Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kontrak Baru MotoGP Terancam Molor, Perbedaan Finansial Jadi Penghalang Utama

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 22 April 2026 | 15:26 WIB
Ilustrasi negosiasi kontrak MotoGP 2027–2031 di Austin buntu. (Gemini AI)
Ilustrasi negosiasi kontrak MotoGP 2027–2031 di Austin buntu. (Gemini AI)

RADARBANYUWANGI.ID - Dinamika di balik layar MotoGP kembali memanas.

Pertemuan krusial antara pabrikan dan promotor pada Minggu (29/3/2026) di Circuit of the Americas (COTA), Amerika Serikat, belum menghasilkan kesepakatan.

Negosiasi kontrak komersial periode 2027–2031 masih menemui jalan buntu.

Sejumlah petinggi berkumpul di area kantor pit building sejak pagi hari.

Agenda utamanya memfinalisasi kerangka kerja baru antara asosiasi pabrikan (MSMA) dan MotoGP Sports Entertainment Group (MGPSEG), entitas yang sebelumnya dikenal sebagai Dorna.

Namun, perbedaan posisi kedua pihak masih terlalu lebar.

“Kesenjangan kepentingan saat ini membuat kesepakatan tidak mungkin dicapai dalam waktu dekat,” unglap sebuah sumber internal, dikutip Motorsport

Negosiasi bahkan disebut telah berjalan lebih dari satu tahun tanpa titik temu.

Kontrak baru nantinya akan mengikat seluruh tim kelas utama dengan pemegang hak komersial, Liberty Media, untuk periode lima tahun mulai 2027.

Poin paling krusial adalah skema finansial.

Pabrikan mendorong model pembagian keuntungan seperti di Formula 1, di mana tim mendapat bagian dari total pendapatan.

Sebaliknya, MGPSEG tetap ingin mempertahankan sistem pembayaran tetap, tanpa tergantung pada performa bisnis kejuaraan.

Proposal terbaru disebut bernilai sekitar 8 juta euro per tim, naik sekitar 1 juta euro dari kontrak saat ini yang berakhir akhir musim ini.

Namun, angka tersebut dianggap belum memadai.

“Penawaran kenaikan 1 juta euro tidak sebanding dengan tuntutan yang dibebankan kepada tim,” ujar sumber yang mengetahui negosiasi tersebut.

Keberatan itu telah disampaikan langsung kepada CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta dan Chief Sporting Officer Carlos Ezpeleta, serta jajaran pimpinan Liberty Media yang dipimpin CEO Derek Chang.

Pertemuan di Austin bahkan disebut sebagai titik balik penting.

Sebab, kebuntuan ini mulai berdampak pada tertundanya pengumuman kontrak pembalap untuk musim 2027, meski sejumlah kesepakatan sebenarnya sudah tercapai di belakang layar.

Pabrikan melihat momentum ini sebagai peluang menekan tuntutan, terutama setelah akuisisi MotoGP oleh Liberty Media.

Selama ini, perusahaan tersebut relatif tidak terlalu ikut campur dalam operasional harian.

Namun, situasi diprediksi berubah setelah kontrak baru diteken.

Sehari sebelum pertemuan utama, para anggota MSMA menggelar makan malam informal yang diprakarsai Ducati dan diorganisasi Aprilia.

Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Claudio Domenicali (Ducati), Michele Colaninno (Piaggio Group), hingga perwakilan Honda dan Yamaha.

Forum tersebut digunakan untuk menyusun strategi menghadapi negosiasi keesokan harinya.

Pertemuan resmi berlangsung sekitar satu jam.

Usai pertemuan itu, para petinggi pabrikan terlihat berdiskusi intens di paddock.

Hasilnya, mereka menilai draf kontrak saat ini masih mengandung banyak batasan yang tidak dapat diterima.

Selain aspek finansial, isu lain mencakup kepemilikan slot tim dan kontrol terhadap masuknya investor baru.

Di sisi lain, MGPSEG juga menuntut tim memperkuat sektor pemasaran, komunikasi, hingga meningkatkan kualitas hospitality dalam setiap seri balapan.

Tak hanya itu, tim juga diminta menyediakan motor prototipe untuk kegiatan promosi global.

“Biaya untuk memenuhi semua tuntutan itu jauh lebih besar dibanding kenaikan yang ditawarkan,” imbuh sumber tersebut.

Meski demikian, semua pihak, promotor, pabrikan, dan tim independen, masih memiliki tujuan yang sama untuk tetap berlaga di MotoGP 2027.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#motogp