Alex Rins Tegas Menolak Sistem Rider Cadangan MotoGP, Dinilai Picu Tekanan Mental Pembalap

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 13:21 WIB
Wacana rider cadangan permanen MotoGP 2027 menuai penolakan. (JawaPos.com)
Wacana rider cadangan permanen MotoGP 2027 menuai penolakan. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Wacana penerapan pembalap cadangan permanen di ajang MotoGP musim 2027 mulai menuai penolakan dari para pelaku di dalamnya. Salah satu suara paling tegas datang dari pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, yang secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana tersebut.

Gagasan ini mencuat setelah adanya diskusi antara Liberty Media dan Motorcycle Sports Manufacturers Association (MSMA). Mereka mengusulkan agar setiap pabrikan memiliki satu atau dua pembalap cadangan tetap, serupa dengan sistem yang diterapkan di Formula 1.

Selama ini, tim MotoGP memang memiliki test rider. Namun, peran tersebut lebih difokuskan pada pengembangan motor, bukan sebagai pelapis utama yang siap menggantikan pembalap reguler di setiap seri balapan.

Rins menilai sistem rider cadangan berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama dari sisi mental pembalap. Ia bahkan menegaskan tidak tertarik mengambil peran tersebut, apa pun situasinya di masa depan.

“Saya tidak akan melakukannya, karena itu berarti harus jauh dari rumah pada hari yang sama dengan pembalap reguler, tetapi menyadari hal yang normal adalah Anda tidak naik motor,” ujarnya.

Menurut pembalap asal Spanyol itu, konsep tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas di MotoGP saat ini. Ia juga mengaku belum melihat kebutuhan mendesak untuk menerapkan sistem serupa dengan Formula 1.

Pengalaman pribadi menjadi salah satu dasar penolakannya. Rins pernah menghadiri beberapa Grand Prix dalam kondisi cedera dan mengetahui dirinya tidak akan turun balapan. Situasi itu, menurutnya, sangat berat secara mental.

“Sebagai pembalap, saya pernah datang ke balapan dengan tahu saya tidak akan balapan karena cedera. Itu sangat sulit,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Rins menilai bahwa sistem rider cadangan justru berpotensi memunculkan frustrasi baru. Pembalap cadangan harus tetap mengikuti seluruh rangkaian balapan, tetapi tanpa kepastian untuk tampil di lintasan.

Kondisi tersebut dinilai tidak ideal, baik secara profesional maupun psikologis. Rider akan berada dalam tekanan tinggi, namun tanpa kejelasan peran yang pasti sepanjang musim.

Wacana ini juga memunculkan spekulasi bahwa pembalap yang terancam kehilangan kursi bisa dialihkan menjadi rider cadangan. Nama Rins sempat dikaitkan dalam skenario tersebut, meski ia telah menegaskan penolakannya.

Keraguan terhadap rencana ini tidak hanya datang dari pembalap. Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, juga mempertanyakan efektivitasnya.

Ia menilai sulit menemukan pembalap cadangan yang mampu menjaga level kompetitif setara dengan rider utama sepanjang musim. Hal ini dinilai menjadi tantangan besar jika sistem tersebut benar-benar diterapkan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
alex rins rider cadangan motogp