Start Lambat Marc Marquez di MotoGP 2026: Rival Makin Berani Serang, Pol Espargaro Ungkap Penyebabnya

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 12:14 WIB
Start lambat Marc Marquez di MotoGP 2026 memicu tekanan dari rival. (Ducati)
Start lambat Marc Marquez di MotoGP 2026 memicu tekanan dari rival. (Ducati)

RADARBANYUWANGI.ID - Awal musim MotoGP 2026 menghadirkan dinamika berbeda bagi Marc Marquez. Juara dunia bertahan itu kini harus berjuang lebih keras menghadapi rival yang semakin agresif, berbeda jauh dari dominasi yang ia tampilkan pada musim 2025.

Bersama tim pabrikan Ducati, Marquez memulai musim lalu dengan hampir sempurna. Namun, dalam tiga Grand Prix pertama musim ini, performanya belum konsisten. Ia hanya mampu meraih satu kemenangan Sprint dari total enam balapan yang telah berlangsung.

Di sisi lain, Aprilia justru tampil sebagai kekuatan dominan baru. Hal ini terlihat dari performa impresif Marco Bezzecchi yang menguasai format balapan Grand Prix.

Menurut mantan pembalap MotoGP, Pol Espargaro, perubahan ini bukan semata soal motor, melainkan juga kondisi Marquez yang belum sepenuhnya pulih dari cedera akhir musim lalu.

Dalam wawancaranya dengan Diario AS, Espargaro mengibaratkan situasi ini seperti yang pernah dialami FC Barcelona.

“Barca beralih dari dominasi menjadi krisis eksistensial, dan tim lain mulai menyerang mereka. Saya pikir hal serupa terjadi sekarang,” ujar Espargaro, dikutip MotoGPNews.com.

Ia menambahkan bahwa para rival kini melihat adanya celah yang sebelumnya tidak dimiliki Marquez.

“Ketika Marc tidak berada di performa terbaiknya, dan para pembalap lain melihat kelemahan yang sebelumnya tidak ada, mereka merasa lebih mampu untuk menyerang,” jelasnya.

Situasi ini bahkan membuat Marquez berada dalam posisi yang tidak biasa.

“Itu juga membuat Marc sedikit terkejut, karena dia tidak terbiasa dengan situasi seperti ini,” lanjut Espargaro.

Kondisi fisik Marquez menjadi perhatian utama. Cedera yang belum pulih sepenuhnya membuka peluang bagi rival untuk terus menekan. Di sisi lain, gaya balap agresif yang menjadi ciri khasnya justru berpotensi memperburuk kondisi tersebut.

Pengamat MotoGP, Neil Hodgson, bahkan memberikan peringatan keras menjelang seri berikutnya di Jerez.

Ia menilai satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal bagi Marquez.

Harapan Marquez untuk bangkit mendapat sedikit angin segar setelah penundaan Grand Prix Qatar. Balapan yang semula digelar April kini dijadwalkan ulang pada November.

Jeda empat pekan antara seri Austin dan Jerez memberi waktu tambahan bagi Marquez untuk fokus pada pemulihan fisik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : motogpnews.com
marc marquez motogp pol espargaro