Kalender MotoGP Terlalu Padat, Pedro Acosta Peringatkan Risiko Cedera dan Stres

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 18:15 WIB
Pedro Acosta menilai kalender padat MotoGP berisiko mempersingkat karier pembalap. (KTM)
Pedro Acosta menilai kalender padat MotoGP berisiko mempersingkat karier pembalap. (KTM)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda KTM, Pedro Acosta, menilai format dan kalender padat yang saat ini diterapkan di MotoGP berpotensi mempersingkat usia karier para pembalap. Pandangan ini ia sampaikan menjelang seri Grand Prix Amerika Serikat dalam sesi media resmi.

Acosta, yang baru berusia 21 tahun dan memasuki musim keduanya di kelas utama, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap beban kompetisi yang semakin intens. Dalam format saat ini, setiap akhir pekan balapan terdiri dari sesi penting sepanjang tiga hari, mulai dari latihan bebas, kualifikasi, sprint race, hingga balapan utama.

“Ini ide yang bagus (memberi jeda dua pekan), karena yang saya rasakan buruk dari kalender sekarang adalah karier para pembalap akan menjadi lebih pendek,” ujar Acosta, dikutip Motorsport.

Menurut Acosta, tidak adanya ruang bagi pembalap untuk beradaptasi secara bertahap selama akhir pekan menjadi salah satu masalah utama. Ia menilai setiap sesi kini memiliki tekanan tinggi, tanpa kesempatan untuk sekadar mengembangkan ritme secara santai.

“Tidak ada cara untuk menjalani 22 pekan dengan sesi penting setiap hari, latihan, kualifikasi, sprint, lalu balapan utama. Tidak ada waktu untuk sekadar masuk lintasan dan membangun kecepatan secara bertahap,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa intensitas tersebut, jika berlangsung sepanjang musim, akan membawa dampak besar terhadap daya tahan fisik dan mental pembalap.

“Setiap hari Anda harus mengambil risiko. Ini akan membuat segalanya lebih pendek karena tingkat stres yang bisa kami tanggung pasti ada batasnya.”

Meski mendukung beberapa inovasi seperti sprint race dan sesi yang lebih singkat, Acosta menekankan bahwa peningkatan risiko cedera tidak bisa diabaikan. Menurutnya, frekuensi sesi kompetitif yang tinggi membuat peluang kecelakaan semakin besar.

“Jika kita ingin mempertahankan pembalap untuk karier yang panjang, Anda tidak bisa mengambil risiko setiap hari. Semakin tinggi risikonya, semakin besar kemungkinan cedera. Itu yang saya pikirkan, bukan soal jumlah balapan,” tegasnya.

Setelah penundaan seri Grand Prix Qatar, kalender MotoGP akan berlanjut ke Eropa usai gelaran di Amerika Serikat. Seri berikutnya adalah Grand Prix Spanyol yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 April.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Motorsport.com
kalender Pedro Acosta motogp cedera stres