RADARBANYUWANGI.ID - Awan mendung belum juga menyingkir dari garasi Monster Energy Yamaha MotoGP. Pada sesi latihan (Practice) MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, Jumat (24/4/2026), performa tim pabrikan Jepang itu kembali jauh dari harapan.
Sorotan utama tertuju pada Fabio Quartararo. Pembalap berjuluk El Diablo tersebut harus puas tercecer di posisi ke-17. Ia terpaut lebih dari satu detik dari Alex Marquez yang memimpin catatan waktu.
Hasil ini menjadi ironi tersendiri. Pasalnya, tepat setahun lalu di lintasan yang sama, Quartararo mampu mengunci pole position. Kini, meski kondisi suhu lintasan lebih ideal, performanya justru merosot tajam.
“Berada satu detik di belakang catatan waktu terbaik kami sendiri berarti kami sedang berjuang keras. Kita harus mulai membiasakan diri dengan situasi ini,” ujar Quartararo seperti dikutip dari GPOne.
Pembalap asal Prancis itu menegaskan, persoalan Yamaha tidak lagi sekadar soal kecepatan puncak. Problem yang dihadapi jauh lebih kompleks dan menyentuh hampir seluruh aspek teknis motor.
“Kami memang butuh kecepatan, tapi di Jerez, itu adalah masalah terkecil kami. Saat ini, lebih dari sekadar speed, kami butuh motor yang bisa berbelok, punya grip, pengereman yang mumpuni, dan memberikan kepercayaan diri pada ban depan,” tegasnya.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa keluhan tersebut sudah disampaikan sejak September tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada solusi signifikan yang ditemukan oleh tim.
Situasi internal Yamaha juga kian pelik. Isu mengenai masa depan pembalap membayangi atmosfer tim. Meski Manajer Tim Massimo Meregalli menyebut motivasi tim tetap tinggi, fakta di lintasan berkata lain.
Rekan setim Quartararo, Alex Rins, bahkan tampil lebih terpuruk. Ia mencatat waktu lebih lambat sekitar 0,2 detik dari Quartararo, mempertegas keterpurukan Yamaha di sesi latihan ini.
Bagi Quartararo, ekspektasi tinggi yang selalu dibawa setiap akhir pekan kini terus berbenturan dengan realita pahit di lintasan.
“Tentu saat tiba di sirkuit pada hari Kamis, kami ingin kompetitif dan termotivasi mengejar hasil bagus. Namun kebenarannya adalah kami masih sangat jauh,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi