RADARBANYUWANGI.ID - Masa depan Alex Rins di ajang MotoGP kian berada di ujung tanduk menyusul kabar bahwa Ai Ogura disebut-sebut telah diamankan oleh Yamaha untuk mengisi line-up pabrikan pada musim 2027. Situasi ini mempertegas kemungkinan berakhirnya perjalanan Rins di kelas premier dalam waktu dekat.
Pembalap asal Spanyol berusia 30 tahun itu sebenarnya telah menyadari bahwa posisinya tidak aman, bahkan sebelum rumor perekrutan Ogura mencuat. Performa yang menurun serta riwayat cedera berat menjadi faktor utama yang mempersulitnya mempertahankan tempat di grid MotoGP.
Rins mengalami titik balik karier saat mengalami kecelakaan hebat di MotoGP Italia 2023 di Mugello, yang membuatnya menderita cedera kaki serius. Padahal, kurang dari dua bulan sebelum insiden tersebut, ia sempat mencatatkan kemenangan impresif di Austin bersama tim satelit LCR Honda, yang hingga kini masih menjadi kemenangan terakhir Honda di lintasan kering.
Namun, situasi berubah drastis. Kembali ke Austin pada balapan akhir Maret lalu, Rins justru tampil jauh dari kompetitif. Ia bahkan finis di posisi ke-18 atau terakhir.
“Sudah lama saya tidak menikmati motor ini. Selain itu, saya juga tidak tahu apakah saya akan berada di sini tahun depan. Saya harus menemukan tempat saya lewat hasil yang kami raih. Jelas ini tidak membantu. Kita lihat saja nanti,” ujar Rins usai balapan tersebut, dikutip The Race.
Sejak bergabung dengan Yamaha, performa Rins memang belum menunjukkan kebangkitan. Dari total 45 start grand prix bersama tim pabrikan, ia hanya mampu meraih lima finis 10 besar. Kondisi fisiknya yang belum pulih sepenuhnya pasca cedera turut memengaruhi performanya, terutama pada musim debutnya bersama Yamaha.
Ironisnya, ketika kondisi fisiknya mulai membaik, performa motor Yamaha justru mengalami penurunan signifikan. Dalam tiga seri awal musim ini, Rins memang mampu mendekati rekan setimnya, Fabio Quartararo, namun seluruh pembalap Yamaha masih terpuruk di papan bawah klasemen.
Di tengah ketatnya persaingan MotoGP saat ini, minimnya performa membuat peluang Rins untuk mendapatkan kontrak baru pada 2027 semakin kecil. Di sisi lain, langkah Yamaha merekrut Ogura dinilai strategis, mengingat pembalap Jepang tersebut dinilai berbakat dan dapat membantu pengembangan motor baru Yamaha dalam siklus regulasi berikutnya.
Jika benar hengkang, Rins akan meninggalkan warisan yang cukup mengesankan, terutama saat membela Suzuki. Selama enam musim bersama Suzuki, ia mencatatkan lima kemenangan, sebagian besar dari total kemenangan Suzuki di era modern MotoGP.
Meski tidak meraih gelar juara dunia seperti Joan Mir, statistik dan konsistensinya menempatkan Rins sebagai salah satu pembalap paling sukses dalam sejarah Suzuki di kelas premier. Ia bahkan tampil dominan pada musim terakhir Suzuki sebelum hengkang dari MotoGP pada 2022.
Editor : Lugas Rumpakaadi