RADARBANYUWANGI.ID - Teka-teki performa antiklimaks Marc Marquez pada seri Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA) akhirnya terkuak. Pembalap utama Ducati itu mengakui sempat menyembunyikan kondisi fisiknya yang bermasalah akibat kecelakaan hebat pada sesi latihan Jumat di Texas.
Kembali ke Circuito de Jerez, sirkuit yang menyimpan memori kelam cedera panjangnya sejak 2020, Marquez memilih lebih terbuka. Ia mengungkapkan benturan keras di Texas kembali menghantam sisi kanan tubuh, area yang selama ini menjadi titik rawan sejak insiden Jerez dan diperparah oleh kecelakaan di GP Indonesia tahun lalu.
Di hadapan media, Kamis (23/4/2026), Marquez bahkan memperlihatkan bekas luka di lengan bawah kanannya yang selama ini tersembunyi di balik wearpack. Ia tak menampik, kondisi tersebut berdampak langsung pada performanya sepanjang akhir pekan balap di Amerika.
“Maksud saya, itu (kecelakaan di Texas) sangat besar. Masalahnya, saya tidak suka jatuh saat pekan balap karena itu sama sekali tidak membantu saya. Itu (luka) tertutup dan tidak ada yang tahu. Sekali lagi, itu lengan kanan. Dengan masalah lengan kanan yang sudah ada ditambah cedera ini, itu menjadi akhir pekan yang sulit,” ujar Marquez, dikutip Motorsport.
Pembalap berjuluk The Baby Alien itu bahkan membagikan kode sederhana bagi publik untuk membaca kondisi fisiknya saat balapan. Menurutnya, posisi tubuh saat menikung menjadi indikator utama.
“Posisi ‘sikut naik’ berarti perlindungan (karena sakit). Sedangkan ‘sikut turun’ berarti kepercayaan diri dan tanpa rasa sakit,” jelasnya.
Selain cedera, Marquez juga mengeluhkan faktor teknis berupa suhu tubuh. Jeda sekitar 25 menit antara sesi pemanasan dan start balapan membuat tubuhnya mendingin. Akibatnya, ia kerap kesulitan di tiga lap awal karena rasa nyeri kembali muncul sebelum otot benar-benar siap.
Meski demikian, menjelang seri Spanyol akhir pekan ini di ajang MotoGP, Marquez memastikan kondisinya jauh lebih baik. Jeda balap yang cukup panjang dimanfaatkannya untuk pemulihan maksimal.
“Ya, saya merasa jauh lebih baik daripada balapan sebelumnya. Level yang bagus untuk balapan. Ini bukan berarti saya akan menjadi yang tercepat, tapi soal kondisi fisik, saya merasa jauh lebih baik. Saya yakin berada di level yang baik untuk membalap. Tidak 110 persen, tapi di level maksimal untuk MotoGP,” tegasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi