans, peluang Veda untuk kembali finis di papan atas bahkan merebut podium di Catalunya terbuka sangat lebar.
Harapan Baru Indonesia di Moto3 Dunia
Perjalanan Veda Ega Pratama musim ini mulai menciptakan optimisme besar bagi dunia balap Indonesia.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia memiliki pembalap muda yang benar-benar kompetitif di level grand prix dunia.
Bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga bagaimana Veda mampu bersaing melawan pembalap-pembalap akademi Eropa yang sudah ditempa sejak usia dini.
Kini nama Veda tak lagi dipandang sebagai sekadar wakil Asia Tenggara. Ia mulai dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Moto3 2026.
Moto3 Catalunya akhir pekan ini pun menjadi panggung berikutnya bagi pembalap Indonesia tersebut untuk membuktikan bahwa performa impresifnya bukan kebetulan semata. (*)
Editor : Ali Sodiqin