Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Joan Mir Tegas Klaim Kursi Honda 2027, Tak Mau Turun ke Tim Satelit MotoGP

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 24 April 2026 | 14:40 WIB
Joan Mir menegaskan dirinya layak bertahan di tim pabrikan Honda untuk MotoGP 2027. (Honda Racing)
Joan Mir menegaskan dirinya layak bertahan di tim pabrikan Honda untuk MotoGP 2027. (Honda Racing)

RADARBANYUWANGI.ID - Spekulasi mengenai komposisi tim pabrikan Honda Racing Corporation (HRC) untuk era mesin 850 cc musim 2027 kian memanas. Setelah kepastian bergabungnya Fabio Quartararo, perhatian kini tertuju pada siapa yang akan menjadi tandemnya di kursi utama.

Di tengah derasnya rumor, Joan Mir angkat bicara. Juara dunia MotoGP 2020 itu secara terbuka menyatakan keyakinannya bahwa ia masih layak menjadi bagian dari proyek besar Honda di masa depan.

"Saya rasa saya tidak layak membalap untuk tim mana pun selain tim resmi Honda," ujar Mir tegas, dikutip Motorsport.

Pernyataan tersebut mencerminkan sikap tanpa kompromi dari pembalap asal Spanyol itu. Mir menegaskan, prioritas utamanya adalah tetap bertahan di tim pabrikan, bukan turun ke tim satelit, meskipun Honda dikabarkan akan memperluas kehadiran dengan enam motor melalui potensi kerja sama bersama Tech3.

Dalam dua musim terakhir, Mir merasa telah menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menyoroti hasil podium di Motegi dan Sepang sebagai bukti konkret kontribusinya.

“Progres saya jelas. Ketika motor bekerja dengan baik, saya bisa ada di depan,” imbuhnya.

Namun, situasi internal Honda tidak sederhana. Hingga GP Amerika Serikat bulan lalu, baik Mir maupun rekan setimnya, Luca Marini, belum menerima tawaran perpanjangan kontrak. Kehadiran Quartararo praktis menyisakan satu kursi yang harus diperebutkan.

Mir dinilai memiliki potensi maksimal (ceiling) yang tinggi sebagai pembalap juara dunia. Sementara itu, Marini dikenal sebagai sosok teknis yang berperan penting dalam pengembangan motor Honda yang tengah berbenah.

Mir pun mengirim pesan jelas kepada manajemen HRC. Ia tidak sekadar ingin bertahan, tetapi juga menuntut proyek yang kompetitif.

“Saya bukan di sini untuk sekadar meminta. Saya adalah pembalap yang bisa menjamin bahwa ketika motor bekerja dengan baik, saya akan berada di barisan depan,” katanya.

Lebih lanjut, Mir menekankan bahwa fase kariernya saat ini bukan lagi tentang sekadar mendapatkan tempat di grid. Ia membutuhkan visi dan arah yang jelas untuk kembali ke jalur perebutan gelar juara.

“Jika saya melakukan sesuatu, itu karena hal tersebut masuk akal dan kami bergerak maju,” ujarnya.

“Saya telah membuktikan bahwa saya cepat,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#joan mir #motogp #honda