RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap tujuh kali juara dunia MotoGP, Marc Marquez, mengungkapkan bahwa momen paling menegangkan sepanjang kariernya terjadi saat pertama kali menguji motor Ducati pada akhir 2023.
Pengakuan itu disampaikan Marquez saat mengenang debutnya bersama tim satelit Gresini Racing di tes akhir musim Valencia.
Keputusan meninggalkan Honda, yang telah membesarkan namanya sejak debut 2013, menjadi langkah paling berisiko dalam kariernya.
“Hari ketika saya paling gugup adalah saat mencoba Ducati di Valencia. Itu lebih karena tekanan,” ujar Marquez, dikutip Crash.
“Orang sudah tahu siapa Marc Marquez. Bukan gugup biasa, tapi tekanan karena saya tidak tahu apakah saya akan cepat dengan motor itu atau tidak,” imbuhnya.
Keputusan hengkang dari Honda tak lepas dari penurunan performa tim Jepang tersebut pasca cedera lengan serius yang dialaminya pada 2020.
Dalam situasi sulit itu, Marquez memilih memulai ulang kariernya dengan motor Ducati spesifikasi lama untuk musim 2024.
Langkah tersebut sempat diragukan.
Namun, pembalap asal Spanyol itu justru mampu bangkit.
Ia meraih tiga kemenangan grand prix pada 2024, yang menjadi kemenangan pertamanya sejak 2021, sebelum akhirnya dipromosikan ke tim pabrikan Ducati pada 2025.
Musim 2025 menjadi panggung dominasi Marquez.
Ia mencatatkan 11 kemenangan dan memastikan gelar juara dunia ketujuhnya di MotoGP.
Momen tes di Valencia sendiri berlangsung di Circuit Ricardo Tormo.
Suasana kala itu dipenuhi antusiasme penggemar yang luar biasa, bahkan nyaris mengalihkan perhatian dari duel gelar antara Pecco Bagnaia dan Jorge Martin.
Pada sesi tes tersebut, Marquez sempat mencatat waktu tercepat sebelum akhirnya menutup hari di posisi keempat.
Meski begitu, hasil itu sudah cukup untuk menunjukkan bahwa keputusan beraninya membuahkan hasil.
“Saya terus bertanya apakah saya bisa mengendarai Ducati, dan para insinyur mengatakan saya bodoh,” tambahnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi