Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Refleksi Jorge Lorenzo: Dari Kejayaan MotoGP hingga Penyesalan di Ducati

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 15 April 2026 | 22:15 WIB
Jorge Lorenzo refleksikan karier MotoGP. (JawaPos.com)
Jorge Lorenzo refleksikan karier MotoGP. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Enam tahun setelah pensiun dari ajang MotoGP, Jorge Lorenzo memilih memaknai perjalanan hidupnya dengan perspektif yang lebih tenang. Mantan pembalap asal Spanyol itu kini menaruh perhatian pada apa yang telah ia capai, alih-alih menyesali hal-hal yang luput dari genggaman.

Menurut Lorenzo, rasa syukur menjadi fondasi penting dalam menjalani hidup. Ia menganggap kelahirannya dalam keluarga yang baik dan kesempatan mengejar mimpi sebagai sebuah keberuntungan besar. Baginya, fokus pada kekurangan hanya akan menimbulkan ketidakbahagiaan.

Sepanjang karier profesionalnya, Lorenzo mencatatkan prestasi gemilang: 68 kemenangan grand prix dan lima gelar juara dunia, termasuk tiga di kelas utama MotoGP. Namun, ia mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak pernah sepenuhnya sempurna.

Salah satu kunci kesuksesannya adalah kemampuan untuk mengenali kelemahan diri dan bekerja keras memperbaikinya. Lorenzo menekankan bahwa meskipun belajar dari kesalahan orang lain adalah hal ideal, pengalaman pribadi sering kali menjadi guru paling efektif.

Salah satu momen yang kerap dikenang dalam karier Lorenzo adalah masa transisinya ke tim Ducati Corse pada 2017. Setelah sukses besar bersama Yamaha Factory Racing, ia direkrut untuk membawa motor Desmosedici menjadi penantang gelar.

Namun, adaptasi tidak berjalan mulus. Lorenzo mengakui bahwa ia terlalu lama mencoba mengendarai Ducati dengan gaya khas Yamaha. Perbedaan karakter motor menuntut pendekatan yang berbeda, mulai dari teknik pengereman hingga cara memasuki tikungan.

Perubahan itu akhirnya membuahkan hasil pada 2018, saat ia meraih kemenangan dominan di Mugello, disusul kemenangan di Catalunya dan Austria. Sayangnya, momen kebangkitan tersebut datang terlambat.

Lorenzo mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani kontrak dengan Repsol Honda Team sebelum kemenangan di Mugello. Ia bahkan menyebut keberhasilan tersebut datang “seminggu terlalu terlambat,” yang mungkin mengubah arah kariernya jika terjadi lebih awal.

Kepindahan ke Honda pada 2019 justru menjadi periode sulit akibat cedera yang beruntun. Pada akhir musim tersebut, Lorenzo memutuskan untuk pensiun dari MotoGP.

Keputusan itu kemudian menjadi salah satu “what if” terbesar dalam sejarah MotoGP, terutama setelah Marc Marquez mengalami cedera serius pada 2020 yang membuat Honda kehilangan sosok pemimpin di lintasan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#jorge lorenzo #ducati #motogp