RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap Honda HRC Castrol, Luca Marini, mengungkapkan kekecewaannya setelah mengalami kendala teknis yang menghambat performanya pada seri MotoGP Amerika 2026 di Austin, Texas. Hasil balapan utama yang hanya menempatkannya di posisi kesembilan terasa kontras dengan performa impresifnya sehari sebelumnya.
Pada sesi Sprint hari Sabtu, Marini sempat menembus lima besar dan memunculkan harapan tinggi untuk tampil kompetitif di balapan utama. Namun, situasi berubah drastis sejak awal lomba. Ia tertinggal cukup jauh, yakni 14,5 detik, dari pemenang balapan, Marco Bezzecchi, yang tampil dominan bersama Aprilia.
Masalah utama yang dihadapi Marini terletak pada sistem starter motornya. Kendala tersebut membuatnya kehilangan banyak posisi sejak lampu start padam, fase krusial yang biasanya menjadi salah satu keunggulannya.
"Saya rasa semuanya terjadi di awal. Saya tidak mendapatkan posisi start sebaik hari Sabtu, tetapi yang terpenting, saya mengalami start yang sangat buruk. Itu sangat aneh karena biasanya kami selalu memulai dengan sangat baik," ujar Marini.
Ia menambahkan bahwa masalah pada kopling menjadi indikasi adanya gangguan teknis yang belum sepenuhnya dipahami tim.
"Dengan Honda, feeling terhadap kopling biasanya fantastis, tetapi tidak kali ini. Ada sesuatu yang salah dan kita perlu memahaminya," lanjutnya.
Selain persoalan teknis, kondisi cuaca di Circuit of the Americas (COTA) turut memperumit situasi. Perubahan arah angin yang tidak menentu membuat titik pengereman menjadi sulit diprediksi, terutama pada fase awal lomba yang berlangsung ketat.
"Saya berada di sekitar posisi ke-15. Saya tetap menikmati pertarungan di belakang karena ada banyak kekacauan di tiga lap pertama dan saya mampu melakukan banyak manuver menyalip," jelas Marini.
"(Namun) Dengan angin, sangat sulit untuk menemukan titik pengereman karena arahnya berlawanan dengan kemarin dan Jumat."
Meski demikian, adik dari legenda MotoGP, Valentino Rossi, ini tetap mencoba mengambil sisi positif. Ia menilai pengembangan terbaru berupa fairing aerodinamika baru menunjukkan potensi yang menjanjikan, meskipun belum memberikan lonjakan performa signifikan.
"Saya mencoba mengejar ketertinggalan, tetapi sering kali saya terlalu jauh," katanya.
Marini juga menegaskan bahwa timnya tidak boleh berpuas diri dengan hasil saat ini dan harus terus berupaya meningkatkan daya saing motor.
"Kita bahkan tidak bisa berpikir untuk mengakhiri musim dengan hasil seperti ini."
Ia tetap optimistis bahwa peluang meraih podium masih terbuka selama permasalahan teknis dapat segera diatasi.
"Kami ingin meningkatkan performa dan setidaknya berjuang untuk podium di beberapa balapan. Saya pikir fairing baru bekerja dengan baik di trek ini, tetapi ini bukan langkah maju yang besar, tetap saja, ini lumayan," pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi