Paceklik Kemenangan Marc Marquez Berlanjut, Targetkan Kebangkitan di MotoGP Spanyol

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 14 April 2026 | 00:15 WIB
Marc Marquez belum menang sejak September 2025 usai cedera di Mandalika. (MotoGP)
Marc Marquez belum menang sejak September 2025 usai cedera di Mandalika. (MotoGP)

RADARBANYUWANGI.ID - Marc Marquez menghadapi salah satu periode paling menantang dalam kariernya di MotoGP. Sejak kemenangan terakhirnya di Grand Prix San Marino pada 14 September 2025, pembalap Ducati itu belum kembali ke puncak podium.

Mengutip Motorsport, kemenangan di Misano tersebut terjadi hanya beberapa pekan sebelum ia memastikan gelar juara dunia 2025 di Jepang lewat finis posisi kedua. Namun, momentum itu terhenti secara dramatis setelah insiden di Mandalika, Indonesia, ketika ia ditabrak Marco Bezzecchi dan mengalami cedera bahu kanan yang dampaknya masih terasa hingga kini.

“Cedera itu masih memengaruhi performa saya hingga sekarang,” ujar Marquez dalam pernyataan terbarunya.

Insiden tersebut mengakhiri rangkaian impresif Marquez yang mencatatkan 11 kemenangan dari 16 balapan pertama musim 2025, kebangkitan yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah olahraga.

Sejak kemenangan terakhirnya, sembilan grand prix telah berlalu tanpa kemenangan bagi Marquez. Dalam periode tersebut, dominasi berpindah ke tangan para rivalnya.

Marco Bezzecchi tampil luar biasa dengan meraih lima kemenangan, termasuk menyapu bersih balapan di Portimao dan Valencia 2025 serta Thailand, Brasil, dan Amerika Serikat 2026. Sementara itu, kemenangan lainnya dibagi antara Francesco Bagnaia (Jepang), Fermin Aldeguer (Indonesia), Raul Fernandez (Australia), dan Alex Marquez (Malaysia).

Secara teknis, Marquez hanya turun di empat balapan selama periode tersebut, Jepang 2025, dan tiga seri awal 2026, namun belum mampu meraih kemenangan.

Rentetan tanpa kemenangan ini menjadi yang terburuk kedua bagi Marquez sejak bergabung dengan Ducati. Meski demikian, ini bukan pertama kalinya ia menghadapi masa sulit.

Periode terkelamnya terjadi setelah cedera parah di Jerez pada 2020, yang membuatnya absen panjang dan menjalani dua operasi. Ia sempat melalui 21 balapan tanpa kemenangan sebelum bangkit di GP Jerman 2021.

Namun, paceklik terpanjangnya terjadi antara 2021 hingga 2024, saat ia gagal menang dalam 53 grand prix—rekor terburuk sepanjang kariernya.

“Setiap periode sulit selalu memberi pelajaran penting. Saya pernah melewati yang lebih berat,” kata Marquez.

Kemenangan di Misano 2025 merupakan kemenangan ke-73 Marquez di kelas MotoGP dan yang ke-99 sepanjang kariernya di semua kelas. Namun hingga kini, kemenangan ke-100 masih belum tercapai.

Kesempatan berikutnya akan datang di Grand Prix Spanyol di Jerez. Namun, sejumlah tantangan menghadang, mulai dari kondisi fisiknya yang belum pulih sepenuhnya, performa motor Ducati 2026 yang belum optimal, hingga kuatnya persaingan dari Bezzecchi dan Jorge Martin.

Selain itu, Sirkuit Jerez bukanlah trek yang paling bersahabat bagi Marquez. Dari 16 penampilannya di semua kelas sejak 2008, ia hanya meraih tiga kemenangan.

Bahkan pada musim lalu, saat tampil dominan dengan Ducati, kemenangan di Jerez justru diraih oleh sang adik, Alex Marquez.

Kini, Marquez kembali dihadapkan pada ujian besar, mengakhiri paceklik kemenangan sekaligus menorehkan sejarah dengan kemenangan ke-100 dalam kariernya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Motorsport.com
Spanyol marc marquez motogp