RADARBANYUWANGI.ID - Dominasi Aprilia dalam beberapa seri awal musim MotoGP 2026 menghadirkan dinamika baru jelang Grand Prix Spanyol di Sirkuit Jerez pada 24–26 April.
Setelah tampil impresif di tiga seri pembuka, pabrikan asal Noale ini kini menghadapi ujian penting di lintasan yang secara historis bukan kekuatannya.
Kemenangan gemilang diraih Aprilia di Grand Prix Amerika Serikat.
Jorge Martin memimpin pada sprint race, sementara Marco Bezzecchi menutup akhir pekan dengan kemenangan di balapan utama, yang menandai kebangkitan setelah sempat terjatuh sehari sebelumnya.
Sebaliknya, Ducati mengalami akhir pekan yang kurang maksimal.
Marc Marquez yang masih dalam pemulihan cedera hanya mampu finis kelima, sementara tim asal Borgo Panigale gagal naik podium.
Hasil tersebut mempertegas posisi Aprilia sebagai tim yang harus dikalahkan setelah meraih empat kemenangan Grand Prix secara beruntun.
Namun, tantangan sesungguhnya justru datang saat seri kembali ke Eropa.
Meski tampil dominan di awal musim, catatan Aprilia di Jerez masih jauh dari meyakinkan.
Dalam lima musim terakhir, mereka hanya sekali meraih podium, yakni saat Aleix Espargaro finis ketiga pada 2022.
Di luar itu, hasil terbaik Aprilia di lintasan Andalusia cenderung moderat.
Espargaro finis keenam pada 2021 dan kelima pada 2023, sementara musim berikutnya hanya mampu menempatkan pembalapnya di posisi delapan.
Sebaliknya, Ducati menunjukkan dominasi kuat di sirkuit ini.
Sejak 2021, mereka selalu memenangkan balapan utama hari Minggu di Jerez.
Bahkan pada musim 2024, Ducati menyapu bersih lima posisi teratas.
Kondisi tersebut membuat Ducati tetap diunggulkan jelang seri Spanyol, terlebih dengan kedalaman skuad dan performa motor Desmosedici yang konsisten di trek ini.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa Aprilia kini menjadi pesaing serius, namun ia optimistis timnya mampu memberikan perlawanan lebih kuat.
“Saya pikir Aprilia akan terus kompetitif di Austin, tetapi saya yakin Ducati akan lebih dekat. Mereka juga akan sangat kuat di Jerez, tetapi kami bisa lebih dekat,” ujar Tardozzi, dikutip Motorsport.
“Kami tahu masalahnya dan sedang mencari cara untuk menyelesaikannya,” imbuhnya.
Balapan di Jerez diprediksi menjadi indikator paling jelas dalam menentukan peta persaingan motogp musim ini.
Jika Aprilia mampu mematahkan dominasi Ducati di sirkuit tersebut, maka status mereka sebagai kandidat juara utama akan semakin kokoh.
Sebaliknya, kemenangan Ducati akan menegaskan bahwa pengalaman dan rekam jejak di trek tertentu masih menjadi faktor krusial dalam perebutan gelar.
Editor : Lugas Rumpakaadi