Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelang MotoGP 2027, Miguel Oliveira Bocorkan Keunggulan Ban Pirelli, Stabil di Suhu Ekstrem hingga Minim Dampak Dirty Air

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 April 2026 | 15:21 WIB
Miguel Oliveira mengungkapkan keunggulan ban Pirelli jelang MotoGP 2027. (BMW Motorrad)
Miguel Oliveira mengungkapkan keunggulan ban Pirelli jelang MotoGP 2027. (BMW Motorrad)

RADARBANYUWANGI.ID - Peralihan pemasok ban tunggal MotoGP dari Michelin ke Pirelli mulai musim 2027 kian menyita perhatian di paddock. Sejumlah pembalap dan tim masih menebak-nebak dampaknya terhadap performa motor. Namun, Miguel Oliveira justru sudah memiliki gambaran lebih konkret.

Pembalap asal Portugal itu merasakan langsung karakter ban Pirelli setelah hijrah ke ajang WorldSBK musim ini. Pengalaman tersebut memberinya perspektif awal mengenai perubahan besar yang akan dihadapi MotoGP dalam dua tahun ke depan.

Oliveira, yang telah mengoleksi lima kemenangan di kelas utama, menilai ban Pirelli menawarkan stabilitas yang mengesankan, terutama pada sektor depan. Ia menyoroti fleksibilitas suhu yang dinilai jauh lebih luas dibandingkan ban yang saat ini digunakan di MotoGP.

“Hal terbesar dari Pirelli adalah Anda memiliki jendela kerja hingga 40 derajat pada ban depan. Jadi, meski Anda berkendara di suhu lintasan 10°C atau 40°C, Anda tahu ban depan akan memanas dan tetap stabil di sana,” ungkap Oliveira dikutip dari Motomatters.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi para pembalap yang selama ini kerap menghadapi tantangan menjaga suhu optimal ban depan, terutama dalam kondisi lintasan yang berubah-ubah.

Selain faktor suhu, Oliveira juga menyoroti perbedaan mendasar pada struktur ban. Ia merasakan bahwa ban Pirelli lebih mengandalkan tekanan udara internal dibandingkan kekakuan karkas seperti pada Michelin.

Pandangan tersebut diamini oleh Giorgio Barbier. Ia menjelaskan bahwa filosofi desain Pirelli memang berbeda sejak awal, baik dari sisi selubung, dimensi, hingga kompon.

“Kami pastinya memiliki selubung, dimensi, dan kompon yang berbeda. Artinya, cara kerja tekanan di dalam ban kami akan berbeda. Kami akan memiliki tekanan kerja yang lebih tinggi daripada yang mereka gunakan sekarang,” jelas Barbier.

Perbedaan ini berpotensi mengubah pendekatan setelan motor secara signifikan. Tim tidak hanya harus beradaptasi dengan karakter grip, tetapi juga manajemen tekanan ban yang menjadi lebih krusial.

Isu lain yang tak kalah penting adalah fenomena “dirty air” yang selama ini menjadi masalah klasik di MotoGP. Udara panas dari motor di depan kerap memicu kenaikan tekanan ban depan secara drastis, yang berujung pada penurunan performa.

Menariknya, di WorldSBK, ban Pirelli disebut lebih stabil dalam kondisi serupa. Seorang manajer tim bahkan menyebut performa motor relatif tidak terpengaruh meski tekanan ban meningkat dari 2,1 bar ke 2,4 bar.

Sebagai pembanding, Michelin saat ini menerapkan batas minimum tekanan yang ketat, yakni 1,8 bar untuk ban depan dan 1,68 bar untuk belakang. Regulasi tersebut sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap saat berada di belakang rival.

Transisi menuju Pirelli akan mulai terasa dalam waktu dekat. Para pembalap MotoGP dijadwalkan menjalani uji coba perdana ban prototipe 2027 dalam sesi tes resmi di Brno pada Juni mendatang. Hasil tes tersebut diperkirakan menjadi tolok ukur awal arah perkembangan teknis MotoGP era baru.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pirelli #Miguel Oliveira #motogGP