Ducati Skeptis Wacana Pembalap Cadangan Permanen MotoGP, Tardozzi Soroti Kendala Performa dan Biaya

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 13:24 WIB
MotoGP berencana menerapkan pembalap cadangan permanen di setiap tim. (MotoGP)
MotoGP berencana menerapkan pembalap cadangan permanen di setiap tim. (MotoGP)

RADARBANYUWANGI.ID - Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menyuarakan keraguan terhadap rencana Liberty Media yang ingin mendorong perubahan sistem pembalap cadangan di MotoGP.

Gagasan tersebut mencuat setelah laporan dari Autosport pada awal April 2026 yang menyebutkan adanya diskusi antara Liberty Media dan MSMA. Dalam pembahasan itu, muncul usulan agar setiap pabrikan memiliki satu atau dua pembalap cadangan permanen, serupa dengan praktik di Formula 1.

Selama ini, tim-tim MotoGP memang memiliki test rider yang berfungsi utama untuk pengembangan motor. Dalam kondisi tertentu, mereka juga bisa menggantikan pembalap utama yang absen. Namun, peran tersebut tidak bersifat tetap dan sering terkendala jadwal.

Tardozzi mengonfirmasi bahwa wacana tersebut telah disampaikan kepada para pabrikan. Meski demikian, ia menilai implementasinya akan sangat sulit dilakukan dalam konteks MotoGP.

Menurutnya, tantangan terbesar terletak pada ketersediaan pembalap dengan kualitas setara dengan pembalap utama. Kompetisi MotoGP yang sangat ketat membuat standar performa menjadi sangat tinggi, sehingga tidak mudah menemukan pembalap cadangan yang benar-benar siap bersaing di level tersebut.

Selain faktor kualitas, aspek finansial juga menjadi perhatian utama. Menyediakan pembalap cadangan permanen berarti menambah beban biaya bagi tim, yang saat ini sudah memiliki berbagai prioritas lain untuk dikembangkan.

“Sulit membayangkan ada cukup banyak pembalap di luar grid yang mampu tampil kompetitif di MotoGP,” ujar Tardozzi, menegaskan pandangannya bahwa ide tersebut belum realistis untuk diterapkan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
pembalap cadangan ducati davide tardozzi motogp