Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Phillip Island Siapkan Festival Mobil Klasik untuk Tutup Kerugian Rp300 Miliar Pascakepergian MotoGP

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 16 April 2026 | 13:00 WIB
Phillip Island menyiapkan festival mobil klasik untuk menggantikan dampak ekonomi MotoGP. (MotoGP)
Phillip Island menyiapkan festival mobil klasik untuk menggantikan dampak ekonomi MotoGP. (MotoGP)

RADARBANYUWANGI.ID - Phillip Island, destinasi wisata unggulan di negara bagian Victoria, Australia, tengah menghadapi tantangan besar setelah ajang balap motor dunia, MotoGP, dipastikan tidak lagi digelar di sirkuit Ventnor mulai 2027. Kehilangan ini diperkirakan meninggalkan kekosongan ekonomi hingga 29 juta dolar Australia bagi komunitas lokal.

Sebagai respons, pelaku usaha dan komunitas setempat kini menggagas sebuah festival otomotif baru berbasis mobil klasik yang diharapkan mampu mengisi kekosongan tersebut sekaligus mempertahankan daya tarik wisata pulau tersebut.

Proposal festival ini dikembangkan oleh gabungan kelompok otomotif lokal, termasuk Victorian Historic Racing Register (VHRR), Phillip Island Classic Car Group, dan Destination Phillip Island. Rencana tersebut telah dipresentasikan kepada pemerintah daerah Bass Coast.

Tokoh penting di balik gagasan ini, Jeff Floyd, mantan CEO Tourism Victoria, menyatakan optimisme terhadap potensi festival tersebut. Ia menilai mobil klasik sangat selaras dengan karakter Phillip Island yang sudah memiliki budaya otomotif yang kuat.

“Mobil klasik adalah kecocokan yang sempurna untuk Phillip Island,” ujar Floyd, dikutip ABC News.

Festival ini dirancang untuk berlangsung selama satu minggu setiap bulan Maret dan akan mencakup berbagai kegiatan, mulai dari pameran mobil klasik hingga hiburan lintas sektor seperti musik, kuliner, dan mode era klasik.

Saat ini, Phillip Island Classic Festival of Motorsport yang dikelola VHRR telah menjadi ajang balap mobil historis terbesar di belahan bumi selatan. Festival baru ini akan memperluas skala acara tersebut dengan konsep yang lebih inklusif.

Menurut Floyd, meski masih membutuhkan kajian bisnis formal, perhitungan awal menunjukkan bahwa dalam tiga hingga empat tahun, dampak ekonomi festival bisa mendekati kontribusi MotoGP.

“Saya sangat yakin bahwa dalam lima tahun, acara ini bisa berdiri sendiri jika dikelola dengan tepat,” katanya.

Namun, ia menekankan pentingnya dukungan dana awal dari pemerintah negara bagian agar rencana ini dapat segera direalisasikan.

Kehilangan MotoGP memicu kekecewaan di kalangan pelaku ekonomi lokal. Ketua Bendigo Community Bank wilayah setempat, John Matthews, menggambarkan suasana komunitas sebagai penuh “kekecewaan”.

“Saya cukup terkejut karena pemerintah belum sepenuhnya merangkul inisiatif komunitas yang mencoba mencari solusi,” ujarnya.

Matthews juga menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi Phillip Island ke depan.

Sementara itu, Wali Kota Bass Coast Shire, Rochelle Halstead, menilai nilai MotoGP tidak hanya bisa diukur secara finansial, tetapi juga dari dampaknya terhadap citra wilayah dan negara.

Ia mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada komunikasi langsung dengan Menteri Pariwisata Victoria terkait langkah lanjutan setelah kehilangan MotoGP.

“Kami melakukan segala upaya untuk mendapatkan pertemuan dengan pemerintah dan mencari komitmen ke depan,” kata Halstead.

Organisasi regional One Gippsland juga berencana mendorong dukungan pemerintah dalam anggaran negara bagian mendatang guna menghadirkan acara besar baru yang berkelas internasional.

Pemerintah Victoria sebelumnya menolak permintaan penyelenggara MotoGP untuk memindahkan lokasi balapan ke Melbourne, yang akhirnya menyebabkan ajang tersebut dipindahkan ke Adelaide mulai 2027.

Meski demikian, pemerintah menyatakan tetap berkomitmen mendukung sektor pariwisata Phillip Island melalui berbagai investasi, termasuk pengembangan fasilitas wisata seperti pemandian air panas dan atraksi Penguin Parade.

“Phillip Island adalah ekonomi pariwisata yang membanggakan. Kami akan terus mendukungnya,” ujar juru bicara pemerintah.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#phillip island #motogp