Jorge Martin Nilai Jeda Panjang MotoGP Bantu Pemulihan, Meski Risiko Ganggu Momentum Aprilia

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 10:17 WIB
Jorge Martin menyebut jeda panjang MotoGP membantu pemulihan fisiknya meski berpotensi mengganggu momentum Aprilia. (MotoGP)
Jorge Martin menyebut jeda panjang MotoGP membantu pemulihan fisiknya meski berpotensi mengganggu momentum Aprilia. (MotoGP)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Aprilia, Jorge Martin, menilai jeda panjang dalam kalender MotoGP justru menjadi keuntungan bagi kondisi fisiknya, meski berpotensi mengganggu momentum impresif timnya di awal musim.

Setelah tiga seri pembuka yang kompetitif, kalender MotoGP menghadirkan jeda sekitar satu bulan antara balapan di Circuit of the Americas (COTA) dan Jerez. Penundaan seri Qatar membuat waktu istirahat ini menjadi lebih panjang dari biasanya.

Bagi sebagian tim seperti Ducati Lenovo Team, jeda tersebut membuka peluang untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki performa. Namun bagi Martin, yang masih dalam tahap pemulihan pasca operasi musim dingin, situasi ini justru menjadi momen penting untuk mengembalikan kebugarannya.

“Ini (jeda panjang) benar-benar akan membantu kondisi saya,” ujar Martin, dikutip Crash.

“Saya selalu merasa ketika mendorong tubuh ke batas lalu beristirahat, batas itu akan meningkat. Sekarang saya sedikit berada di limit secara fisik. Saya butuh istirahat,” tambahnya.

Di COTA, Martin mengakui bahwa dirinya harus mengatur tenaga dengan lebih hati-hati. Target utamanya bukan semata kemenangan, melainkan memastikan finis dengan hasil maksimal.

“Ini lebih tentang menyelesaikan balapan dan membawa motor pulang. Saya akan melakukan yang terbaik. Jika ada kesempatan menang, saya akan berjuang untuk itu,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut terbukti efektif. Martin sukses meraih kemenangan Sprint perdananya bersama Aprilia setelah menyalip Francesco Bagnaia di lap terakhir, didukung strategi pemilihan ban belakang yang cermat.

Pada balapan utama, ia kembali tampil solid dengan finis di posisi kedua, tepat di belakang rekan setimnya, Marco Bezzecchi.

Hasil tersebut membuat Martin hanya terpaut empat poin dari Bezzecchi di klasemen sementara. Meski berada dalam tim yang sama, keduanya menempuh jalur berbeda menuju papan atas.

Bezzecchi tampil dominan dengan memenangkan tiga grand prix, namun kehilangan poin di Sprint akibat dua kali terjatuh. Sebaliknya, Martin menunjukkan konsistensi dengan selalu mencetak poin di enam balapan, termasuk satu kemenangan Sprint dan dua podium grand prix.

Situasi ini berpotensi berkembang menjadi persaingan internal dalam perebutan gelar juara dunia. Terlebih, masa depan kedua pembalap juga berbeda arah.

Bezzecchi dipastikan bertahan bersama Aprilia, sementara Martin diperkirakan akan digantikan oleh Bagnaia di tim tersebut pada musim mendatang.

Martin menegaskan bahwa ketidakpastian kontrak bukan hal baru baginya. Ia memilih fokus penuh terhadap target yang ada saat ini.

“Tahun lalu sangat sulit, baik secara profesional maupun pribadi, dengan masalah kontrak dan lainnya,” ungkapnya.

“Tapi ketika saya sudah membuat keputusan, saya akan menjalaninya 100 persen,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membela Aprilia setelah memastikan bertahan hingga 2026.

“Saat saya memutuskan kembali dan bertahan dengan Aprilia untuk 2026, saya sangat jelas ingin berjuang untuk warna ini. Dan itulah yang saya lakukan,” katanya.

Martin optimistis tren positifnya bisa berlanjut sepanjang musim.

“Sekarang saya harus terus seperti ini sepanjang musim. Jika saya bisa menjaga progres ini, saya bisa berjuang untuk hal-hal besar,” ujarnya.

Pembalap asal Spanyol itu sebelumnya telah membuktikan kemampuannya menghadapi tekanan, dengan merebut gelar MotoGP 2024 bersama Pramac Ducati meski sudah menandatangani kontrak dengan Aprilia.

Ke depan, Martin diproyeksikan akan bergabung dengan Yamaha pada era mesin 850cc yang akan dimulai pada 2027.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Crash.net
Jorge Martin motogp aprilia