Marco Bezzecchi Pimpin MotoGP 2026, Performa Hari Minggu Sempurna tapi Sprint Jadi Titik Lemah yang Menghambat Rekor Poin Musim Ini

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 12:29 WIB
Marco Bezzecchi memimpin klasemen MotoGP 2026 berkat performa sempurna di hari Minggu. (Lombok Post)
Marco Bezzecchi memimpin klasemen MotoGP 2026 berkat performa sempurna di hari Minggu. (Lombok Post)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi, sukses merebut puncak klasemen sementara MotoGP 2026 setelah tiga seri pembuka. Raihan tersebut tidak lepas dari performa sempurna di balapan utama hari Minggu, di mana ia mengoleksi total 75 poin penuh.

Namun, di balik dominasi tersebut, tersimpan kelemahan mencolok pada Sprint Race yang digelar setiap Sabtu. Bezzecchi hanya mengumpulkan enam poin dari maksimal 36 poin yang tersedia, membuatnya hanya berada di peringkat ke-10 dalam klasemen khusus Sprint.

Dua insiden krusial menjadi penyebab utama minimnya poin Sprint Bezzecchi. Ia terjatuh saat memimpin di Buriram, serta kembali gagal finis ketika mengejar kemenangan dari Francesco Bagnaia di Circuit of the Americas.

Kesalahan tersebut membuatnya kehilangan potensi 24 poin tambahan. Padahal, jika ia mampu mengamankan setidaknya tujuh poin dari jumlah tersebut, Bezzecchi berpeluang mencatat rekor poin terbanyak dalam tiga seri awal musim.

CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengakui bahwa performa Bezzecchi di hari Minggu nyaris tanpa kesalahan, namun menekankan pentingnya perbaikan di Sprint Race.

Menurutnya, jika Bezzecchi mampu menyamai performa Sabtu dengan hari Minggu, ia akan menjadi ancaman besar dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Sementara Bezzecchi kesulitan di Sprint, rekan setimnya, Jorge Martin, justru tampil sebagai pembalap terbaik di sesi tersebut dengan 24 poin, termasuk kemenangan di COTA.

Di sisi lain, juara dunia bertahan Marc Marquez juga menunjukkan performa solid di Sprint, meskipun sempat mengalami kendala penalti. Ia bahkan mencatat posisi Sprint yang lebih baik dibandingkan klasemen keseluruhan.

Pembalap lain seperti Pedro Acosta dan Alex Marquez menjadi contoh konsistensi, dengan posisi yang seimbang antara Sprint dan klasemen utama.

Dominasi Bezzecchi di balapan utama menempatkannya sebagai kandidat kuat juara dunia. Namun, format MotoGP modern yang menggabungkan Sprint dan Grand Prix menuntut konsistensi di kedua sesi.

Jika Bezzecchi mampu memperbaiki performa di hari Sabtu, peluangnya untuk menjauh di klasemen sekaligus mencetak rekor poin akan semakin terbuka lebar. Sebaliknya, kelemahan ini bisa dimanfaatkan para rival yang lebih konsisten sepanjang akhir pekan balap.

Editor : Lugas Rumpakaadi
rekor poin Marco Bezzecchi motogp sprint